Headlines News :

    Showing posts with label Tapak Dara. Show all posts
    Showing posts with label Tapak Dara. Show all posts

    Daftar Tanaman Obat Untuk Diabetes

    1 Tapak Dara
    Catharantus roseus (L.) G. Don. Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);

    2 Ciplukan
    Physalis peruviana, Linn. Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa);

    3 Tunjung
    Nymphaea lotus L. Tarate kecil, tarate utan, tunjung putih (Indonesia); Tunjung bodas, tunjung tutur (Sunda).;

    4 Daun Sendok
    Plantago mayor L. Ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan,; Sangkabuah, sangkabuah, sangkuah, sembung otot,; suri pandak (Jawa). daun urat. daun urat-urat, daun sendok,; Ekor angin, kuping menjangan (Sumatera). ; Torongoat (Minahasa). ; Che qian cao (China), ma de, xa tien (Vietnam),; Weegbree (Belanda), plantain, greater plantain, ; Broadleaf plantain, rat's tail plantain, waybread,; White man's foot (Inggris).;

    5 Kompri
    Symphytum officinale L. Em, Kompri, komring (Jawa).; K'ang fu li (China), comfrey, knitbone (Inggris).;

    6 Iler
    Coleus scutellarioides, Linn,Benth Iler (Indonesia), Kentangan (Jawa), Jawer Kotok (Sunda);

    7 Murbei
    Morus alba L. Besaran (Indonesia). murbai, besaran (Jawa).; Kerta, kitau (Sumatera).; Sangye (China), may mon, dau tam (Vietnam), morus leaf,; morus bark,morus fruit, mulberry leaf, mulberry bark,; mulberry twigs, white mulberry, mulberry (Inggris).;

    8 Jambu Biji
    Psidium guajava, Linn. Psidium guajava (Inggris/Belanda), Jambu Biji (Indonesia); Jambu klutuk, Bayawas, tetokal, Tokal (Jawa); Jambu klutuk, Jambu Batu (Sunda), Jambu bender (Madura);

    9 Jambu Monyet
    Anacardium occidentale, Linn. Cashew (Inggris), Jambu Moyet, Jamu mente (Indonesia); Jambu mete (Jawa), Jambu mede (Sunda), Gaju (Lampung);
    10 Belimbing Manis Averhoa carambola Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis);

    11 Belimbing Asam
    Averhoa bilimbi. Belimbing Asam (Indonesia), Calincing (sunda),; Blimbing wuluh (Jawa), Bhalimbing bulu (Madura),; Blimbing buluh (Bali), Selimeng (Aceh), Balimbing (Lampung); Balimbeng (Flores), Celane (Bugis), Takurela (Ambon);

    12 Kacapiring
    Gardenia augusta, Merr. Kacapiring (Indonesia, Sunda), Ceplong piring (Jawa); Jempiring (Aceh), Menlu bruek, Raja putih (Aceh);

    13 Petai Cina
    Leucaena leucocephala, Lmk. de wit Petai cina (Indonesia), Kemlandingan, Lamtoro (Jawa); Palanding, Peuteuy selong (Sunda), Kalandingan (Madura);

    14 Kedelai
    Glycine max, (Linn.) Merrill. Soybean (Inggris), Kedelai (Indonesia), Kedhele (Madura); Kedelai, Kacang jepun, Kacang bulu (Sunda), Lawui (Bima); Dele, Dangsul, Dekeman (Jawa), Retak Menjong (Lampung); Kacang Rimang (Minangkabau), Kadale (Ujung Pandang);

    15 Sambiloto
    Andrographis paniculata Ness. Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).;

    16 Pulai
    Alstonia scholaris [L.] R. Br. Lame (Sunda), pule (Jawa), polay (Madura). kayu gabus,; pulai (Sumatera).hanjalutung (Kalimantan).kaliti, reareangou,; bariangow, rariangow, wariangow, mariangan, deadeangow,; kita (Minahasa), rite (Ambon), tewer (Banda), Aliag (Irian),; hange (Ternate). devil's tree, ditta bark tree (Inggris).; Chatian, saitan-ka-jhad, saptaparna (India, Pakistan).; Co tin pat, phayasattaban (Thailand).;

    17 Teh
    Camellia sinensis [L.] Kuntze Enteh (Sunda).; Pu erh cha (China), theler (Perancis), teestrauch (Jerman),; Te (Itali), cha da India (Portugis), tea (Inggris).;

    18 Apel
    Pyrus malus, Linn Apel (Indonesia, Malang), Apple (Inggris), Appel (Perancis);;

    19 Kunyit
    Curcuma longa Linn. Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);

    20 Keji Beling
    Stachytarpheta mutabilis, Vahl. Keji Beling (Indonesia), Ngokilo (Jawa);

    21 Alpokat
    Persea gratissima Gaertn. Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat (Jawa). apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);

    22 Ngokilo
    Stachytarpheta mutabilis, Vahl. Ngokilo, enyoh kelo, keci beling, keji beling (Jawa).; Daun picah beling (Jakarta).;

    23 Lenglengan
    Leucas lavandulifolia Smith Paci-paci (Sunda), sarap nornor (Madura). daun setan, ; Lenglengan, lingko-lingkoan, nienglengan, plengan (Jawa); Gofu hairan (Ternate), laranga (Tidore).;

    24 Mahoni
    Swietenia mahagoni Jacq. Mahagoni, maoni, moni.;

    Sumber : IPTeknet

    Penyakit Gondongan atau Parotitis

    Gondongan atau istilah kedokterannya Parotitis. Sebagian besar penderita adalah anak anak, walau penderita dari golongan dewasa tidak bisa dibilang sedikit. Penderita biasanya, demam dan bengkak pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

    Gondongan sendiri oleh infeksi virus Paramiksovirus RNA yang ditularkan melalui percikan air ludah pembawa virus. Karena cara infeksi yang demikian mudah, maka penyakit Gondongan akan sangat mudah menyebar terutama di lingkungan yang padat. Masa inkubasi atau masa sejak masuknya kuman ke dalam tubuh sampai timbulnya gejala adalah 18 hari.

    Gejala dari Gondongan: demam, lemas, susah membuka mulut, pembengkakan pada kelenjar parotis di pipi, pada laki laki dewasa juga bisa terjadi pembengkakan pada buah zakar, peradangan pada pankreas.

    Pengobatan pasien gondongan sebenarnya tidak begitu spesifik seperti halnya infeksi virus yang lain. Pengobatan hanya untuk menghilangkan gejala. Diharapkan penyakit ini akan sembuh sendiri selama 3 sampai 4 hari.

    Ada beberapa tanaman obat yang dapat mengurangi demam dan mempercepat penyembuhan penyakit gondongan antara lain :

    1 Tapak Dara,
    Catharantus roseus (L.) G. Don. Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);
    Ramuan : Bahan: 1 genggam daun tapakdara, ditumbuk halus lalu ditempelkan pada gondongan.

    2 Daun duduk,
    Desmodium triquetrum [L.] D.C. Genteng cangkeng, ki congcorang, potong kujang,; cen-cen (Sunda), ), daun duduk, sosor bebek, gulu walang,; Gerji,cocor bebek (Jawa). daun duduk (Sumatera); Three-flowered desmodium (Inggris).;

    3 Padi ,
    Oryza Sativa L Pare, pantun, pari, padi (Jawa). pade, rom, r. pedeh, page,; eme, ome, banih, padi, pai, pari, pagri (Sumatera). wanat, ; fasa, alai, ara, fala, hala, ala hutu, ala utu, ala utut, hala,; alac tuwa, pinge, pinye, samasi, bira (Maluku). ame, eme,; pai, pae, bai, ase (Sulawesi). Pare, kekai, parei, bani, ; Parai, parei, pari (Kalimantan). padi, pantu, pantun, pade,; pare, fare, pari, pane, pare ui, hade aik, ale (N.Tenggara).; Reis (Jerman), riz (Perancis), riyst (Belanda), rice (Inggris).;

    4 Jarong,
    Achyranthes aspera Linn. Jarongan, jarong lalaki, daun sangketan, nyarang (jawa).; Sui in sui, sangko hidung (Sulawesi), ; Rai rai, dodinga (Maluku).; Dao kou cao (China).;

    5 Rumput Mutiara,
    Hedyotis corymbosa (L.] Lamk. Rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia); Daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta); Katepan, urek-urek polo (Jawa), Pengka (Makasar); Shui xian cao (China).;

    6 Belimbing wuluh,
    Averrhoa bilimbi L. Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo),; Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),; balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu),; Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),; Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).; Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores),; Libi (Sawu), belerang (Sangi).;

    7 Kembang Sore,
    Abutilon indicum (L.) Sweet Cemplok (Jawa), Barulau, belalang sumpa (Palembang); Jeuleupa (Aceh), Kembang sore kecil (Maluku),; Gandera ma cupa (Ternate);

    Referensi:
    http://www.blogdokter.net/2007/05/17/gondongan-parotitis/
    http://www.iptek.net.id/

    Segala Tanaman obat untuk diabetes (kencing manis)

    Pengaturan makanan berperan utama dalam kehidupan pasien diabetes. Diet dan mengkonsumsi Herbal (Tumbuh-tumbuhan Obat) sangat dianjurkan untuk menangani penyakit Gula (Diabetes), diet makanan sehat dan berserat, menghindari makanan yang digoreng dan yang berminyak atau makanan berbumbu, Pasien Diabetes harus lebih banyak memakan sayuran hijau dan buah-buahan pada saat makan malam maupun makan siang.

    Banyak tanaman disekitar kita yang dapat digunakan untuk mengobati kencing manis. Mudah ditanam dan dimanfaatkan. Selain pengaturan diet yang baik beberapa tanaman berikut secara empiris digunakan sebagai obat kencing manis.

    Tabel 1. Daftar tanaman tunggal yang secara empirik digunakan untuk diabetes dan cara penggunaannya.

    No

    Nama tanaman

    Bagian digunakan

    Jmlh diolah

    Cara olah

    Dosis/hari

    1

    Sambiloto

    Daun segar

    ½ ggm

    Rebus

    3 x

    2

    Lidah buaya

    Daun segar

    2 helai

    Rebus

    3 x

    3

    Pule

    Kulit kayu

    2 jari

    Rebus

    3 x

    4

    Sembung

    Biji kering

    20 lb

    Rebus

    3 x

    5

    Jamblang

    Biji

    1 sdt

    Seduh

    3 x

    6

    Petai Cina

    Umbi

    1 sdt

    Seduh

    3 x

    7

    Bidara Upas

    Umbi

    1/3 jr

    Parut + 20 ml air

    3 x

    8

    Mengkudu

    Buah masak

    2 bh

    Diparut, disari

    3 x

    9

    Daun lampas

    Daun segar

    ¾ ggm

    Rebus

    3 x

    10

    Terung ngor

    Buah

    10 bh

    Dimakan

    3 x

    11

    Mahoni

    Biji kering

    ½ sdt

    Seduh

    3 x

    12

    Tapak dara

    Slruh bgn tnman

    30 lb+6 bt

    Rebus tinggal 3/4

    3 x

    Tabel 2. Ramuan berasal dari tanaman obat untuk kencing manis

    No

    Ramuan

    Bagian digunakan

    Jumlah diolah

    Cara olah

    Dosis/hari

    1

    Sambiloto

    Kumis kucing

    Brotowali

    Daun

    Daun

    Batang

    1/3 ggm

    1/3 ggm

    ¾ jr

    Direbus 3 gl , tinggal ¾ nya

    3 x

    2

    Meniran

    Sambiloto

    Ketumpangan uler

    Kumis kucing

    Daun

    Daun

    Daun

    Daun

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    1/3 ggm

    Direbus 3 gl , tinggal ¾ nya

    3 x

    3

    Duwet

    Pulai

    Mengkudu

    Temulawak

    Jahe

    Biji

    Kulit batang

    Buah

    Rimpang

    Rimpang

    20 butir

    1 jari

    ½ bh

    ¾ jari

    ¾ jari

    Direbus 5 gl hingga ½ nya

    3 x

    4

    Urat

    Brotowali

    Kumis kucing

    Adas

    Pulosari

    Daun

    Batang

    Daun

    Buah

    Kulit batang

    1/3 ggm

    ½ jari

    ¼ ggm

    ¾ sdt

    ¾ jari

    Direbus 3 gl hingga ¾ nya

    3 x

    5

    Bidara upas

    Duwet

    Pulai

    Lidah buaya

    Meniran

    Kumis kucing

    Umbi

    Biji

    Kulit batang

    Daun

    Daun

    Daun

    ½ jari

    10 butir

    ¾ jari

    ½ plh

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    Direbus 3 gls hingga ¾ nya

    3 x

    6

    Iler

    Meniran

    Murbei

    Kaki kuda

    Sembung

    Kumis kucing

    Adas

    Pulosari

    Daun

    Daun

    Daun

    Daun

    Daun

    Daun

    Buah

    Kulit

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    1/5 ggm

    ¼ ggm

    ¼ ggm

    1/5 ggm

    ¾ sdt

    ¾ jari

    Direbus 4 gls hingga ¾ nya

    3 x

    Keterangan : ggm = genggam, bh = buah, btr = butir, jr = jari, gl = gelas, lb= lembar, bt= batang.

    Bacaan lebih lanjut :

    1. Widowati L, Dzulkarnain, Saroni. Tanaman obat untuk Diabetes Melitus. Cermin Dunia Kedokteran 1997; 116: 53-60

    Tapak Dara (Catharanthus roseus )

    Tapak dara merupakan sebuah spesies pokok yang juga terdapat di Madagascar. Pokok ini juga dikenali dengan nama lain seperti pokok Kemunting Cina, pokok Rumput Jalang, pokok Kembang Sari Cina, atau pokok Ros Pantai. Nama saintifiknya Catharanthus roseus.

    Pokok bunga Tapak Dara tergolong dalam tumbuhan renek yang sering ditanam sebagai pokok hiasan. Pokok bunga Tapak Dara mempunyai ketinggian 60 cm dengan daun berwarna hijau tua berukuran 2-4 cm yang berbulu di sisinya. Daunnya juga tersusun secara bertentangan.

    Pokok bunga Tapak Dara mempunyai bunga yang terdiri dari 5 kelopak dan bewarna dari putih, biru, merah jambu dan juga ungu.

    Bahan dari pokok ini digunakan untuk merawat leukemia dan penyakit Hodgkin. Pokok ini mengalami bahaya kepupusan akibat ditebang secara agresif.

    Pokok bunga Tapak Dara adalah pokok yang di anggap beracun dengan bahan aktif seperti Vincristine, vinblastine, reserpine, ajmalicine dan serpentine. Kandungan lain Pokok bunga Tapak Dara adalah Catharanthine, leurosine, norharman, lochnerine, tetrahydroalstonine, vindoline, vindolinine, akuammine, vincamine, vinleurosin dan vinrosidin.

    Kesan keracunan Pokok bunga Tapak Dara menunjukkan tanda-tanda seperti demam, loya dan muntah-muntah dalam tempoh 24 jam. Tanda-tanda yang lain adalah neuropati, kehilangan refleks tendon, berhalusinasi, koma, sawan dan kematian.

    Bunga tapak dara adalah salah satu bunga yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bunga mungil ini memang sangat mudah ditanam dan bisa ditemukan di berbagai tempat dengan iklim yang berbeda-beda.

    Di Indonesia tapak dara dikenal dengan bermacam-macam nama, seperti di Sulawesi disebut sindapor, Sunda disebut kembang tembaga, Jawa kembang tapak daro. Di berbagai negara di dunia menyebut tapak dara ini seperti Malaysia dikenal dengan kemunting Cina/ runput jala, Piliphina dikenal dengan tsitsirika, Vietnam dikenal dengan hoa hai dang, Cina dikenal dengan chang chun hua,Inggris dikenal dengan rose periwinkle, Belanda dikenal dengan soldaten bloem.

    Klasifikasi bunga tapak dara ini adalah:

    Kingdom : Plantae (tumbuhan)
    Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
    Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
    Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
    Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil
    Sub-kelas : Asteridae
    Ordo : Gentianales
    Familia : Apocynaceae
    Genus : Catharanthus
    Spesies : Catharanthus roseus (L.) G. Don

    Tapak dara berasal dari benua Amerika Tengah, tetapi sekarang sudah menyebar ke segala penjuru. Bisa tumbuh baik mulai daratan rendah sampai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Pada dasarnya, ia menyukai tempat-tempat yang terbuka, tapi tak menutup kemungkinan bisa tumbuh di tempat yang agak terlindung pula.

    Tapak dara ini dapat dapat dikenal dengan Bunganya muncul dari ketiak daun. Warna bunga ada yang putih, ada pula yang merah muda. Kelopak bunga kecil, berbentuk paku. Mahkota bunga berbentuk terompet, dan ujungnya melebar. Tepi bunga datar, terdiri dari taju bunga berbentuk bulat telur, dan ujungnya runcing menutup ke kiri. Tapak dara memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Buahnya berbentuk silindris, ujung lancip, berbulu, panjang sekitar 1,5 - 2,5 cm, dan memiliki banyak biji.

    Kemudian batangnya berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas, bercabang, dan berambut sangat lebat. Tinggi tanaman bisa mencapai 0,2 - 1 meter, dan mengandung getah. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau, dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Panjang daun sekitar 2 - 6 cm, lebar 1 - 3 cm, dan tangkai daunnya sangatpendek.

    Tapak dara biasanya diperbanyak dengan bijinya yang lembut. Caranya, sediakan biji-biji yang tua, lalu semaikan pada suatu tempat persemaian. Masukkan biji ke dalam tanah, lalu tutup dengan lapisan tanah setipis tebal bijinya. Rajinlah menyiram. Bila biji-biji mulai tumbuh, dan tingginya sudah mencapai sekitar 15 - 20 cm, silahkan dipindahkan ke tempat yang diinginkan. Jika ingin ditanam dalam pot, tentu perlu disiapkan pot dan media tanamnya. Pot bisa dari tanah liat, semen, atau kaleng bekas. Media tanamnya berupa campuran tanah subur, kompos, dan pupuk kandang (2 : 1 : 1). Bibit langsung ditanam, dan setelah itu diletakkan di tempat teduh. Seminggu kemudian, ditempatkan di tempat terbuka.

    Jika ingin ditanam di kebun pekarangan, perlu dibuat lubang tanah berukuran 15 x 151 x 15 cm, dengan jarak di antara lubang 50 cm. Tiap lubang diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 1,5 kg. Masukkan bibit ke dalam lubang, lalu timbun dengan tanah, dan siram.

    Untuk perawatannya, tapak dara tidak menuntut perawatan khusus. Asal disiram dan diberi pupuk, sudah cukup. Pada awal pertumbuhan, gunakan pupuk yang kandungan nitrogennya tinggi, atau pupuk daun yang disemprotkan pada permukaan bawah daun di pagi hari. Kemudian, ketika tanaman mulai berbunga, untuk merangsang pembungaan, dapat digunakan pupuk yang memiliki kandungan fosfor tinggi. Nah, jika rajin merawat, tentulah dijamin tapak dara akan berbunga sepanjang tahun.

    Selain indah tampilannya, tapak dara juga menyimpan rahasia pengobatan alternatif. Hasil penelitian para pakar Kanada - Ely Lilly, Svoboda, dan Noble - serta laporan H. Sutarno dan Radjiman menunjukkan bahwa ada empat zat dalam tapak dara yang bisa dimanfaatkan: Vinblasine, ternyata bisa dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit leukemia. Vincristine, disamping dipakai dalam pengobatan leukemia, juga kanker payudara, dan tumor ganas lainnya. Vindesine, dipakai dalam pengobatan leukemia pada anak-anak, dan penderita tumor pigmen. Vinorelbine, seringkali digunakan sebagai bahan pengobatan untuk mencegah pembelahan kelenjar. Adapun resepnya sebagai berikut: - Sediakan 22 helai daun tapak dara, kulit kayu pulasari (Alyxia reinwardti), dan buah adas (Foeniculum vulgare). - Cuci bersih, lalu rebus dalam air bersih sebanyak 3 gelas. - Tambahkan gula merah secukupnya, dan biarkan mendidih, hingga nantinya tinggal separuhnya. - Setelah dingin, saring, lalu diminum. Lakukan sehari 3 kali, setiap kali minum sebanyak setengah gelas. Minumlah selama sebulan. [[ms:Pokok Bunga Tapak Dara]

    Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Tapak_dara"
    Hak Cipta (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.
    51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA
    Semua orang diperbolehkan untuk menyalin dan mendistribusikan
    salinan sama persis dari dokumen lisensi ini, namun
    tak diperkenankan untuk mengubahnya.

    Tanaman Obat Tapak Dara



    Catharantus roseus (L.) G. Don.)
    Sinonim :
    Lochnera rosea, Reich. Vinca rosea, Linn. Ammoallis rosea, Small.

    Familia :
    Apocynaceae
    Uraian :
    Tapakdara (Catharanthus roseus) banyak dipelihara sebagai tanaman hias. Tapakdara sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu putih dan merah. Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 100 cm ini, sebenarnya merupakan tumbuhan liar yang biasa tumbuh subur di padang atau dipedesaan beriklim tropis. Ciri-ciri tumbuhan Tapakdara : memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tapakdara juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji.

    Nama Lokal :
    Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);
    Penyakit Yang Dapat Diobati :Diabetes, Hipertensi, Leukimia, Asma, Bronkhitis, Demam; Radang Perut, Disentri, Kurang darah, Gondong, Bisul, Borok; Luka Bakar, Luka baru, Bengkak;

    Komposisi :
    Dari akar, batang, daun hingga bunga Tapak dara mengandung unsur-unsur zat kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan. Antara lain vinkristin, vinrosidin, vinblastin dan vinleurosin merupakan kandungan komposisi zat alkaloid dari tapakdara.

    Resep :
    1. Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis)
    a. Bahan: 10 - 16 lembar daun tapakdara.

    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga
    tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai
    sembuh.
    b. Bahan: 35 - 45 gram daun tapakdara kering, adas pulawaras
    Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai
    mendidih hingga tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai
    sembuh.
    c. Bahan: 3 lembar daun tapakdara, 15 kuntum bunga tapakdara
    Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga
    tinggal 1,5 gelas
    Cara menggunakan: diminum pagi dan sore setelah makan.

    2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
    a. Bahan: 15 - 20 gram daun tapakdara kering, 10 gram bunga krisan
    Cara membuat: direbus dengan 2,5 gelas air sampai mendidih dan
    disaring.
    Cara menggunakan: diminum tiap sore.
    b. Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara
    Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa
    saat dan disaring
    Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

    3. Leukimia
    Bahan: 20-25 gram daun tapakdara kering, adas pulawaras.
    Cara membuat: direbus dengan 1 liter air dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

    4. Asma dan bronkhitis
    Bahan: 1 potong bonggol akar tapakdara
    Cara membuat: direbus dengan 5 gelas air.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

    5. Demam
    Bahan: 1 genggam (12 -20 gram) daun tapakdara, 3 potong batang
    dan akar tapakdara
    Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga
    tinggal 1,5 gelas.
    Cara menggunakan: diminum pagi dan sore ditambah gula kelapa.

    6. Radang Perut dan disentri
    Bahan: 15 - 30 gram daun tapakdara kering
    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.
    Cara menggunakan: diminum pagi dan sore dan ditambah dengan
    gula kelapa.

    7. Kurang darah
    Bahan: 4 putik bunga tapakdara putih.
    Cara membuat: direndam dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh di luar
    rumah semalam.
    Cara menggunakan: diminum pagi hari dan dilakukan secara teratur.

    8. Tangan gemetar
    Bahan: 4 - 7 lembar daun tapakdara
    Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum biasa.

    9. Gondong, bengkak, bisul dan borok
    Bahan: 1 genggam daun tapakdara
    Cara membuat: ditumbuk halus.
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka bakar.

    10. Luka bakar
    Bahan: beberapa daun tapak dara, 0,5 genggam beras.
    Cara membuat: direndam dengan air, kemudian ditumbuk
    bersama-sama sampai halus.
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka bakar.

    11. Luka baru , luka baru
    Bahan: 2 - 5 lembar daun tapakdara
    Cara membuat: dikunyah sampai lembut.
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka baru.

    Sumber : Sentra Informasi IPTEK
     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS