Headlines News :

    Showing posts with label Kencing Manis. Show all posts
    Showing posts with label Kencing Manis. Show all posts

    Kompri

    Kompri
    (Symphytum officinale L. Em,)

    Sinonim :

    Familia :
    Boraginaceae

    Uraian :
    Kompri amat umum di Eropa dan Asia Barat, yang tumbuh di tanah berumpput basah atau pinggir selokan. Di Indonesia kompri biasa ditanam dalam pot atau di kebun sebagai tumbuhan obat. Herba, membentuk rumpun, tinggi 20 - 50 cm. Tumbuhan berbatang sernu. Daun tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan berambut kasar, panjang 27 - 50 cm, lebar 4,5 - 14 cm, pertulangan menyirip, pelepah tumbuh berseling pada pangkal membentuk roset akar, warnanya hijau. Bunga majemuk, bentuk corong, putih kekuningan. Buah bulat, tiap buah terdiri dari 4 biji. Biji bulat, kecil, keras, dan hitam. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan pemisahan akar.

    Nama Lokal :
    Kompri, komring (Jawa).; K'ang fu li (China), comfrey, knitbone (Inggris).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Rematik, pegal linu, diare, tifoid, nyeri ulu hati, kanker payudara,; Radang saluran napas (bronkhitis), luka memar, borok, ; Kencing manis (diabetes melitus), patah tulang (fraktur), ; Tekanan darah tinggi (Hipertensi), rematik gout, radang usus,; Payudara bengkak karena ASI, gangguan lambung,; Batuk berdahak, radang amandel (tonsilis), darah haid banyak,; Kencing darah, liur berdarah, dan wasir berdarah.;

    Pemanfaatan :

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun dan akar.

    INDIKASI :
    Daun berkhasiat untuk mengatasi:
    - rematik, pegal linu,
    - diare,
    - tifoid,
    - nyeri ulu hati, radang saluran napas (bronkitis), kencing manis (DM),
    - tekanan darah tinggi, dan
    - kanker payudara.

    Akar berkhasiat mengatasi:
    - luka memar, borok, luka pada paru,
    - tulang patah (fraktur),
    - rematik gout,
    - payudara bengkak karena bendungan ASI,
    - radang usus, gangguan lambung,
    - batuk berdahak, radang amandel (tonsilitis), radang saluran napas
    (bronkitis),
    - rasa penuh di dada,
    - perdarahan: darah haid banyak, kencing darah, liur berdarah, dan
    wasir berdarah.

    CARA PEMAKAIAN :
    Akar segar sebanyak 20-30 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar yang digiling halus untuk menyembuhkan luka, ekzema, dan memar. Akar yang digiling halus dicampur sedikit kapur untuk menyembuhkan luka bemanah, borok di tungkai, bisul besar, wasir, gangren, rematik gout, dan tumor.


    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Rematik :
    Sebanyak 15 g daun muda segar dicuci lalu dipotong kecil-kecil.
    Makan sebagai lalab.

    2. Rematik gout :
    Akar kompri segar secukupnya dicuci lalu digiling halus. Letakkan
    pada bagian tubuh yang sakit.

    3. Luka memar, borok, luka pada paru :
    Akar kompri segar sebesar 1 ibu jari dipotong-potong lalu direbus
    dengan 1 gelas air bersih atau arak. Setelah dingin disaring, lalu
    dibagi untuk 2 kali minum, yaitu pagi dan sore sama banyak.

    4. Rasa penuh di dada
    Akar kompri segar sebanyak 20 g dicuci dan dipotong-potong
    seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
    Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

    5. Tulang patah, luka terpotong, luka baru :
    Akar kompri segar secukupnya digiling halus. Letakkan pada bagian
    tulang yang patah atau luka terpotong, lalu dibalut.

    6. Payudara bengkak, wasir berdarah :
    Akar kompri segar secukupnya digiling halus. Letakkan pada wasir
    yang berdarah atau payudara yang bengkak.

    7. Tonsilitis, bronkitis, batuk berdahak :
    Akar kompri segar sebanyak 25 g dicuci lalu dipotong-potong
    seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
    Setelah dingin disaring, dibagi 2 sarna banyak. Minum pagi dan
    sore hari.

    8. Menghentikan perdarahan :
    Akar kompri segar sebanyak 20 g digiling halus. Air perasannya
    ditambah sedikit anggur, minum.

    CATATAN :
    - Pemakaian berlebihan menyebabkan keracunan, terutama kerusakan
    hati.
    - Sebaiknya penggunaan kompri untuk pengobatan dibatasi sampai
    penelitian lebih lanjut tentang tumbuhan obat ini selesai dilakukan.
    Penelitian terakhir mengungkapkan kalau kompri adalah tumbuhan
    yang bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).
    - Untuk pemakaian luar, penggunaan daun kompri sebagai obat untuk
    penyembuhan luka dan tulang patah tidak bermasalah.

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Daun kompri mengandung symphytine, echimidine, anadoline, al- kaloid pyrrolizidine (PAs), tanin, minyak asiri, allantoin, dan vitamin (B 1, B2, C dan E). Alkaloid pyrrolizidine diketahui merupakan penyebab kerusakan hati yang dinamakan hepatic veno-occlusive disease (HVOD). Sedangkan akarnya mengandung alkaloid pyrrolizidine dengan jumlah yang lebih besar dari daun. Efek Farkologis dan Hasil Penelitian : lnfus daun kompri 20% dengan takaran 25 dan 40 ml/kg bb mempunyai efek menurunkan kadar gula darah tikus putih jantan sebanding dengan suspensi klorpropamida 22,5 mg/kg bb. (Amrizal M., Jurusan Farmasi, FMIPA, UNAND, 1988).

    Sumber Sentra Informasi Ipteknet

    Jombang Tanaman Obat Indonesia

    Jombang
    (Taraxacum officinale Weber et Wiggers)

    Sinonim :
    T. mongolicum Hand.-Mazz., T. officinale Wigg., T. ceratophyllum DC, T. corniculatum DC, T. dens-lionis Desf., T. sinense DC, Leontodon taraxacum L., L. taraxacum.

    Familia :
    compositae (asteraceae).

    Uraian :
    Umumnya, jombang tumbuh liar di lereng gunung, tanggul, lapangan rumput, dan sisi jalan di daerah yang berhawa sejuk. Terna menahun, tinggi 10 -25 cm, seluruh bagian tumbuhan mengandung cairan, seperti susu. Daun berkumpul membentuk roset akar, bagian pangkal rebah menutup tanah. Daun tunggal, berbentuk lanset, sungsang, ujung runcing, pangkal menyempit menyerupai tangkai daun, tepi bergerigi tidak teratur, kadang berbagi sangat dalam, panjang 6 -15 cm, lebar 2 - 3,5 cm, berwarna hijau dilapisi rambut halus berwarna putih. Bunga tunggal, bertangkai panjang yang dilapisi rambut halus berwarna putih, berkelamin dua. Mahkota bunga berwarna kuning, diameter 2,5 - 3,5 cm. Buahnya berbentuk tabung, berwarna putih. Akarnya panjang, tunggal, atau bercabang. Daun muda dapat dimakan sebagai lalap atau dibuat salad yang berkhasiat tonik. Daun tua dapat dikukus atau dimasak sebagai sayuran. Bunganya dapat digunakan untuk memberi warna kuning pada minuman atau kain. Jombang dapat diperbanyak dengan biji.

    Nama Lokal :
    NAMA DAERAH Jombang, taraksakum (Jawa). NAMA ASING Pu gong ying (C), dandelion (I). NAMA SIMPLISIA Taraxaci Herba (herba jombang).

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Jombang rasanya manis, sedikit pahit, sifatnya dingin. Herba ini masuk meridian hati (liver) dan lambung, serta berkhasiat tonik pada liver dan darah. Selain itu, juga berkhasiat antibiotik, antiradang; menghilangkan bengkak, menghancurkan sumbatan, peluruh kencing (diuretik kuat), membersihkan panas dan racun, serta meningkatkan produksi empedu. Akar sedikit pahit, berkhasiat antitoksik, peluruh kencing (diuretik), pereda panas (antipiretik), penguat lambung, meningkatkan nafsu makan (stomakik), melancarkan pengeluaran empedu ke usus (kolagoga), melancarkan pengeluaran AS1 (laktagoga), laksatif ringan, dan menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik). Akar lebih berkhasiat jika digunakan setelah tumbuhan berumur 2 tahun. Khasiat antitoksik akar jombang membantu mekanisme kerja hati dan kandung empedu untuk mengeluarkan sisa metabolisme serta merangsang ginjal mengeluarkan racun melalui air kemih. Selain itu, jombang berperan dalam proses pembuangan racun yang terbentuk pada infeksi dan polusi. Kandungan polisakarida dari tumbuhan jombang dapat menghambat perkembangan sel kanker paru-paru manusia yang ditransplantasikan pada tikus dan menghambat perkembangan sarcoma. Herba jombang berkhasiat menghambat perkembangan Staphylococcus aureus, Streptococcus hemolyticus, dan Neisseria catarrhalis. Ekstrak alkohol herba jombang berkhasiat melancarkan pengeluaran empedu ke usus (kolagoga) pada tikus. Melindungi kerusakan liver (hati) tikus yang diberi zat karsinogenik CCl4. Air rebusan jombang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara mengaktifkan makrofag, merangsang pembentukan limfosit, dan pembentukan antibodi. Daun jombang berkhasiat diuretik kuat. Namun, tidak menyebabkan kekurangan kalium karena tumbuhan ini mengandung cukup kalium (Journal Planta Medica, 1974). Akar jombang berkhasiat membersihkan hati, merangsang produksi cairan empedu, dan laksatif ringan (peneliti German, 1959).

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIGUNAKAN
    Bagian tumbuhan yang digunakan adalah herba dan akar segar maupun yang telah dikeringkan.

    INDIKASI
    Herba jombang digunakan untuk pengobatan :
    - radang, seperti radang tenggorokan, radang mata merah (konjungtivitis), radang akut usus buntu (akut apendisitis), radang panggul, radang hati (hepatitis), radang kandung empedu (kolesistitis), serta radang dan abses payudara,
    - infeksi dan batu saluran kencing,
    - gondongan (parotitis),
    - diare, disentri,
    - sakit maag (gastritis), tidak nafsu makan,
    - kencing manis (diabetes mellitus),
    - tekanan darah tinggi (hipertensi),
    - kurang darah (anemia),
    - kaki bengkak karena timbunan cairan,
    - keputihan (leukore),
    - produksi air susu ibu (ASI) sedikit,
    - bisul, koreng, borok yang dalam, gigitan ular,
    - cellulite,
    - pembesaran prostat,
    - meningkatkan pembuangan asam urat,
    - bercak hitam di muka (freckles),
    - tumor pada sistem pencernaan (esofagus, lambung, usus, hati, dan pankreas),
    - kanker (payudara, paru-paru, leher rahim/serviks, dan gusi), serta
    - leukemia granulositik kronik.

    Akar digunakan untuk pengobatan :
    - hepatitis, sakit kuning (jaundice),
    - infeksi kandung empedu, mencegah timbulnya batu empedu,
    - memperbanyak ASI,
    - buang air besar tidak lancar (sembelit),
    - penyakit kulit, seperti jerawat, eksim, psoriasis,
    - rematik,termasuk osteoarthritis dan gout.

    CARA PEMAKAIAN
    Untuk obat yang diminum, rebus atau tumbuk 15-30 g herba segar, lalu peras. Selanjutnya, minum air perasannya atau dapat digunakan untuk campuran resep. Khusus untuk mengobati kanker, tumor, atau penyakit berat, gunakan herba sebanyak 20 - 60 g. Cara lain, rebus 10 - 30 g akar, lalu air rebusannya diminum. Di beberapa negara, akar dikeringkan lalu digiling sampai halus. Ambil 1 - 2 sendok teh, lalu seduh dengan air panas. Jika diperlukan, tambahkan air perasan jeruk nipis untuk memperbaiki rasa.
    Untuk pemakaian luar, giling herba segar atau akar sampai halus, kemudian bubuhkan ke tempat yang sakit, seperti payudara yang bengkak, bisul, dan luka bakar. Selain itu, daunnya pun dapat direbus, lalu gunakan airnya untuk mandi atau menguapkan wajah. Cara ini bertujuan untuk menyegarkan tubuh dan memelihara kulit wajah dari flek dan jerawat.


    CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT

    Radang dan abses payudara
    Cuci 60 g herba jombang segar sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus, lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh. Untuk pemakaian luar, cuci tumbuhan segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Bubuhkan pada payudara yang sakit.

    Radang kandung empedu
    Cuci 30 g herba jombang segar sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring, minum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.

    Kanker
    Rebus 20-60 g herba jombang segar dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan setiap hari.

    Keputihan akibat infeksi, kanker serviks, atau radang panggul
    Sediakan 30 g herba jombang segar (untuk kanker clan radang panggul sebanyak 60 g), lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, potong-potong dan rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas. Selain direbus, herba pun dapat ditumbuk sampai halus. Selanjutnya, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

    Radang kandung empedu disertai hepatitis
    Cuci 30-60 g herba jombang segar sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya dibagi untuk 3 kali minum, sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.

    Kencing manis, tekanan darah tinggi
    Cuci 30 g herba jombang segar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 2 kali, masing-masing setengah gelas.

    Komposisi :
    Herba mengandung taraxasterol, taraxacerin, taraxarol, kholine, inulin, pektin, koumestrol, dan asparagin. Akar mengandung taraxol, taraxerol, taraxicin, taraxasterol, b-amyrin, stigmasterol, b-sitosterol, choline, levulin, pektin, inulin, kalsium, kalium, glukosa, dan fruktosa. Daun mengandung lutein, violaxanthin, plastoquinone, tanin, karotenoid, kalium, natrium, kalsium, choline, copper, zat besi, magnesium, fosfor, silikon, sulfur, dan vitamin (A, BI, B2, C dan D). Bunga mengandung arnidiol dan flavoxanthin. Pollen mengandung ß-sitoserol, 5a-stigmast-7-en-3ß-ol, asam folat, dan vitamin C.
    sumber ipteknet

    Murbei Tanaman Obat Indonesia


    Murbei
    (Morus alba L.)

    Sinonim :
    = M. australis, Poir. = M. atropurpurea, Roxb. = M. constantinopalita, Poir. = M. indica, Linn. = M. rubra, Lour.

    Familia :
    Moraceae

    Uraian :
    Murbei berasal dari Cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 m dpl. dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah dibudidayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basa seperti di lereng gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Kadang ditemukan tumbuh liar. Pohon, tinggi sekitar 9 m, percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 4 cm. Helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, panjang 2,5 - 20 cm, lebar 1,5 - 12 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk tandan, keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk taju, warnanya putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna yang terpisah. Murbei berbunga sepanjang tabun. Buahnya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah muda warnanya hijau, setelah masak menjadi hitam. Biji kecil, warna hitam. Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya digunakan unluk makanan ulat sutera. Daun muda enak di sayur dan berkhasiat sebagai pembersih darah bagi orang yang sering bisulan. Perbanyakan dengan setek dan okulasi.

    Nama Lokal :
    Besaran (Indonesia). murbai, besaran (Jawa).; Kerta, kitau (Sumatera).; Sangye (China), may mon, dau tam (Vietnam), morus leaf,; morus bark,morus fruit, mulberry leaf, mulberry bark,; mulberry twigs, white mulberry, mulberry (Inggris).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Demam, flu, malaria, batuk, rematik, darah tinggi (hipertensi), ; Kencing manis (diabetes melitus), kaki gajah (elephantiasis), ; Radang mata merah (conjunctivitis acute), memperbanyak ASI,; Keringat malam, muntah darah, batuk darah, batuk berdahak,; Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia), tidak datang haid, ; Gangguan saluran cerna, sesan napas (asma), cacingan,; Muka bengkak (edema), sukar kencing (disuria), neurastenia,; Jantung berdebar (palpitasi), rasa haus dan mulut kering,; Sukar tidur (insomnia), telinga berdenging (tinnitus), sembelit,; Tuli, vertigo, hepatitis, kurang darah (anemia), rambut beruban,; Sakit kepala, s.tenggorokan, s.gigi, s.kulit, s.pinggang (lumbago),; Menyuburkan pertumbuhan rambut.;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
    Daun, ranting, buah, dan kulit akar dapat digunakan sebagai obat. Untuk penyimpanan, buah dikukus baru dijemur, ranting dipotong tipis lalu dijemur, dan kulit akar dicuci bersih lalu dipotong-potong tipis kemudian dijemur sampai kering.

    INDIKSI :
    Daun (Sang ye) berkhasiat untuk:
    - demam karena flu, malaria,
    - batuk,
    - sakit kepala, sakit tenggorok, sakit gigi, rematik,
    - darah tinggi (hipertensi),
    - kencing manis (diabetes mellitus),
    - kaki gajah (elephantiasis tungkai bawah),
    - sakit kulit bisul,
    - radang mata merah (conjunctivitis acute),
    - memperbanyak air susu ibu (ASI),
    - keringat malwn,
    - muntah darah dan batuk darah akibat darah panas,
    - kolesterol tinggi (hiperkolesierolemia), dan
    - gangguan pada saluran cerna.

    Kulit akar (Sang bai pi) berkhasiat untuk:
    - sakit gigi,
    - tidak datang haid,
    - batuk berdahak, sesak napas (asma),
    - muka bengkak (ederna),
    - kencing yang nyeri dan susah (disuria), dan
    - cacingan.

    Buah (Sang shen) berkhasiat untuk:
    - tekanan darah tinggi (hipertensi),
    - jantung berdebar (palpitasi),
    - kencing manis (diabetes mellitus), rasa haus dan mulut kering,
    - sukar tidur (insomnia),
    - batuk berdahak,
    - pendengaran berkurang dan penglihatan kabur,
    - telinga berdenging (tinnitus), tuli, tujuh keliling (vertigo),
    - hepatitis kronis,
    - sembelit pada orang tua,
    - kurang darah (anemia), neurastenia,
    - sakit otot dan persendian, sakit tenggorok, serta
    - rambut beruban.sebelum waktunya.

    Ranting (Sang zhi) berkhasiat untuk:
    - rematik,
    - tangan dan kaki terasa baal dan sakit,
    - sakit pinggang (lumbago),
    - keram pada tangan dan kaki,
    - tekanan darah tinggi, serta menyuburkan pertumbuhan rambut.

    Cara Pemakaian
    Untuk diminurn, pilih salah satu bagian yang disukai. Bila kulit akar Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, 10 - 15 g; ranting 15 - 30 g; sedang daun dosisnya 5 - 10 g sekali rebus, dapat juga menggunakan dosis maksimal 20 - 40 g. Untuk buah dosisnya 10 - 15 g, direbus, alu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, kemudian diturapkan ke tempat yang sakit seperti luka, digigit ular, dan serangga, atau untuk merangsang pertumbuhan rambut.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Tekanan darah tinggi, kaki bengkak :
    Daun murbei segar sebanyak 15 g dicuci bersih kemudian direbus
    dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin disaring lalu
    dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

    2. Memperbanyak kcluamya air susu ibu (ASI) :
    Daun murbei muda dimasak sebagai sayur, lalu dimakan bersama
    nasi.

    3. Kencing nanah Kulit :
    Akar murbei, adas pulosari, dan kayu sandel (sandelhout) direbus.

    4. Bisul, radang kulit :
    Daun murbei segar sebanyak 1 genggam dicuci lalu direbus dengan
    2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum
    sekaligus. Rebusan daun ini berguna untuk membersihkan darah
    sehingga dapat diminum secara teratur.

    5. Luka, borok :
    Daun murbei segar setelah dicuci bersih lalu dioleskan minyak
    kelapa. Layukan di atas api lalu diremas-remas dengan jari tangan
    sehingga menjadi lemas. Daun tadi kemudian dipakai untuk menutup
    luka. Namun sebelumnya, luka harus dicuci dahulu dengan rebusan
    akar tren guli.

    6. Digigit ular
    Daun murbei segar sebanyak 20 g dicuci lalu digiling halus.
    Tambahkan 1/2 cangkir air masak, lalu disaring dan diperas. Air
    yang terkumpul lalu diminum sekaligus.

    7. Berkeringat malam
    Daun murbei kering yang dijadikan serbuk sebanyak 6 - 9 g, direbus
    dengan air beras sampai mendidih. Setelah dingin lalu diminum.

    8. Rematik, tangan dan kaki baal dan sakit :
    Ranting murbei kering sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas air
    bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Sehari
    2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

    9. Hepatitis kronis, kurang darah, tekanan darah tinggi :
    Buah murbei segar sebanyak 10 g ditambah air masak 1 gelas, lalu

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Daun bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk, masuk meridian paru. Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati. KANDUNGAN KIMIA : Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol, butylamine, aceto'ne, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C. dan karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens. Bagian ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A. B uahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1, B2 dan C). Kulit batang mengandung (1) triterpenoids: alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside. (2) Flavonoids: morusin, cyclomorusin, kuwanone A,B,C, oxydihydromorusin. (3) Coumarins: umbelliferone, dan scopoletin. Kulit akar mengandung derivat flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morussin, dan mulberrofuran A. Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol. Biji: urease. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : Eedysterone berkhasiat hipoglikemik.

    Sumber ipteknet

    Bawang Merah berkhasiat obat



    TANAMAN OBAT INDONESIA
    Bawang Merah
    (Allium cepa)

    Sinonim :
    --

    Familia :
    Amaryllidaceae (Liliaceae).

    Uraian :
    Herba semusim, tidak berbatang. Daun tunggal memeluk umbi lapis. Umbi lapis menebal dan berdaging, warna merah keputihan. Perbungaan berbentuk bongkol, mahkota bunga berbentuk bulat telur. Buah batu bulat, berwarna hijau. Biji segi tiga warna hitam. Bagian yang Digunakan Umbi lapis.

    Nama Lokal :
    NAMA DAERAH: Bawang abang mirah (Aceh); Pia (Batak); Bawang abang (Palembang); Bawang sirah, Barambang sirah, Dasun merah (Minangkabau); Bawang suluh (Lampung); Bawang beureum (Sunda); Brambang, Brambang abang (Jawa); Bhabang mera (Madura); Jasun bang, Jasun mirah (BaIi); Lasuna mahamu, Ransuna mahendeng, Yantuna mopura, Dansuna rundang, Lasuna randang, Lansuna mea, Lansuna Raindang (Sulawesi Utara); Bawangi (Gorontalo); Laisuna pilas, Laisuna mpilas (Roti); Kalpeo meh (Timor); Bowang wulwul (Kai); Kosai miha; Bawa rohiha (Ternate); Bawa kahori (Tidore). NAMA ASING: NAMA SIMPLISIA Cepae Bulbus; Umbi lapis Bawang Merah.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    SIFAT KHAS Menghangatkan, rasa dan bau tajam. KHASIAT Bakterisid, ekspektoran, dan diuretik. PENELITIAN M. Jufri Samad, 1987. FMIPA Farmasi UNHAS. Telah melakukan penelitian pengaruh ekstrak umbi lapis Bawang Merah terhadap penurunan kadar gula darah normal kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak umbi Bawang Merah dengan dosis 250 mg/kg bb, menyebabkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 23,46 %. Pada pemberian tolbutamid dosis 250 mg/kg bb secara oral, menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 22,21 %, dan pemberian air suling dengan takaran 5 ml/kg bb secara oral menunjukkan penurunan kadar gula darah normal sebesar 3,00 %. Tri Purwaningsih, 1991. FMIPA Farmasi UI. Telah melakukan penelitian efek protektif Bawang Merah pada kerusakan hati akibat karbon tetraklorida.Dari hasil penelitian tersebut, ternyata Bawang Merah menghambat peningkatan GPT plasma dan kerusakan jaringan hati akibat CCl4.

    Pemanfaatan :
    KEGUNAAN
    1. Batuk.
    2. Haid tidak teratur.
    3. Kencing manis.
    4. Obat cacing.
    5. Demam pada anak-anak (obat luar).
    6. Perut kembung pada anak-anak (obat luar).

    RAMUAN DAN TAKARAN
    Batuk
    Ramuan:
    Umbi Bawang merah 4 gram
    Daun Poko segar 4 gram
    Daun Sembung segar 3 gram
    Herba Pegagan segar 4 gram
    Buah Adas 2 gram
    Air 125 ml

    Cara pembuatan:
    Dipipis, dibuat infus atau pil.

    Cara pemakaian:
    Diminum sehari 1 kali, pagi hari 100 ml. Apabila dipipis diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir. pil, diminum 3 kali sehari 9 pil.

    Lama pengobatan:
    Diulang selama 14 hari.

    Kencing Manis
    Ramuan:
    Umbi Bawang Merah (dirajang) 4 gram
    Buah Buncis (dirajang) 15 gram
    Daun Salam (dirajang) 10 helai
    Air 120 ml

    Cara pembuatan:
    Dibuat infus.

    Cara pemakaian:
    Diminum sehari 1 kali 100 ml.

    Lama pengobatan:
    Diulang selama 14 hari.
    Demam dan Perut

    Kembung pada Anak-anak
    Ramuan:
    Umbi Bawang Merah (potong tipis) secukupnya
    Minyak Kelapa secukupnya
    Minyak Kayu Putih secukupnya

    Cara pembuatan:
    Diremas-remas.

    Cara pemakaian:
    Minyak tersebut dioleskan pada perut yang kembung, seluruh badan, kaki, dan tangnn pada anak yang demam.
    Komposisi :
    Minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, flavonglikosida, kuersetin, saponin, peptida, fitohormon, vitamin, dan zat pati.
    sumber Ipteknet

    Khasiat Obat buah Semangka



    Kandungan Kimia
    Daging buah semangka rendah kalori dan mengandung air, protein, karbohidrat, lemak, serat, abu, dan vitamin (A,B dan C). juga mengandung asam amino, sirulin,, asam aminoasetat, asam malat, asam fosfat, arginin, betain, likopen, karoten, bromine, natrium, kalium, silvit, lisin, fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa.

    Sitrulin dan arginin berperan dalam pembentukan urea di hati dari ammonia dan CO2, sehingga keluarnya urin meningkat. Kandungan kaliumnya cukup tinggi, dapat membantu kerja jantung dan menormalkan tekanan darah. Likopen merupakan anti oksidan yang lebih unggul dari vitamin C dan E.

    Biji kaya zat gizi dengan kandungan minyak berwarna kuning, protein, sitrulin, vitamin B12, dan enzim urease. Senyawa aktif kukurbositrin pada bijinya dapat memacu kerja ginjal dan menjaga tekanan darah agar tetap normal.

    Efek Farmakologis

    Mengkonsumsi semangka yang isinya mempunyai kadar likopen cukup tinggi mengurangi resiko terkena kanker prostate.

    Pada Percobaan yang dilakukan All India Institute of Sciences New Delhi pada 30 orang pria tak subur berusia 23-45 tahun yang diberi 20 mg likopen 2 kali sehari selama 3 bulan, menunjukkan peningkatan jumlah sperma. Dari 30 responden tersebut, 6 di antaranya berhasil menghamili istrinya.

    Senyawa asam amino sitrulin dapat meningkatkan produksi nitroksida, yang berperan pada kemampuan ereksi pria. Sitrulin mudah disera tubuh sehingga konsemtrasi maksimum di dalam darah lebih mudah dicapai.

    Contoh Pemakaian

    Penghalus kulit dan penghilang flek hitam di wajah
    Jemur kulit semangka secukupnya sampai kering, lalu digiling menjadi serbuk. Masukkan 2 sendok serbuk semangka tadi ke dalam jus yang dibuat dari sebatang lidah buaya dan satu buah mentimun ukuran sedang. Setelah diaduk rata, gunakan sebagai masker. Lakukan 2-3 kali seminggu, sampai kelihatan hasilnya.

    Kencing Manis
    Potong-potong kulit buah semangka (30 gr) da jambu biji yang masih mengkal (1 buah), lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa segelas dan minum setelah dingin. Lakukan tiap hari 2-3 kali.

    Rebus biji semangka (1 genggam) dengan 1 liter air sampai mendidih (45 menit) dalam panci tertutup. Setelah dingin, minum seperti teh. Lakukan setiap hari

    Mengeluarkan cacing usus
    Rebus dengan api kecil biji semangka segar (6 sendok makan) dengan 1 liter air (45 menit). Setelah dingin, disaring, dan diminum sehari 3 kali, masing-masing sepertiga bagian.

    Insfeksi kandung kemih
    Biji semangka direbus (2 sendok makan) dengan 3 gelas air sampai mendidih, selama 5 menit di dalam panci tertutup. Biarkan sampai dingin, lalu minum 3-4 kali sehari, masing-masing 1 sendok makan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

    Tekanan darah tinggi
    Makan buah semangka setiap hari sebagai buah segar atau jus. Sehari minum 2 gelas jus buah semangka.

    Kulit buah semangka dan gambir masing-masing 30 gr, diseduh dengan air mendidih, kemudian diminum.

    Tak ada salahnya mencoba pengobatan dari buah semangka. Namanya juga usaha, asal tidak melanggar syariat boleh-boleh saja. Juga, tak selamanya obat itu harus pahit, buktinya obat dari semangka ini.

    sumber :
    Sumber : Setiawan Dalimartha, Atlas Tumbuhan Obat Tradisional Jilid 3, Puspa Swara 2003. Diketik ulang dari Majalah Nikah Vol. 3 No. 5 Agustus 2004, Hal 16-17,
    http://safuan.wordpress.com/

    Tanaman Obat Indonesia Bidara Upas

    (Merremia mammosa (Lour.) Hall.f.)
    Sinonim :
    = Batatta mammosa, Rumph. = Convoivuius mammosa, Hall. = lpomoea mammosa, Chois.

    Familia :
    Convolvulaceae

    Uraian :
    Tumbuh liar di hutan, kadang di tanam di halaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau karena umbinya dapat dimakan. Tumbuh dengan baik di daerah tropik dari dataran rendah sampai ketinggian 250 m dpi. Tanaman ini mungkin didatangkan dari Philippine, merupakan tanaman merayap atau membelit yang panjangnya 3-6 m, batangnya kecil bila dipegang agak licin dan warnanya agak gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan berbentuk payung menggarpu berkumpul 1-4 bunga, bentuknya seperti lonceng berwarna putih, panjang 7-8 cm, dengan 4 helai kelopak. Umbi berkumpul didalam tanah, mirip ubi jalar. Bila tanahnya kering dan tidak tergenang air serta gembur, beratnya dapat mencapai 5 kg atau lebih. Warna kulit umbinya kuning kecoklatan, kulitnya tebal bergetah warna putih, bila kering warnanya menjadi coklat. Perbanyakan dengan stek batang atau menanam umbinya.

    Nama Lokal :
    Blanar, widara upas (Jawa), hailale (Ambon).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Demam, batuk, serak, Difteri, Radang tenggorok, radang paru,; Radang usus buntu, Typhus, sembelit, Muntah darah, Kanker; Kencing manis, Keracunan, gigitan ular, kusta, syphilis (Luns).;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIPAKAI: Umbi.
    KEGUNAAN:
    - Demam, batuk, serak.
    - Difteri, Radang tenggorok, radang paru, radang usus buntu.
    - Typhus, sembelit, buang air besar darah dan lendir.
    - Muntah darah.
    - Kencing manis (DM), Batu kandung kencing, Keracunan makanan,
    gigitan ular.
    - Kanker, kusta, syphilis (Lues).

    PEMAKAIAN LUAR:
    Digunakan untuk memperlancar keluarnya air susu ibu (ASI), obat luka terpotong, luka bakar, bengkak, penyakit kulit, gigitan ular.

    PEMAKAIAN:
    Untuk minum: 10-100 g umbi segar diparut atau digodok.
    Pemakaian luar: Umbi diiris tipis-tipis atau diparut menjadi bubur, untuk dibalurkan ketempat yang sakit seperti luka, bengkak-bengkak, gigitan ular dan sebagainya.

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Radang usus buntu :
    1/4 jari umbi dicuci bersih lalu diparut dan diremas dengan 1 sendok
    makan air gula, kemudian diperas dan disaring Ialu diminum. Sehari
    2 kali.

    2. Muntah darah, typhus:
    Umbi segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut, peras dengan
    sepotong kain sampai terkumpul sebanyak 1 gelas kecil. Minum.

    3. Buang air besar darah dan lendir :
    50 g umbi dicuci lalu dipotong-potong, tambahkan gula jawa
    secukupnya, godok dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
    Setelah dingin disaring, minum sedikit-sedikit.

    4. Difteri :
    Umbi segar secukupnya, dicuci lalu diparut, peras dengan sepotong
    kain sampai terkumpul 1 gelas kecil. Dipakai untuk kumur-kumur di
    tenggorokan selama 23 menit, lalu ditelan.

    5. Serak, batuk kering:
    Umbi segar sebesar 1 jari tangan dicuci bersih, dipotong tipis-tipis
    lalu dikunyah. Lakukan 3-4 kali dalam sehari.

    6. Batuk :
    100 g umbi segar dicuci lalu diparut, tambahkan sirop gula batu
    secukupnya, diaduk sampai merata lalu diperas dan disaring, minum.

    7. Batuk rejan:
    1/2 jari umbi segar dicuci lalu diparut, diremas dengan 2 sendok
    makan air masak dan 1 sendok makan madu, peras dan saring,
    minum. lakukan 2 kali sehari.

    8. Kencing manis:
    100 g umbi segar dicuci bersih Ialu diparut, peras dengan sepotong
    kain. Minum setiap pagi, 1/2 jam sebelum makan.

    9. Keracunan makanan:
    Umbi segar secukupnya dicuci bersih Ialu diparut, peras dengan
    sepotong kain sampai terkumpul 1/2 gelas. Minum.

    10. Kanker, kusta (Morbqs Hanson):
    3/4 jari umbi segar dicuci lalu diparut, tambahkan 4 sendok makan
    air matang dan 2 sendok makan madu. Diaduk merata, lalu diperas
    dengan sepotong kain, dibagi untuk 3 kali minum yang habis dalam
    sehari.

    11. Luka-luka di kulit :
    Umbi segar dicuci lalu diiris tipis-tipis, letakkan di atas luka.

    12. Melancarkan pengeluaran ASI:
    Umbi segar dicuci bersih lalu diparut, borehkan disekeliling
    payudara.

    13. Luka bakar:
    Umbi segar dicuci bersih lalu diparut, bubuhkan diatas luka bakar,
    bila perlu dibalut.

    14. Gigitan ular:
    Umbi segar dicuci lalu diparut sampai menjadi adonan seperti
    bubur.Tempelkan diatas luka gigitan, lalu dibalut.

    15. Syphilis (lues):
    1 jari umbi segar dicuci bersih lalu diparut, tambahkan 2 sendok
    makan air masak dan 1 sendok makan madu murni, peras dan
    saring, minum. Lakukan 3 kali sehari.

    16. Batu kandung kencing / kencing batu:
    10 g umbi bidara upas, 10 g daun kumis kucing, 15 g daun keji
    beling, dicuci lalu umbi dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan
    1 liter air, sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring lalu
    diminum. Sehari 3 x 50 cc.

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Anti radang, menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan bengkak, pencahar (laxative), menetralkan racun (antidote), penyejuk. KANDUNGAN KIMIA: Damar, resin, pati, zat pahit. Getah segar mengandung zat oxydase.

    Sumber : iptek.net.id

    Jamblang

    (Syzygium cumini [Linn. ] Skeels.)
    Sinonim :
    S. jambolana Miq., Eugenia cumini (L.) Druce., E. jambolana Lamk.

    Familia :
    Myrtaceae

    Uraian :
    Jamblang tergolong tumbuhan buah-buahan yang berasal dari Asia dan Australia tropik. Biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar, terutama di hutan jati. Jamblang tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl. Pohon dengan tinggi 10-20 m ini berbatang tebal, tumbuhnya bengkok, dan bercabang banyak. Daun tunggal, tebal, tangkai daun 1-3,5 cm. Helaian daun lebar bulat memanjang atau bulat telur terbalik, pangkal lebar berbentuk baji, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan atas mengilap, panjang 7-16 cm, lebar 5-9 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk malai dengan cabang yang berjauhan, bunga duduk, tumbuh di ketiak daun dan di ujung percabangan, kelopak bentuk lonceng berwarna hijau muda, mahkota bentuk bulat telur, benang sari banyak, berwarna putih, dan baunya harum. Buahnya buah buni, lonjong, panjang 2-3 cm, masih muda hijau, setelah masak warnanya merah tua keunguan. Biji satu, bentuk lonjong, keras, warnanya putih. Berakar tunggang, bercabang-cabang, berwarna cokelat muda. Biasanya, buah jamblang yang masak dimakan segar. Rasanya agak asam dan sepat. Kulit kayu bisa digunakan sebagai zat pewarna.

    Nama Lokal :
    NAMA DAERAH Sumatera: jambe kleng (Aceh), jambu kling (Gayo), jambu kalang (Mink.). ]awa: jamblang (Sunda), juwet, duwet, d. manting (Jawa), dhalas, d. bato, dhuwak (Madura). Nusa Tenggara: juwet, jujutan (Bali), klayu (Sasak), duwe (Bima), jambulan (Flores) . Sulawesi: raporapo jawa (Makasar), alicopeng (Bugis). Maluku: jambula (Ternate). Melayu: jamlang, jambelang, duwet. NAMA ASING Hainan pu tao, wu kou guo, zi pu tao (C), waa (T), java plum, black plum, jambolan, jambul (I). NAMA SIMPLISIA Syzygii cumini Cortex (kulit kayu jamblang), Syzygii cumini Semen (biji jamblang).

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Daging buah rasanya asam manis, sifatnya sejuk, astringen kuat, berbau aromatik. Berkhasiat melumas organ paru, menghentikan batuk, peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut (karminatif), memperbaiki gangguan pencernaan, merangsang keluarnya air liur, dan menurunkan kadar glukosa darah (hipoglikemik). Kulit kayu berkhasiat untuk peluruh haid. Hasil penelitian menunjukkan biji, daun, dan kulit kayu jamblang mempunyai khasiat menurunkan kadar glukosa darah (efek hipoglikemik) pada penderita diabetes melitus tipe II. Penelitian di India mendapatkan hasil bahwa buah jamblang potensial sebagai obat kontrasepsi pada pria. Pada percobaan binatang, jamblang dapat mencegah timbulnya katarak akibat diabetes. Jamblang juga menurunkan risiko timbulnya atherosklerosis sampai 60--90% pada penderita diabetes. Hal ini terjadi karena kandungan oleanolic acid pada jamblang dapat menekan peran radikal bebas dalam pembentukan atherosklerosis.

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIGUNAKAN
    Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, daging buah, dan bijinya. Daging buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan. Jika daging buah dimakan, akan menyebabkan rongga mulut dan lidah berwarna ungu.

    INDIKASI
    Daging buah digunakan untuk pengobatan:
    - kencing manis (diabetes melitus),
    - batuk kronis, sesak napas (asma),
    - batuk rejan, batuk pada TB paru disertai nyeri dada,
    - nyeri lambung dan diare.

    Biji digunakan untuk pengobatan:
    - kencing manis (diabetes melitus),
    - diare, disentri,
    - gangguan pencernaan seperti kembung, nyeri lambung, keram perut,
    - keracunan strychnine (penawar racun yang tidak spesifik), dan
    - pembesaran limpa.

    Kulit kayu digunakan untuk pengobatan:
    - kencing manis (diabetes melitus),
    - diare.

    CARA PEMAKAIAN
    Daging buah bisa dimakan secukupnya sebagai buah meja.


    CONTOH PEMAKAIAN DI MASYARAKAT
    Batuk kronis, asma
    - Cuci buah jamblang segar (15 g) sampai bersih, buang bijinya, lalu makan. Lakukan tiga kali sehari.
    - Sediakan buah jamblang kering (15 g). Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air sampai seluruh buah terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya dan makan buahnya sekaligus. Lakukan tiga kali sehari..

    Batuk rejan
    Siapkan buah jamblang kering (15 g), empedu ayam betina (1 buah), dan gula pasir secukupnya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air sampai seluruh bagian terendam, lalu tim sampai matang. Minum airnya dan makan isinya. Lakukan sekali sehari sampai sembuh.

    Batuk pada TB Paru disertai nyeri dada
    Siapkan buah jamblang segar (30 g, jika dipakai buah keriny gunakan sebanyak 15 g) dan daun sembung segar ('Blumea balsamifera) (25 g). Cuci semua bahan, lalu potong-potong daun sembung seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan gula pasir (15 g) dan air secukupnya sampai seluruh bahan terendam. Tim sampai matang. Setelah dingin, minum airnya. Makan buahnya, tetapi bijinya dibuang. Lakukan setiap malam sebelum tidur.

    Diare pada anak
    Siapkan buah jamblang segar yang belum matang dan beras yang sudah digongseng sampai kuning (masingmasing 6 g). Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air secukupnya sampai semua bahan terendam. Tim sampai matang. Setelah dingin, makan sekaligus. Lakukan tiga kali sehari.

    Nyeri lambung
    Gongseng buah jamblang kering tanpa biji (30 g) sampai berbau harum. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan air secukupnya sampai semua bahan terendam, lalu tim sampai matang. Setelah dingin, makan seluruhnya. Lakukan tiga kali sehari, selama 10 hari.

    Sariawan
    Rebus kulit kayu atau daun secukupnya. Setelah dingin, gunakan untuk berkumur-kumur. Lakukan 3--4 kali dalam sehari.

    Catatan:
    Sebagian wilayah di Asia Tenggara menggunakan akar jamblang untuk pengobatan ayan (epilepsi).

    Kandungan oleanolic acid pada jamblang dan Surinam cherry (Eugenia uniflora) digunakan oleh pengobat tradisional di Amerika Selatan untuk mengurangi kerusakan pada jantung dan hati penderita kanker yang mendapat pengobatan kemoterapi doxorubicin.

    Jamblang dan spesies lainnya (Eugenia caryophyllata) yang dimasak mengandung senyawa yang dapat mengaktifkan enzim glutathione S-transferase di hati. Enzim ini mempunyai khasiat detoksifikasi. Pada percobaan binatang, peningkatan produksi enzim glutathione S-transferase akan menurunkan kejadian kanker lambung sampai mendekati 80%.

    Praktisi ayurvedic melaporkan bahwa daging buah jamblang dapat menurunkan kadar gula darah dalam 30 menit. Sementara biji jamblang menurunkan kadar gula dalam 24 jam. Hasil maksimum pencapaian efek hipoglikemik dari jamblang memerlukan sepuluh hari pengobatan.

    Komposisi :
    Jamblang mengandung minyak asiri, fenol (methylxanthoxylin), alkaloid (jambosine), asam organik, triterpenoid, resin yang berwarna merah tua mengandung asam elagat dan tanin.
    sumber ipteknet

    Segala Tanaman obat untuk diabetes (kencing manis)

    Pengaturan makanan berperan utama dalam kehidupan pasien diabetes. Diet dan mengkonsumsi Herbal (Tumbuh-tumbuhan Obat) sangat dianjurkan untuk menangani penyakit Gula (Diabetes), diet makanan sehat dan berserat, menghindari makanan yang digoreng dan yang berminyak atau makanan berbumbu, Pasien Diabetes harus lebih banyak memakan sayuran hijau dan buah-buahan pada saat makan malam maupun makan siang.

    Banyak tanaman disekitar kita yang dapat digunakan untuk mengobati kencing manis. Mudah ditanam dan dimanfaatkan. Selain pengaturan diet yang baik beberapa tanaman berikut secara empiris digunakan sebagai obat kencing manis.

    Tabel 1. Daftar tanaman tunggal yang secara empirik digunakan untuk diabetes dan cara penggunaannya.

    No

    Nama tanaman

    Bagian digunakan

    Jmlh diolah

    Cara olah

    Dosis/hari

    1

    Sambiloto

    Daun segar

    ½ ggm

    Rebus

    3 x

    2

    Lidah buaya

    Daun segar

    2 helai

    Rebus

    3 x

    3

    Pule

    Kulit kayu

    2 jari

    Rebus

    3 x

    4

    Sembung

    Biji kering

    20 lb

    Rebus

    3 x

    5

    Jamblang

    Biji

    1 sdt

    Seduh

    3 x

    6

    Petai Cina

    Umbi

    1 sdt

    Seduh

    3 x

    7

    Bidara Upas

    Umbi

    1/3 jr

    Parut + 20 ml air

    3 x

    8

    Mengkudu

    Buah masak

    2 bh

    Diparut, disari

    3 x

    9

    Daun lampas

    Daun segar

    ¾ ggm

    Rebus

    3 x

    10

    Terung ngor

    Buah

    10 bh

    Dimakan

    3 x

    11

    Mahoni

    Biji kering

    ½ sdt

    Seduh

    3 x

    12

    Tapak dara

    Slruh bgn tnman

    30 lb+6 bt

    Rebus tinggal 3/4

    3 x

    Tabel 2. Ramuan berasal dari tanaman obat untuk kencing manis

    No

    Ramuan

    Bagian digunakan

    Jumlah diolah

    Cara olah

    Dosis/hari

    1

    Sambiloto

    Kumis kucing

    Brotowali

    Daun

    Daun

    Batang

    1/3 ggm

    1/3 ggm

    ¾ jr

    Direbus 3 gl , tinggal ¾ nya

    3 x

    2

    Meniran

    Sambiloto

    Ketumpangan uler

    Kumis kucing

    Daun

    Daun

    Daun

    Daun

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    1/3 ggm

    Direbus 3 gl , tinggal ¾ nya

    3 x

    3

    Duwet

    Pulai

    Mengkudu

    Temulawak

    Jahe

    Biji

    Kulit batang

    Buah

    Rimpang

    Rimpang

    20 butir

    1 jari

    ½ bh

    ¾ jari

    ¾ jari

    Direbus 5 gl hingga ½ nya

    3 x

    4

    Urat

    Brotowali

    Kumis kucing

    Adas

    Pulosari

    Daun

    Batang

    Daun

    Buah

    Kulit batang

    1/3 ggm

    ½ jari

    ¼ ggm

    ¾ sdt

    ¾ jari

    Direbus 3 gl hingga ¾ nya

    3 x

    5

    Bidara upas

    Duwet

    Pulai

    Lidah buaya

    Meniran

    Kumis kucing

    Umbi

    Biji

    Kulit batang

    Daun

    Daun

    Daun

    ½ jari

    10 butir

    ¾ jari

    ½ plh

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    Direbus 3 gls hingga ¾ nya

    3 x

    6

    Iler

    Meniran

    Murbei

    Kaki kuda

    Sembung

    Kumis kucing

    Adas

    Pulosari

    Daun

    Daun

    Daun

    Daun

    Daun

    Daun

    Buah

    Kulit

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    1/5 ggm

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    1/5 ggm

    ¾ sdt

    ¾ jari

    Direbus 4 gls hingga ¾ nya

    3 x

    Keterangan : ggm = genggam, bh = buah, btr = butir, jr = jari, gl = gelas, lb= lembar, bt= batang.

    Bacaan lebih lanjut :

    1. Widowati L, Dzulkarnain, Saroni. Tanaman obat untuk Diabetes Melitus. Cermin Dunia Kedokteran 1997; 116: 53-60

    Tanaman Obat Salam (Syzygium polyanthum)

    Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.
    Sinonim :
    = Eugenia polyantha, Wight. = E. lucidula, Miq.

    Familia :
    Myrtaceae

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Diare, Maag, Kencing manis, Mabuk akibat alkohol;

    Uraian :
    Salam tumbuh liar di hutan dan pegunungan, atau ditanam di pekarangan dan sekitar rumah. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai pegunungan dengan ketinggian 1,800 m dpi. Pohon bertajuk rimbun, tinggi mencapai 25 m, berakar tunggang, batang bulat, permukaan licin. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai yang panjangnya 0,5-1 cm. Helaian daun bentuknya lonjong sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah warnanya hijau muda. Daun bila diremas berbau harum. Bunganya bunga majemuk tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting, warnanya putih, baunya harum. Buahnya buah buni, bulat, diameter 8-9 mm, warnanya bila muda hijau, setelah masak menjadi merah gelap, rasanya agak sepat. Biji bulat, penampang sekitar 1 cm, warnanya coklat. Salam ditanam untuk diambil daunnya sebagai pelengkap bumbu dapur, kulit pohonnya dipakai sebagai bahan pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan dengan biji, cangkok atau stek.


    Nama Lokal :
    Gowok, (Sunda), manting (Jawa), kastolam (Kangean); Meselangan, ubar serai (Melayu),; Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura);

    BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, kulit batang, akar dan buah.

    KEGUNAAN:
    - Diare.
    - Sakit maag (gastritis).
    - Kencing manis.
    - Mabuk akibat alkohol.

    PEMAKAIAN:
    Untuk minum: 7-20 lembar daun, direbus.
    Pemakaian luar: Kulit batang, daun atau akar setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur. Digunakan untuk pemakaian setempat pada infeksi kulit seperti kudis dan gatal-gatal.

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Diare:

    15 g daun dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air bersih selama
    15 menit. Tambahkan sedikit garam. Setelah dingin disaring lalu
    diminum.

    2. Kencing manis:
    7 lembar daun salam dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air
    bersih sampal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk
    2 kali minum.

    3. Sakit maag:
    15-20 lembar daun dicuci bersih, rebus dengan 1/2 liter air sampai
    mendidih. Tambahkan gula merah secukupnya. Minum sebagai teh
    setiap hari, sampai rasa penuh dan perih di lambung menghilang.

    4. Mabuk akibat alkohol:
    1 genggam buah salam yang sudah masak dicuci bersih lalu ditumbuk
    sampai halus. Peras dan saring, lalu diminum.

    5. Kudis, Gatal
    Daun atau kulit batang atau akar, dicuci bersih lalu digiling halus
    sampai menjadi adonan seperti bubur. Balurkan ketempat yang sakit.

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAW] DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Daun: Rasa kelat, wangi. Adstringen. KANDUNGAN KIMIA: Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral dan eugenol, tanin dan flavonoida.

    Sumber Iptek Net



    Tags : Bay leaf, diare, Kencing Manis, kudis, maag, mabuk alkohol, Salam, Serai, Tanaman OBAT

    Lidah Buaya (Aloe Vera Linn.)

    (Aloe Vera Linn.)
    Sinonim :
    Aloe barbadensis, Mill. Aloe vulgaris, Lamk.

    Familia :
    Liliaceae

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Shampo, minuman, Obat cacing, Luka bakar, Bisul, Luka bernanah; Amandel, Sakit mata, Keseleo, Kosmetik, Jerawat;

    Uraian :
    Tumbuhan obat ini Tumbuh liar di tempat yang berhawa panas atau ditanam orang di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat. a. Batang Tanaman Aloe Vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe Vera yang bertangkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun. Batang Aloe Vera juga dapat disetek untuk perbanyakan tanaman. Peremajaan tanaman ini dilakukan dengan memangkas habis daun dan batangnya, kemudian dari sisa tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru atau anakan. b. Daun Daun tanaman Aloe Vera berbentuk pita dengan helaian yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel) sebagai bahan baku obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 - 75 cm, dengan berat 0,5 kg - 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf. c. Bunga Bunga Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. d. Akar Akar tanaman Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 - 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

    Nama Lokal :
    Lidah buaya (Indonesia), Crocodiles tongues (Inggris); Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina);

    BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, akar, pemakaian segar,

    KEGUNAAN:
    1. Sakit kepala, pusing.
    2. Sembelit (Constipation).
    3. Kejang pada anak, kurang gizi (Malnutrition).
    4. Batuk rejan (Pertussis), muntah darah.
    5. Kencing manis (DM), wasir.
    6. Peluruh. haid.
    7. Penyubur rambut.

    PEMAKAIAN:
    Daun.. 10 - 15 gram, bila berbentuk pil: 1,5 - 3 gram.
    Atau berupa bubuk (tepung) untuk pemakaian topikal.

    PEMAKAIAN LUAR:
    Daun dipakai untuk koreng, eczema, bisul, terbakar, tersiram air panas, sakit kepala (sebagai pilis), caries dentis (gigi berlubang), penyubur rambut.
    a. Penyubur rambut:
    Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam
    yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah
    mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya
    rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai
    hasil yang memuaskan.

    b. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan):
    Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian
    tubuh yang terkena api/air panas.

    c. Bisul:
    Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya.

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Kencing manis (DM):

    1 batang lidah buaya dicuci bersih, dibuat durinya, dipotong-potong
    seperlunya direbus dengan 3 galas air sampai menjadi 1 1/2 galas
    Diminum sehari 3 x 1/2 gelas, sehabis makan.

    2. Batuk rejan:
    Daun sekitar 15 - 18 cm, direbus kemudian ditambah gula, minum.

    3. Syphilis: Bunga ditambah daging: Direbus, minum.

    4. Cacingan, susah buang air kecil:
    15 - 30 gram akar kering lidah buaya direbus, minum.

    5. Luka terpukul, luka dalam (muntah jarah):
    10 - 15 gram bunga kering lidah buaya direbus, minum atau bunga
    ditim dengan arak putih, untuk pemakaian luar.

    6. Kencing darah:
    15 gram daun lidah buaya diperas, ditambah 30 gram gula, ditambah
    air beras secukupnya, minum.

    7. Wasir:
    1/2 batang daun lidah buaya dihilangkan duri-durinya, cuci bersih
    lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok
    makan madu, aduk, saring. Minum sehari 3 kali.

    8. Sembelit:
    1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit dan durinya,
    isinya dicincang, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan
    tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari
    2 kali.

    PERHATIAN :
    Dilarang pakai untuk wanita hamil, gangguan pada sistem pencernaan dan diare.

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pahit, dingin. Anti radang, pencahar (Laxative), parasitiside. Herba ini masuk ke meridian jantung, hati dan pancreas. KANDUNGAN KIMIA: Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin.

    Sumber IPTEK.net.id
     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS