Headlines News :

    Showing posts with label luka bakar. Show all posts
    Showing posts with label luka bakar. Show all posts

    Tempuyung Tanaman Obat Indonesia

    Tempuyung
    (Sonchus arvensis L.)
    Sinonim :

    Familia :
    Asteraccae (Compositac)

    Uraian :
    Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air, atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 0,6 - 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan. Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 m disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

    Nama Lokal :
    Jombang, j. lalakina, galibug, lempung, rayana (Sunda).; Tempuyung (Jawa).; Niu she tou (China), laitron des champs (Perancis).; Sow thistle (Inggris).;
    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Batu saluran kencing, batu empedu, disentri, wasir, rematik goat,; Radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis), bisul; Beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), luka bakar,; Pendengaran kurang (tuli), memar.;

    Pemanfaatan :

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun atau seluruh tumbuhan.

    INDIKASI :
    Tempuyung dapat mengatasi:
    - batu saluran kencing dan batu empedu,
    - radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis),
    - disentri,
    - wasir,
    - beser mani (spermatorea),
    - darah tinggi (hipertensi),
    - pendengaran berkurang (tuli),
    - rematik gout, memar, dan
    - bisul, luka bakar.

    CARA PEMAKAIAN :
    Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15 - 60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling halus lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar, dan wasir.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Radang payudara
    Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas
    air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu
    diminum sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

    2. Bisul
    Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci bersih lalu
    ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk mengompres bisul.

    3. Darah tinggi, kandung kencing dan kandung empedu berbatu
    Daun tempuyung segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan
    sebentar. Makan sebagai lalap bersama makan nasi. Lakukan 3 kali
    sehari.

    4. Kencing batu
    a. Daun tempuyung kering sebanyak 250 mg direbus dengan 250 cc
    air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring, dibagi
    untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari. Lakukan setiap hari
    sampai sembuh.

    b. Daun tempuyung, daun avokad (Persea americana), daun sawi
    tanah (Nasturtium montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5
    lembar, dan 2 jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3
    gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring. Air
    yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

    c. Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus)
    segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah, dan 3 jari gula
    enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3
    gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring,
    lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

    5. Pendengaran berkurang (tuli)
    Herba tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak.
    Giling sampai halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya
    diteteskan pada telinga yang tuli. Lakukan 3-4 kali sehari.

    CATATAN :
    Kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga kelangsingan tubuh mengandung tumbuhan obat ini.

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Tempuyung rasanya pahit dan dingin. KANDUNGAN KIMIA : Tempuyung mengandung oc-laktuserol, P-laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, dan taraksasterol. EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN : 1. Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: a. daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal. b. daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988). 2. Praperlakuan flavonoid fraksi etil asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetrakiorida (CCL 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991).
    sumber : iptek.net.id

    Meniran

    (Phylanthus urinaria, Linn.)
    Sinonim :
    Phylanthus alatus, Bl. P. cantonensis, Hornem. P. echinatus, Wall. P. lepidocarpus, Sieb.et Zucc P. leprocarpus, Wight.

    Familia :
    Euphorbiaceae

    Uraian :
    Morfologi Meniran : Batang : Berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm. Daun : Mempunyai daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong. Bunga : Terdapat pada ketiak daun menghadap kearah bawah. Syarat Tumbuh : Meniran tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan-hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.

    Nama Lokal :
    Child pick a back (Inggris), Kilanelli (India), Meniran (Jawa); Zhen chu cao, Ye xia zhu (Cina), Gasau madungi (Ternate);

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sakit kuning (lever), Malaria, Demam, Ayan, Batuk, Haid lebih; Disentri, Luka bakar, Luka koreng, Jerawat;

    Pemanfaatan :
    1. Sakit Kuning
    a. Bahan Utama: 16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun)
    Bahan Tambahan: 2 gelas Air Susu
    Cara membuat: Tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan
    direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal
    1 gelas.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus; dilakukan
    setiap hari.

    b. Bahan Utama: 7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan
    bunga)
    Bahan Tambahan: 7 buah Bunga cengkeh kering, 5 cm rimpang
    umbi temulawak, 1 potong kayu manis
    Cara Membuat: Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai
    mendidih hingga tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

    2. Malaria
    Bahan utama: 7 Batang tanaman Meniran lengkap
    Bahan tambahan: 5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis
    Cara membuat: Seluruh bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk
    halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari.

    3. Ayan
    Bahan Utama: 17 - 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun
    dan Bunga)
    Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 5
    gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4
    gelas selama 3 hari berturut-turut

    4. Demam
    Bahan utama: 3-7 batang Tanaman meniran lengkap (akar, batang,
    daun dan bunga)
    Cara membuat: bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1
    gelas air panas .
    Cara menggunakan: disaring, kemudian diminum sekaligus.

    5. Batuk
    Bahan Utama: 3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,
    daun, bunga)
    Bahan tambahan: Madu secukupnya.
    Cara membuat: Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan
    direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur
    dengan 1 sendok makan madu sampai merata.
    Cara menggunakan: diminum sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari

    6. Haid berlebihan
    Bahan Utama: 3 - 7 potong akar Meniran kering
    Bahan tambahan : 1 gelas air tajan
    Cara membuat: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air
    sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan
    diaduk sampai rata.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan
    sore.

    7. Disentri
    Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,
    daun dan bunga )
    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
    Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan
    sore.

    8. Luka Bakar Kena Api atau Air Panas
    Bahan Utama: 3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang,
    daun dan bunga)
    Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi temulawak (4 cm), 3 buah bunga
    cengkeh kering, 1 potong kayu Manis.
    Cara membuat: Bahan utama ditumbuk halus, dan temulawak
    diiris-iris . Kemudian dicampur dengan bahan -bahan yang lain dan
    direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.

    9. Luka koreng
    Bahan Utama: 9 - 15 batang meniran lengkap (akar, batang, daun
    dan bunga)
    Cara membuat: Bahan Utama dicuci Bersih dan ditumbuk halus.
    Kemudian direbus dengan 1 cerek air.
    Cara menggunakan: dalam keadaan hangat-hangat dipakai untuk
    mandi.

    10. Jerawat
    Bahan Utama: 7 Batang tanaman meniran
    Bahan Tambahan: 1 Rimpang umbi kunyit (4 cm)
    Cara membuat: Seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk
    sampai halus, Kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
    hingga tinggal 1 gelas.
    Cara menggunakan: disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara
    teratur setiap hari.
    Komposisi :
    Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan Meniran : - Zat Filantin - Kalium - Mineral - Damar - Zat Penyamak
    sumber : ipteknet

    Lidah Buaya (Aloe Vera Linn.)

    (Aloe Vera Linn.)
    Sinonim :
    Aloe barbadensis, Mill. Aloe vulgaris, Lamk.

    Familia :
    Liliaceae

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Shampo, minuman, Obat cacing, Luka bakar, Bisul, Luka bernanah; Amandel, Sakit mata, Keseleo, Kosmetik, Jerawat;

    Uraian :
    Tumbuhan obat ini Tumbuh liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat. a. Batang Tanaman Aloe Vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe Vera yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. b. Daun Daun tanaman Aloe Vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 - 75 cm, dengan berat 0,5 kg - 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf. c. Bunga Bunga Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. d. Akar Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 - 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

    Nama Lokal :
    Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris); Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina);

    BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, akar, pemakaian segar,

    KEGUNAAN:
    1. Sakit kepala, pusing.
    2. Sembelit (Constipation).
    3. Kejang pada anak, kurang gizi (Malnutrition).
    4. Batuk rejan (Pertussis), muntah darah.
    5. Kencing manis (DM), wasir.
    6. Peluruh. haid.
    7. Penyubur rambut.

    PEMAKAIAN:
    Daun.. 10 - 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 - 3 gram.
    Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal.

    PEMAKAIAN LUAR:
    Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.
    a. Penyubur rambut:
    Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam
    yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah
    mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya
    rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai
    hasil yang memuaskan.

    b. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan):
    Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian
    tubuh yang terkena api/air panas.

    c. Bisul:
    Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Kencing manis (DM):

    1 batang lidah buaya dicuci bersih, dibuat durinya, dipotong-potong
    seperlunya direbus dengan 3 galas air sampai menjadi 1 1/2 galas
    Diminum sehari 3 x 1/2 gelas, sehabis makan.

    2. Batuk rejan:
    Daun sekitar 15 - 18 cm, direbus kemudian ditambah gula, minum.

    3. Syphilis: Bunga ditambah daging: Direbus, minum.

    4. Cacingan, susah buang air kecil:
    15 - 30 gram akar kering lidah buaya direbus, minum.

    5. Luka terpukul, luka dalam (muntah jarah):
    10 - 15 gram bunga kering lidah buaya direbus, minum atau bunga
    ditim dengan arak putih, untuk pemakaian luar.

    6. Kencing darah:
    15 gram daun lidah buaya diperas, ditambah 30 gram gula, ditambah
    air beras secukupnya, minum.

    7. Wasir:
    1/2 batang daun lidah buaya dihilangkan duri-durinya, cuci bersih
    lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok
    makan madu, aduk, saring. Minum sehari 3 kali.

    8. Sembelit:
    1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit dan durinya,
    isinya dicincang, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan
    tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari
    2 kali.

    PERHATIAN :
    Dilarang pakai untuk wanita hamil, gangguan pada sistem pencernaan dan diare.

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, dingin. Anti radang, pencahar (Laxative), parasitiside. Herba ini masuk ke meridian jantung, hati dan pancreas. KANDUNGAN KIMIA: Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin.

    Sumber IPTEK.net.id

    Tanaman Obat Tapak Dara



    Catharantus roseus (L.) G. Don.)
    Sinonim :
    Lochnera rosea, Reich. Vinca rosea, Linn. Ammoallis rosea, Small.

    Familia :
    Apocynaceae
    Uraian :
    Tapakdara (Catharanthus roseus) banyak dipelihara sebagai tanaman hias. Tapakdara sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu putih dan merah. Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 100 cm ini, sebenarnya merupakan tumbuhan liar yang biasa tumbuh subur di padang atau dipedesaan beriklim tropis. Ciri-ciri tumbuhan Tapakdara : memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tapakdara juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji.

    Nama Lokal :
    Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);
    Penyakit Yang Dapat Diobati :Diabetes, Hipertensi, Leukimia, Asma, Bronkhitis, Demam; Radang Perut, Disentri, Kurang darah, Gondong, Bisul, Borok; Luka Bakar, Luka baru, Bengkak;

    Komposisi :
    Dari akar, batang, daun hingga bunga Tapak dara mengandung unsur-unsur zat kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan. Antara lain vinkristin, vinrosidin, vinblastin dan vinleurosin merupakan kandungan komposisi zat alkaloid dari tapakdara.

    Resep :
    1. Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis)
    a. Bahan: 10 - 16 lembar daun tapakdara.

    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga
    tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai
    sembuh.
    b. Bahan: 35 - 45 gram daun tapakdara kering, adas pulawaras
    Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai
    mendidih hingga tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai
    sembuh.
    c. Bahan: 3 lembar daun tapakdara, 15 kuntum bunga tapakdara
    Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga
    tinggal 1,5 gelas
    Cara menggunakan: diminum pagi dan sore setelah makan.

    2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
    a. Bahan: 15 - 20 gram daun tapakdara kering, 10 gram bunga krisan
    Cara membuat: direbus dengan 2,5 gelas air sampai mendidih dan
    disaring.
    Cara menggunakan: diminum tiap sore.
    b. Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara
    Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa
    saat dan disaring
    Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

    3. Leukimia
    Bahan: 20-25 gram daun tapakdara kering, adas pulawaras.
    Cara membuat: direbus dengan 1 liter air dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

    4. Asma dan bronkhitis
    Bahan: 1 potong bonggol akar tapakdara
    Cara membuat: direbus dengan 5 gelas air.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

    5. Demam
    Bahan: 1 genggam (12 -20 gram) daun tapakdara, 3 potong batang
    dan akar tapakdara
    Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga
    tinggal 1,5 gelas.
    Cara menggunakan: diminum pagi dan sore ditambah gula kelapa.

    6. Radang Perut dan disentri
    Bahan: 15 - 30 gram daun tapakdara kering
    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.
    Cara menggunakan: diminum pagi dan sore dan ditambah dengan
    gula kelapa.

    7. Kurang darah
    Bahan: 4 putik bunga tapakdara putih.
    Cara membuat: direndam dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh di luar
    rumah semalam.
    Cara menggunakan: diminum pagi hari dan dilakukan secara teratur.

    8. Tangan gemetar
    Bahan: 4 - 7 lembar daun tapakdara
    Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum biasa.

    9. Gondong, bengkak, bisul dan borok
    Bahan: 1 genggam daun tapakdara
    Cara membuat: ditumbuk halus.
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka bakar.

    10. Luka bakar
    Bahan: beberapa daun tapak dara, 0,5 genggam beras.
    Cara membuat: direndam dengan air, kemudian ditumbuk
    bersama-sama sampai halus.
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka bakar.

    11. Luka baru , luka baru
    Bahan: 2 - 5 lembar daun tapakdara
    Cara membuat: dikunyah sampai lembut.
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka baru.

    Sumber : Sentra Informasi IPTEK
     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS