Headlines News :

    Showing posts with label sakit kuning. Show all posts
    Showing posts with label sakit kuning. Show all posts

    Tanaman Obat Bangle

    Bangle
    (Zingiber purpureum Roxb.)
    Sinonim :
    Zingiber cassumunar, Roxb.

    Familia :
    Zingiberaceae

    Uraian :
    Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau di tanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.

    Nama Lokal :
    Panglai (Sunda), bengle (Jawa), pandhiyang (Madura).; mugle, bengle, bungle, baglai, baniai, banglai, bunglai,; Bangle, kunit bolai, kunyit bolai (Sumatera), banggele (Bali),; Bale, panini, manglai, manguiai, bangerei, wangelei, walegai,; kukuniran, kukundiren, unin makei, unin pakei, bangle, bongle;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Demam, Sakit kepala, Batuk, Perut nyeri, masuk angin, sembelit; Sakit kuning, Cacingan, Reumatik, Ramuan jamu, kegemukan; Mengecilkan perut setelah melahirkan;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIPAKAI: Rimpang, daun.

    KEGUNAAN:
    Rimpang:
    - Demam, sakit kepala.
    - Batuk berdahak.
    - Perut nyeri, masuk angin.
    - Sembelit.
    - Sakit kuning.
    - Cacingan.
    - Rheumatism.
    - Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan.
    - Mengecilkan perut setelah melahirkan.
    - Kegemukan.

    Daun:
    · Tidak napsu makan.
    · Perut terasa penuh.

    PEMAKAIAN:
    Untuk minum: 1/2-3.jari rimpang, direbus.
    Pemakaian luar. Rimpang secukupnya dicuci bersih Ialu diparuti dipakai sebagai tapal atau boreh pada sakit kepala, pegal linu, mengecilkan perut sehabis melahirkan, dan sebagainya.

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Demam, masuk angin.
    15 g rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2
    cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Diaduk merata lalu
    diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

    2. Perut mules:
    Rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi,
    masing-masing 1/2 jari tangan dicuci lalu diiris tipis-tipis. Rebus
    dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin
    disaring, lalu diminum.

    3. Sakit kepala karena demam:
    Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan
    sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai
    pilis pada dahi.

    4. Sakit kuning:
    1/2 jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air
    masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring,
    minum. Lakukan 2 kali sehari.

    5. Nyeri sendi (rheumatism):
    Rimpang segar secukupnya dicuci Ialu diparut, tambahkan arak
    sampai menjadi adonan seperti bubur encer. Borehkan kebagian
    sendi yang sakit.

    6. Mengecilkan perut setelah melahirkan:
    Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut, borehkan pada
    perut.

    7. Cacingan:
    3 jari rimpang bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar
    tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk
    halus. Tambahkan 1/ 2 cangkir air masak, diaduk merata lalu
    diperas dan disaring. Minum.

    8. Radang seiaput lendir mata:
    Rimpang bangle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir
    jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus
    dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah
    dingin disaring, minum.

    9. Kegemukan / mengurangi lemak tubuh:
    a. Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci
    lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
    Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan
    sore hari.

    b. 1/2 jari rimpang bangle, 1/2 jari rimpang temu giring, 3/4 jari
    rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, 1/4
    genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-
    potong seperlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai
    tersisa 1/2-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4
    gelas.

    c. Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing 1/2 jari
    tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk
    nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-
    remas. Peras dan saring, minum. Lakukan 2-3 kali sehari.


    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rimpang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas. Penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing (vermifuge). KANDUNGAN KIMIA: Rimpang: minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati, tanin.
    Sumber : Ipteknet
    Tag : , , , , , , , , , , , ,

    Meniran

    (Phylanthus urinaria, Linn.)
    Sinonim :
    Phylanthus alatus, Bl. P. cantonensis, Hornem. P. echinatus, Wall. P. lepidocarpus, Sieb.et Zucc P. leprocarpus, Wight.

    Familia :
    Euphorbiaceae

    Uraian :
    Morfologi Meniran : Batang : Berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm. Daun : Mempunyai daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong. Bunga : Terdapat pada ketiak daun menghadap kearah bawah. Syarat Tumbuh : Meniran tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan-hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

    Nama Lokal :
    Child pick a back (Inggris), Kilanelli (India), Meniran (Jawa); Zhen chu cao, Ye xia zhu (Cina), Gasau madungi (Ternate);

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sakit kuning (lever), Malaria, Demam, Ayan, Batuk, Haid lebih; Disentri, Luka bakar, Luka koreng, Jerawat;

    Pemanfaatan :
    1. Sakit Kuning
    a. Bahan Utama: 16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun)
    Bahan Tambahan: 2 gelas Air Susu
    Cara membuat: Tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan
    direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal
    1 gelas.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus; dilakukan
    setiap hari.

    b. Bahan Utama: 7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan
    bunga)
    Bahan Tambahan: 7 buah Bunga cengkeh kering, 5 cm rimpang
    umbi temulawak, 1 potong kayu manis
    Cara Membuat: Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai
    mendidih hingga tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

    2. Malaria
    Bahan utama: 7 Batang tanaman Meniran lengkap
    Bahan tambahan: 5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis
    Cara membuat: Seluruh bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk
    halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

    3. Ayan
    Bahan Utama: 17 - 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun
    dan Bunga)
    Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5
    gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4
    gelas selama 3 hari berturut-turut

    4. Demam
    Bahan utama: 3-7 batang Tanaman meniran lengkap (akar, batang,
    daun dan bunga)
    Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1
    gelas air panas .
    Cara menggunakan: disaring, kemudian diminum sekaligus.

    5. Batuk
    Bahan Utama: 3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,
    daun, bunga)
    Bahan tambahan: Madu secukupnya.
    Cara membuat: Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan
    direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur
    dengan 1 sendok makan madu sampai merata.
    Cara menggunakan: diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari

    6. Haid berlebihan
    Bahan Utama: 3 - 7 potong akar Meniran kering
    Bahan tambahan : 1 gelas air tajan
    Cara membuat: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air
    sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan
    diaduk sampai rata.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan
    sore.

    7. Disentri
    Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,
    daun dan bunga )
    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan
    sore.

    8. Luka Bakar Kena Api atau Air Panas
    Bahan Utama: 3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,
    daun dan bunga)
    Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi temulawak (4 cm), 3 buah bunga
    cengkeh kering, 1 potong kayu Manis.
    Cara membuat: Bahan utama ditumbuk halus, dan temulawak
    diiris-iris . Kemudian dicampur dengan bahan -bahan yang lain dan
    direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

    9. Luka koreng
    Bahan Utama: 9 - 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun
    dan bunga)
    Cara membuat: Bahan Utama dicuci Bersih dan ditumbuk halus.
    Kemudian direbus dengan 1 cerek air.
    Cara menggunakan: dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk
    mandi.

    10. Jerawat
    Bahan Utama: 7 Batang tanaman meniran
    Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi kunyit (4 cm)
    Cara membuat: Seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk
    sampai halus, Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
    hingga tinggal 1 gelas.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara
    teratur setiap hari.
    Komposisi :
    Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan Meniran : - Zat Filantin - Kalium - Mineral - Damar - Zat Penyamak
    sumber : ipteknet

    Bawang Putih (Allium sativum, L)

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Hipertensi, Asma, Batuk, Masuk angin, Sakit kepala, Sakit kuning; Sesak nafas, Busung air, Ambeien, Sembelit, Luka memar, Abses; Luka benda tajam, digigit serangga, Cacingan, Sulit tidur (Insomnia);

    Uraian :
    Bawang putih (allium sativum) termasuk genus afflum atau di Indonesia lazim disebut bawang putih. Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun. Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai setinggi 30 -75 em, mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil yang bejumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, sekarang di Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 meter di atas permukaan laut. 1. Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 600 m - 1.200 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 800 mm - 2.000 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 7 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 4 bulan - 6 bulan · Suhu udara : 150 C - 200 C · Kelembapan : tinggi · Penyinaran : sedang b. Tanah · Jenis : gromosol (ultisol). · Tekstur : lempung berpasir (gembur) · Drainase : baik · Kedalaman air tanah : 50 cm - 150 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 6 - 6,8 · Kesuburan : tinggi 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah · Buatkan selokan atau parit dengan lebar 30 cm - 40 cm, dalam 30 cm - 60 cm. Tanah galian digunakan untuk bedengan selebar 60 cm - 100 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan, lalu dicangkul sedalam 15 cm - 30 cm. · Setelah 10 hari - 15 hari dicangkul kembali hingga membentuk gumpalan halus, kemudian diberi pupuk kandang 10 ton - 15 ton/hektar. · Sehari sebelum tanam, bedengan dibasahi. b. Persiapan Bibit · Bibit berasal dari tanaman cukup tua (85 hari - 135 hari), sehat dan tidak cacat. · Bibit disimpan dalam ruangan kering sekitar 5 bulan - 8 bulan digantung pada para-para. · Siang untuk bibit berasal dari umbi yang beratnya 5 g - 7,5 g/umbi. c. Penanaman · Buatkan lubang tanam sedalam 3 cm - 4 cm dengan tugal. · Tancapkan bibit dengan posisi tegak lurus, ujung siung di atas dan ¾ bagian siung tertanam dalam tanah. · Taburkan tanah halus dan tutup merata dengan jerami setelah 3 cm. · Jarak tanam 10 cm x 10 cm atau 15 cm x 10 cm

    Nama Lokal :
    Garlic (Inggris), Bawang Putih (Indonesia), Bawang (Jawa); Bawang Bodas (Sunda), Bawang handak (Lampung); Kasuna (Bali), Lasuna pute (Bugis), Bhabang pote (Madura); Bawa bodudo (Ternate), Kalfeo foleu (Timor);

    Pemanfaatan :
    1. Hipertensi
    a. Bahan: 3 siung bawang putih,
    Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus dan diperas dengan
    air secukupnya, Ialu disaring;
    Cara menggunakan: diminum secara teratur setiap hari.

    b. Bahan : 2 siung bawang putih;
    Cara membuat: bawang putih dipanggang dengan api;
    Cara menggunakan: dimakan setiap pagi selama 7 hari.

    2. Asma, batuk dan masuk angin
    Baban: 3 siung bawang putih, 1 sendok makan madu dan gula batu
    secukupnya;
    Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus, kemudian dioplos
    bersama bahan lainnya sampai merata dan diperas/disaring;
    Cara menggunakan: diminum setiap pagi sampai sembuh.

    3. Sakit kepala
    Bahan: umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus;
    Cara menggunakan: untuk kompres pada dahi.

    4. Sakit kuning, sesak nafas dan busung air
    Bahan: 1 umbi bawang putih, 1 potong gula batu sebesar telur ayam
    Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian kedua
    bahan tersebut direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih
    dan diaduk sampai merata, dan disaring;
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 2 sendok makan, pagi dan
    sore.

    5. Ambeien
    Bahan : umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian diperas
    untuk diambil airnya;
    Cara menggunakan: dioleskan di sekitar dubur setiap hari.

    6. Sembelit
    Bahan: yoghurt bawang putih dan bawang merah secukupnya;
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus, diperas untuk
    diambil airnya, kemudian dicampur sampai merata dan disaring;
    Cara menggunakan: diminuni biasa.

    7. Luka memar karena tikaman atau pukulan
    Bahan: bawang putih dan 1 sendok madu;
    Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus, kemudian diberi 1
    sendok madu dan dicampur sampai merata;
    Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang luka.

    8. Luka kena benda tajam berkarat
    Bahan: umbi bawang putih dan minyak kelapa secukupnya;
    Cara membuat: umbi bawang putih dibakar, kemudian dicelupkan ke
    dalam minyak kelapa dan ditumbuk halus;
    Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang luka.

    9. Mempercepat matangnya bengkak abses
    Bahan : umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih dipanasi dengan minyak cat,
    kemudian ditumbuk halus;
    Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian yang bengkak.

    10. Untuk mengeluarkan serpihan kaca, kayu atau duri
    Bahan: umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus;
    Cara menggunakan: ditempelkan pada baglan yang kemasukan
    serpihan kaca, kayu atau duri.
    11. Sengatan Serangga
    Bahan: umbi bawang putih, sendowo dan garam secukupnya;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian
    dicampur dengan bahan lainnya sampai merata;
    Cara menggunakan: dioleskan ada bagian tubuh yang disengat
    serangga.

    12. Mengusir cacing kremi dan cacing perut
    Baban: beberapa siung bawang push;
    Cara membuat: dikupas dan dicuci bersih;
    Cara menggunakan: dimakan langsung.

    13. Sulit tidur (insomnia)
    Bahan: beberapa slung bawang putih;
    Cara membuat: dikupas dan dicuci bersih;
    Cara menggunakan: dimakan langsung sebelum tidur.

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Dari umbi bawang putih per 100 gram mengandung : - protein sebesar 4,5 gram. - lemak 0,20 gram, - hidrat arang 23, 1 0 gram, - vitamin B 1 0,22 miligram, - vitamin C 1 5 miligram, - kalori 95 kalori, - posfor 134 miligram, - kalsium 42 miligrain. - besi 1 miligram dan - air 71 gram. Di samping itu dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid.

    Sumber Sentra Informasi IPTEK Net

    Sidaguri

    Sidaguri
    (Sida rhombifolia L.)
    Sinonim :
    S. alnifolia Lour., S. phillippica DC., S. retusa L., S. semicrenata Link., S. spinosa L.

    Familia :
    Malvaceae

    Uraian :
    Sidaguri tumbuh liar di tepi jalan, halaman berrumput, hutan, ladang, dan tempat-tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Tanaman ini tersebar pada daerah tropis di seluruh dunia dari dataran rendah sampai 1.450 m dpl. Perdu tegak bercabang ini tingginya dapat mencapai 2 m dengan cabang kecil berambut rapat. Daun tunggal, letak berseling, bentuknya bulat telur atau lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, pertulangan menyirip, bagian bawah berambut pendek warnanya abu-abu, panjang 1,5-4 cm, lebar 1--1,5 cm. Bunga tunggal berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun, mekar sekitar pukul 12 siang dan layu sekitar tiga jam kemudian. Buah dengan 8--10 kendaga, diameter 6--7 mm. Akar dan kulit sidaguri kuat, dipakai untuk pembuatan tali. Perbanyakan dengan biji atau setek batang.

    Nama Lokal :
    NAMA DAERAH Sumatera: guri, sidaguri, saliguri. Jawa: sadagori, sidaguri, otok-otok, taghuri, sidagori. Nusa Tenggara: kahindu, dikira. Maluku: hutu gamo, bitumu, digo, sosapu. NAMA ASING Huang hua mu (C), walis-walisan (Ph), sida hemp, yellow barleria (I). NAMA SIMPLISIA Sidae rhombifoliae Herba (herba sidaguri), Sidae rhombifoliae radix (akar sidaguri).

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Herba sidaguri rasanya manis, pedas, sifatnya sejuk, masuk meridian jantung, hati, paru-paru, usus besar, dan usus kecil. Sidaguri berkhasiat antiradang, penghilang nyeri (analgesik), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, dan pelembut kulit. Akar rasanya manis, tawar, sifatnya sejuk. Merangsang enzim pencernaan, mempercepat pematangan bisul, antiradang, dan abortivum.
    BAGIAN YANG DIGUNAKAN
    Seluruh tumbuhan di atas tanah (herba) dan akar dapat digunakan sebagai obat. Bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan.

    Herba digunakan untuk mengatasi:
    Influenza, demam, radang amandel (tonsilitis), difteri,
    TBC kelenjar (scrofuloderma),
    radang usus (enteritis), disentri,
    sakit kuning (jaundice),
    malaria,
    batu saluran kencing,
    sakit lambung,
    wasir berdarah, muntah darah,
    terlambat haid, dan
    cacingan.

    Akar digunakan untuk mengatasi:
    influenza, sesak napas (asma bronkhiale),
    disentri,
    sakit kuning,
    rematik gout,
    sakit gigi, sariawan,
    digigit serangga berbisa,
    kurang nafsu makan,
    susah buang air besar (sembelit),
    terlambat haid, dan
    bisul yang tak kunjung sembuh.

    Bunga digunakan untuk obat luar pada:
    gigitan serangga.

    CARA PEMAKAIAN
    Rebus herba kering (15--30 g) atau herba segar (30--60 g), lalu minum airnya. Jika menggunakan akar, dosisnya 10-15 g, atau menggunakan takaran besar sebanyak 30--60 g, rebus, Ialu minum airnya.

    Untuk pemakaian luar, tempelkan herba segar atau akar yang telah digiling halus ke bagian tubuh yang sakit, seperti bisul, koreng, TBC kelenjar, gigitan ular. Selain itu, bisa juga direbus, gunakan airnya untuk mencuci ekzema pada kantung buah zakar atau untuk mandi pada cacar air.

    CONTOH PEMAKAIAN
    Rematik
    Rebus herba sidaguri kering (30 g) dengan tiga getas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan,minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.
    Cuci akar sidaguri kering (30 g), lalu iris tipistipis. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

    Bisul kronis
    Untuk obat yang diminum, iris tipis batang dan akar sidaguri kering (60 g). Tambahkan gula merah (30 g) dan air matang secukupnya sampai simplisia terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya sekaligus.

    Untuk obat luar, cuci lima jari akar sidaguri, lalu tumbuk halus. Tambahkan air garam secukupnya sambil diremas. Gunakan ramuan ini untuk menurap bisul, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.

    Ekzema
    Cuci herba sidaguri segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air masak sampai terendam seturuhnya dan tim. Setelah dingin, minum airnya.

    Kulit gatal, kurap pada kepala
    Cuci daun sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk halus. Tambahkan minyak kelapa, lalu aduk sampai merata. Oleskan pada kulit yang gatal atau kurap. Ulang sehari tiga kali, sampai sembuh.

    TBC kelenjar
    Untuk obat yang diminum, cud herba sidaguri segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan daging (60 g), lalu tim. Setelah dingin, minum airnya dan dagingnya dimakan. Untuk obat luar, giling daun segar sampai halus, lalu tempelkan pada kelenjar limfe yang membesar.

    Terlambat haid
    Cuci akar sidaguri (30 g), lalu cincang halus. Tambahkan daging (30 g), lalu rebus. Setelah dingin, minum airnya dan makan dagingnya. Lakukan selama beberapa hari.

    Cacing keremi
    Cuci daun sidaguri segar (setengah genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan tiga perempat cangkir air matang dan sedikit garam, lalu peras dengan kain. Minum air saringannya sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

    Sesak napas (asma)
    Potong tipis akar sidaguri (60 g), tambahkan gula pasir (30 g), lalu rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.

    Perut mulas
    Kunyah akar sidaguri dan jahe secukupnya, lalu telan airnya. .

    Sakit gigi
    Kunyah akar sidaguri secukupnya dengan gigi yang sakit.

    Luka berdarah
    Cuci akar sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tempelkan pada luka yang berdarah, lalu balut.

    Catatan
    Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.

    Komposisi :
    Daun mengandung alkaloid, kalsium oksalat, tanin, saponin, fenol, asam amino, dan minyak asiri. Banyak mengandung zat phlegmatik yang digunakan sebagai peluruh dahak (ekspektoran) dan pelumas (lubricant). Batang mengandung kalsium oksalat dan tanin. Akar mengandung alkaloid, steroid, dan efedrine.

    sumber : http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=253
    Catatan : menurut pengalaman herbalis, tanaman Sidaguri juga dapat menyembuhkan penyakit asam urat

    Resep Obat dari Tanaman Mengkudu (Noni)

    Nama lain Mengkudu (Morinda citrifolia, Linn.) ; Pace, Kemudu, Kudu (Jawa); Cengkudu (Sunda), Kodhuk (Madura), Wengkudu (Bali);

    Komposisi :
    Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Hipertensi, Sakit kuning, Demam, Influenza, Batuk, Sakit perut; Menghilangkan sisik pada kaki;

    1. Hipertensi
    Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok
    makan madu.
    Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,
    kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali.

    2. Sakit Kuning
    Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong
    gula batu.
    Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,
    kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum dan diulangi 2 hari sekali.

    3. Demam (masuk angin dan infuenza)
    Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur;
    Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

    4. Batuk
    Bahan: 1 buah Mengkudu dan ½ genggam daun poo (bujanggut) atau Mint ;
    Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

    5. Sakit Perut
    Bahan: 2-3 daun Mengkudu
    Cara Membuat: ditumbuk halus, ditambah garam dan diseduh air
    panas.
    Cara menggunakan: setelah dingin disaring dan diminum.

    6. Menghilangkan sisik pada kaki
    Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.
    Cara menggunakan: bagian kaki yang bersiisik digosok dengan buah
    mengkudu tersebut sampai merata, dan dibiarkan selama 5-10 menit,
    kemudian dibersihkan dengan kain bersih yang dibasahi dengan air
    hangat.


    Sumber data : Sentra Informasi IPTEK
    Image : Wilfredo R. Rodríguez H

    Adas (Foeniculum vulgare Mill.)

    (Foeniculum vulgare Mill.)
    Sinonim :
    = E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.
    Familia :
    Apiaccae (Umbelliferae)

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
    Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

    KEGUNAAN:
    Buah bermanfaat untuk mengatasi :
    - sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,
    muntah, diare,
    - sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,
    - batuk berdahak, sesak napas (asma),
    - haid: nyeri haid, haid tidak teratur,
    - air susu ibu (ASI) sedikit,
    - putih telur dalam kencing (proteinuria),
    - susah tidur (insomnia),
    - buah pelir turun (orchidoptosis),
    - usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),
    - pembengkakan saluran sperma (epididimis),
    - penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis),
    - mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya,
    - rematik gout, dan
    - keracunan tumbuhan obat atau jamur.

    Daun berkhasiat mengatasi :
    - batuk,
    - perut kembung, koilk,
    - rasa haus, dan
    - meningkatkan penglihatan.

    CARA PEMAKAIAN :
    Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
    Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
    Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Batuk
    a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2
    cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok
    teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali
    sehari, sampai sembuh.

    b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2
    kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,
    bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang
    jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong
    seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa
    setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali
    sehari, masing-masing 1/2 gelas.

    2. Sesak napas
    a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok
    makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,
    sampai sembuh.

    b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2
    jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun
    poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah
    3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi
    lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira
    separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum.
    Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

    3. Sariawan
    Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler
    1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,
    daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut
    1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,
    rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci
    dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus
    dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah
    dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup
    3/4 gelas.

    4. Haid tidak teratur
    Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,
    jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,
    bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu
    sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
    Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai
    tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,
    masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur
    Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan
    setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

    5. Batu empedu
    Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air
    panas. Min

    Komposisi :

    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS

    Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung.
    Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).
    Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :
    1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan.
    2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus).
    3. Menghilangkan dingin dan dahak.
    4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan.
    5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal.

    6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

    Lain-lain :

    Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 em, panj' ang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

    Nama Lokal :
    Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

    Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/

     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS