Headlines News :

    Showing posts with label Jambu biji. Show all posts
    Showing posts with label Jambu biji. Show all posts

    Ramuan Ajaib, Mengatasi Demam Berdarah Dengue Secara Alami

    Oleh : Moch. Syakir
    Menurut data departemen Kesehatan, pada awal tahun 2007 saja jumlah penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) telah mencapai 16.803 orang dan 267 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang meninggal tersebut jauh lebih banyak dibanding kasus kematian manusia karena flu burung atau Avian
    Influenza (AI).

    Meski pemerintah telah menghimbau kepada semua rumah sakit di seluruh Indonesia, baik swasta maupun pemerintah, mengutamakan pelayanan kepad penderita DBD, tetapi karena penyakit ini telah begitu mewabah korban tetap berjatuhan. Pada umumnya, mereka yang meninggal karena DBD adalah karena terlambat diobati.

    Penyakit DBD sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan sejak dini dengan menggunakan tanaman yang relatif mudah diperoleh dan murah harganya. ”Kami telah memiliki ramuan obat dari tanaman yang secara empiris bisa menyembuhkan pasien terkena DBD”, kata Kepala Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) Dr.Moch Syakir kepada Sinar Tani di ruang kerjanya.

    Bahkan bisa disebut ramuan yang dihasilkan Balittro tersebut adalah ramuan ajaib. Waktu itu, pernah ada pasien terkena DBD yang tidak kebagian tempat di rumah sakit, lalu diobati dengan ramuan Balittro. ”Alhamdulillah pasien tersebut trombositnya naik dan akhirnya sembuh”, ungkap Moch Syakir.

    Mengingat banyak kasus yang terkena DBD, yakni hingga puluhan ribu orang, Moch Syakir berpendapat bahwa pencegahan merupakan tindakan yang akan lebih efektif. Apalagi penyebaran penyakit ini lewat nyamuk sebagai vektornya.

    Tanaman Pengusir Nyamuk
    Pencegahan bisa dilakukan dengan mengusir nyamuk di lingkungan tinggal dengan menggunakan tanaman pengusir nyamuk penyebab DBD. Tanaman tersebut dapat disimpan di dalam atau ditanam di halaman rumah.

    Nyamuk penular (vektor) penyakit demam berdarah memang sulit untuk ditanggulangi. Tetapi ada satu cara yang efektif dan murah untuk menghindarinya, yakni dengan mengusir nyamuk dari lingkungan sekitar kita atau mencegah agar nyamuk tidak sampai menggigit dengan menggunakan tanaman obat.

    Beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk pengusir nyamuk antara lain:
    Zodia (Evodia suaveolens), sera wangi (Cymbopogon nardus), Lavender (Lavandula latifolia), Geranium (Geranium homeanum), nilam (Pogostemon cablin) dan mimba (Azadirachta indica). ”Semua tanaman obat tersebut ada di Balittro”, tambah Moch Syakir.

    Dijelaskan, Zodia, serai wangi, geranium dan lavender dapat langsung digunakan untuk mengusir nyamuk dengan cara menanam di pot kemudian disimpan di dalam rumah atau ditanam di halaman rumah. Tanaman pengusir nyamuk ini juga bisa dibuat lotion yang dioleskan ke tubuh sehingga nyamuk enggan untuk menggigit. Kelebihan lotion ini adalah tidak memberikan efek negatif pada kulit.

    Tanaman Obat DBD
    Sedangkan untuk pengobatan penderita DBD, ada beberapa tanaman yang telah terbukti secara empiris dapat mengobati penyakit DBD antara lain: kunyit (Curcuma domesticaL.), temu ireng (Curcuma aeruginosa L.), meniran (Phyllanthus nirun L.), pepaya (Carica papaya L.) dan jambu biji (Psidium guajava L.).

    Bahkan daun jambu biji telah teruji secara klinis dapat meningkatkan trombosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kering daun jambu biji setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah trombosit >100.000/μl setelah 12-14 jam, tanpa efek samping yang berarti. Namun demikian untuk mengobati suatu penyakit biasanya tanaman obat tidak bekerja sendiri-sendiri harus dicampurkan menjadi suatu ramuan obat.

    Sumber : Moch. Syakir, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Puslitbangbun, dimuat pada Tabloid Sinar Tani, 7 Maret 2007

    Ramuan Obat Tradisional Demam Berdarah

    Demam berdarah disebabkan virus dengan perantaraan nyamuk aedes aegypti. Gejala demam berdarah adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba, sakit perut, batuk, kerongkongan sakit, dan sesak napas. Pada kulit penderita timbul bintik-bintik merah yang kadang diikuti pula dengan berak darah, pendarahan dari hidung, dan perndarahan pada bagian putih mata.

    Beberapa ramuan untuk penobatan demam berdarah
    (Pilih salah satu resep di bawah ini ):

    Ramuan Obat Tradisional 1 :
    Buatlah jus yang terdiri dari jambu klutuk/jambu biji secukupnya, 10 gram kunyit, dan 10 gram temu lawak.
    Pemakaian : Minum 2 kali sehari

    Ramuan Obat Tradisional 2 :
    30 gram daun dewa segar direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc.
    Pemakaian : Minum selagi hangat sebanyak 2 kali sehari

    Ramuan Obat Tradisional 3 :
    Rebus 30 gram daun patikan kebo dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc.
    Pemakaian : Minum selagi hangat 2 kali sehari
    Ramuan Obat Tradisional 4 :
    Jika demam tinggi: 60 gram daun sambiloto direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc.
    Pemakaian : Minum airnya selagi hangat, konsumsi 2 kali sehari

    Ramuan Obat Tradisional 5 :
    Lubangi ujung 1 butir buah kelapa. Peras 1 butir jeruk nipis, lalu masukkan airnya ke dalam kelapa.
    Pemakaian : Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.

    Ramuan Obat Tradisional 6 :
    10 gram meniran dan 10 gram pegagan dicuci bersih, lalu rebus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas air.
    Pemakaian : Minum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.

    Dari berbagai sumber: http://www.iptek.net.id, www.tanaman-obat.com

    Daftar Tanaman Obat Untuk Diabetes

    1 Tapak Dara
    Catharantus roseus (L.) G. Don. Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);

    2 Ciplukan
    Physalis peruviana, Linn. Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa); Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram); Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak); Leletokan (Minahasa);

    3 Tunjung
    Nymphaea lotus L. Tarate kecil, tarate utan, tunjung putih (Indonesia); Tunjung bodas, tunjung tutur (Sunda).;

    4 Daun Sendok
    Plantago mayor L. Ki urat, ceuli, c. uncal (Sunda), meloh kiloh, otot-ototan,; Sangkabuah, sangkabuah, sangkuah, sembung otot,; suri pandak (Jawa). daun urat. daun urat-urat, daun sendok,; Ekor angin, kuping menjangan (Sumatera). ; Torongoat (Minahasa). ; Che qian cao (China), ma de, xa tien (Vietnam),; Weegbree (Belanda), plantain, greater plantain, ; Broadleaf plantain, rat's tail plantain, waybread,; White man's foot (Inggris).;

    5 Kompri
    Symphytum officinale L. Em, Kompri, komring (Jawa).; K'ang fu li (China), comfrey, knitbone (Inggris).;

    6 Iler
    Coleus scutellarioides, Linn,Benth Iler (Indonesia), Kentangan (Jawa), Jawer Kotok (Sunda);

    7 Murbei
    Morus alba L. Besaran (Indonesia). murbai, besaran (Jawa).; Kerta, kitau (Sumatera).; Sangye (China), may mon, dau tam (Vietnam), morus leaf,; morus bark,morus fruit, mulberry leaf, mulberry bark,; mulberry twigs, white mulberry, mulberry (Inggris).;

    8 Jambu Biji
    Psidium guajava, Linn. Psidium guajava (Inggris/Belanda), Jambu Biji (Indonesia); Jambu klutuk, Bayawas, tetokal, Tokal (Jawa); Jambu klutuk, Jambu Batu (Sunda), Jambu bender (Madura);

    9 Jambu Monyet
    Anacardium occidentale, Linn. Cashew (Inggris), Jambu Moyet, Jamu mente (Indonesia); Jambu mete (Jawa), Jambu mede (Sunda), Gaju (Lampung);
    10 Belimbing Manis Averhoa carambola Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis);

    11 Belimbing Asam
    Averhoa bilimbi. Belimbing Asam (Indonesia), Calincing (sunda),; Blimbing wuluh (Jawa), Bhalimbing bulu (Madura),; Blimbing buluh (Bali), Selimeng (Aceh), Balimbing (Lampung); Balimbeng (Flores), Celane (Bugis), Takurela (Ambon);

    12 Kacapiring
    Gardenia augusta, Merr. Kacapiring (Indonesia, Sunda), Ceplong piring (Jawa); Jempiring (Aceh), Menlu bruek, Raja putih (Aceh);

    13 Petai Cina
    Leucaena leucocephala, Lmk. de wit Petai cina (Indonesia), Kemlandingan, Lamtoro (Jawa); Palanding, Peuteuy selong (Sunda), Kalandingan (Madura);

    14 Kedelai
    Glycine max, (Linn.) Merrill. Soybean (Inggris), Kedelai (Indonesia), Kedhele (Madura); Kedelai, Kacang jepun, Kacang bulu (Sunda), Lawui (Bima); Dele, Dangsul, Dekeman (Jawa), Retak Menjong (Lampung); Kacang Rimang (Minangkabau), Kadale (Ujung Pandang);

    15 Sambiloto
    Andrographis paniculata Ness. Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).;

    16 Pulai
    Alstonia scholaris [L.] R. Br. Lame (Sunda), pule (Jawa), polay (Madura). kayu gabus,; pulai (Sumatera).hanjalutung (Kalimantan).kaliti, reareangou,; bariangow, rariangow, wariangow, mariangan, deadeangow,; kita (Minahasa), rite (Ambon), tewer (Banda), Aliag (Irian),; hange (Ternate). devil's tree, ditta bark tree (Inggris).; Chatian, saitan-ka-jhad, saptaparna (India, Pakistan).; Co tin pat, phayasattaban (Thailand).;

    17 Teh
    Camellia sinensis [L.] Kuntze Enteh (Sunda).; Pu erh cha (China), theler (Perancis), teestrauch (Jerman),; Te (Itali), cha da India (Portugis), tea (Inggris).;

    18 Apel
    Pyrus malus, Linn Apel (Indonesia, Malang), Apple (Inggris), Appel (Perancis);;

    19 Kunyit
    Curcuma longa Linn. Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);

    20 Keji Beling
    Stachytarpheta mutabilis, Vahl. Keji Beling (Indonesia), Ngokilo (Jawa);

    21 Alpokat
    Persea gratissima Gaertn. Apuket, alpuket, jambu wolanda (Sunda), apokat, avokat,; plokat (Jawa). apokat, alpokat, avokat, advokat (Sumatera);

    22 Ngokilo
    Stachytarpheta mutabilis, Vahl. Ngokilo, enyoh kelo, keci beling, keji beling (Jawa).; Daun picah beling (Jakarta).;

    23 Lenglengan
    Leucas lavandulifolia Smith Paci-paci (Sunda), sarap nornor (Madura). daun setan, ; Lenglengan, lingko-lingkoan, nienglengan, plengan (Jawa); Gofu hairan (Ternate), laranga (Tidore).;

    24 Mahoni
    Swietenia mahagoni Jacq. Mahagoni, maoni, moni.;

    Sumber : IPTeknet

    Jambu Biji Tanaman Obat Indonesia

    Jambu Biji
    (Psidium guajava, Linn.)
    Sinonim :

    Familia :
    Myrtaceae

    Uraian :
    Jambu Biji (Psidium guajava) tersebar meluas sampai ke Asia Tenggara termasuk Indonesia, sampai Asia Selatan, India dan Srilangka. Jambu biji termasuk tanaman perdu dan memiliki banyak cabang dan ranting; batang pohonnya keras. Permukaan kulit luar pohon jambu biji berwarna coklat dan licin. Apabila kulit kayu jambu biji tersebut dikelupas, akan terlihat permukaan batang kayunya basah. Bentuk daunnya umumnya bercorak bulat telur dengan ukuran yang agak besar. Bunganya kecil-kecil berwarna putih dan muncul dari balik ketiak daun. Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai pada ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut. Pada umur 2-3 tahun jambu biji sudah mulai berbuah. Bijinya banyak dan terdapat pada daging buahnya.

    Nama Lokal :
    Psidium guajava (Inggris/Belanda), Jambu Biji (Indonesia); Jambu klutuk, Bayawas, tetokal, Tokal (Jawa); Jambu klutuk, Jambu Batu (Sunda), Jambu bender (Madura);

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    1. Diabetes Mellitus

    Bahan: 1 buah jambu biji setengah masak
    Cara membuat: buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan
    direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk
    diambil airnya.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

    2. Maag
    Bahan: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar.
    Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih,
    kemudian disaring untuk diambil airnya.
    Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.

    3. Sakit Perut (Diare dan Mencret)
    Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya
    Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian
    disaring untuk diambil airnya
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

    4. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui
    Bahan: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya.
    Cara menggunakan: dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut,
    airnya ditelan dan ampasnya dibuang.

    5. Masuk Angin
    Bahan: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai
    merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter
    air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

    6. Beser (sering kencing) berlebihan
    Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk
    beras yang digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa).
    Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5
    gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.
    Cara menggunakan: diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.

    7. Prolapsisani
    Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.
    Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih,
    kemudian disaring untuk diambil airnya.
    Cara menggunakan: air ramuan tersebut dalam keadaan masih hangat
    dipakai untuk mengompres selaput lendir poros usus (pusar) pada
    bayi.

    8. Sariawan
    Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.
    Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih,
    kemudian disaring untuk diambil airnya.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

    9. Sakit Kulit
    Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 7 kuntum bunga
    jambu biji.
    Cara membuat: ditumbuk bersama-sama sampai halus
    Cara menggunakan: untuk menggosok bagian kulit yang sakit.

    10. Obat luka baru
    Bahan: 3 pucuk daun jambu biji.
    Cara membuat: dikunyah sampai lembut
    Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian tubuh yang luka agar
    tidak mengelurkan darah terus menerus.

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Buah, daun dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin, sedang pada bunganya tidak banyak mengandung tanin. Daun jambu biji juga mengandung zat lain kecuali tanin, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Kandungan buah jambu biji (100 gr) - Kalori 49 kal - Vitamin A 25 SI - Vitamin B1 0,02 mg - Vitamin C 87 mg - Kalsium 14 mg - Hidrat Arang 12,2 gram - Fosfor 28 mg - Besi 1,1 mg - Protein 0,9 mg - Lemak 0,3 gram - Air 86 gram

    sumber : Ipteknet(http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?mnu=2&id=134)


    Tag : Tanaman OBAT, jambu batu, Jambu biji, Psidium guajava, Diabetes, maag, diare, Masuk angin, beser, prolapsisani, Sariawan, sakit kulit, Luka baru

    Jambu biji atau Jambu Batu

    Jambu batu

    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan: Plantae
    Divisio: Magnoliophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Ordo: Myrtales
    Familia: Myrtaceae
    Genus: Psidium
    Spesies: Psidium guajava

    Nama binomial
    Psidium guajava L.

    Jambu batu (Psidium guajava) atau sering juga disebut jambu biji, jambu siki dan jambu klutuk adalah tanaman tropis yang berasal dari Brazil, disebarkan ke Indonesia melalui Thailand. Jambu batu memiliki buah yang berwarna hijau dengan daging buah berwarna putih atau merah dan berasa asam-manis. Buah jambu batu dikenal mengandung banyak vitamin C.

    KultivarBagian biji yang mudah dikenal dari jambu batuBeberapa macam/kultivar jambu biji dikenal di Indonesia, sebagian dikenal sejak lama, sebagian merupakan introduksi dari negara lain.

    Jambu Pasarminggu
    Jambu pasarminggu memiliki dua varian: berdaging buah putih dan merah. Yang berdaging putih, dikenal sebagai jambu 'susu putih', lebih digemari karena rasanya manis, daging buahnya agak tebal, dan teksturnya lembut. Yang berdaging buah merah kurang disukai karena buahnya cepat membusuk dan rasanya kurang manis. Kulit buahnya tipis berwarna hijau kekuningan bila masak. Bentuk buahnya agak lonjong dengan bagian ujung membulat, sedangkan bagian pangkal meruncing. Jambu pasarminggu merupakan ras lokal.

    Jambu australia
    Jambu biji australia diintroduksi dari Australia. Kekhasannya adalah daunnya berwarna merah keunguan. Walaupun buahnya dapat dimakan, biasanya orang menanam di pekarangan lebih sebagai tanaman hias. Buahnya manis bila sudah masak, tetapi tawar bila belum matang.

    Jambu 'sukun'
    Kata "sukun" berarti "tidak berbiji". Jambu varietas unggul ini memang tidak memiliki biji; kalaupun ada hanya 2-3 biji. Daging buahnya putih kekuningan dengan rasa manis agak asam. Teksturnya agak keras, renyah, dan beraroma wangi. Bentuk buahnya mirip apel, dengan ukuran panjang antara 4-5 cm. Kulit buahnya bila matang berwarna hijau keputihan. Jambu sukun dapat berproduksi terus menerus sepanjang tahun, meskipun relatif sedikit. Namun demikian, jenis jambu ini relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

    Jambu bangkok
    Jambu bangkok merupakan sebutan untuk jambu biji dengan buah yang besar. Beberapa memang diintroduksi dari Thailand. Salah satunya adalah 'jambu sari'. Bentuk buahnya bulat sempurna dengan garis tengah sekitar 10cm. Ukuran buah mentahnya lebih besar daripada ketika matang.

    Perbanyakan
    Jambu dapat diperbanyak dengan biji. Namun demikian, perbanyakan dengan cara ini tidak disukai karena tumbuhannya lama menjadi dewasa dan juga akan berubah sifat dari induknya. Perbanyakan yang sekarang dilakukan adalah secara vegetatif, khususnya dengan cara pencangkokan.

    Kegunaan non-pangan
    Daun jambu biji dikenal sebagai bahan obat tradisional untuk batuk dan diare. Jus jambu biji "bangkok" juga dianggap berkasiat untuk membantu penyembuhan penderita demam berdarah dengue.



    Tag : jambu batu, Jambu biji, Tanaman OBAT, Psidium guajava,

    The apple guava or common guava (Psidium guajava)

    Apple Guava
    Apple Guava (Psidium guajava) fruit
    Scientific classification
    Kingdom: Plantae
    (unranked): Angiosperms
    (unranked): Eudicots
    (unranked): Rosids
    Order: Myrtales
    Family: Myrtaceae
    Subfamily: Myrtoideae
    Tribe: Myrteae
    Genus: Psidium
    Species: P. guajava

    Binomial name
    Psidium guajava L.

    The apple guava or common guava (Psidium guajava; known as Goiabeira or Goiaba in Brazil) is an evergreen shrub or small tree native to Mexico, the Caribbean, and Central and South America.[1] It is easily pollinated by insects; in culture, mainly by the common honey bee, Apis mellifera






     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS