Headlines News :

    Showing posts with label kunyit. Show all posts
    Showing posts with label kunyit. Show all posts

    Kunyit Obat Herbal untuk mengobati Sakit Maag


    Sakit Maag- adalah sakit yang ditimbulkan oleh kelebihan asam yang diproduksi oleh lambung yang menyebabkan iritasi di selaput lendir lambung. Dalam kondisi normal asam diperlukan untuk membantu pencernaan dalam mengolah makanan yang kita makan. Namun produksi asam di lambung dapat lebih besar dari yang dibutuhkan bila pola hidup kita tidak teratur dan sehat.

    Gejala- Sakit saat buang air besar,Mual dan muntah, sering merasa lapar, Perut kembung dan Nyeri yang luar biasa.

    Penyebab- Karena penyakit ini timbul dari lambung maka penyebab yang sering terjadi dikarenakan penderita makannya tidak teratur, terdapat mikroorganisme yang merugikan, mengonsumsi obat-obatan tertentu, atau pola hidup yang kurang sehat seperti mengonsumsi alkohol, pola tidur yang tidak teratur dan stress.

    Selain itu, menurut Jamie Koufman, MD, dan Jordan Stern, MD, penulis buku In Dropping Acid: The Reflux Diet Cookbook & Cure, ada tujuh jenis makanan yang berpotensi meningkatkan asam lambung justru banyak terdapat dalam menu harian kita:1.Cokelat; 2.Minuman bersoda; 3. Makanan yang digoreng;4. Minuman beralkohol; 5. Produk olahan susu yang tinggi lemak; 6. Daging yang berlemak; 7. Kafein.


    Kunyit mengobati Sakit Maag
    Penyakit ini bisa disembuhkan dengan mengonsumsi kunyit (Curcuma longa atau C domestica), yang banyak ditemukan di setiap dapur di rumah. Sifat-sifat kunyit yang dapat menyembuhkan luka sudah dilaporkan sejak 1953. Hasil penelitian menunjukkan, dengan kunyit laju penyembuhan meningkat 23,3 persen pada kelinci dan 24,4 persen pada tikus.

    Pemberian ekstrak air atau ekstrak etanol kunyit secara oral pada kelinci secara nyata menurunkan sekresi asam lambung dan meningkatkan produksi mukus pada mukosa lambung. Bahkan, penyembuhannya dilakukan dengan menetralkan asam lambung, mengurangi produksi asam lambung, mengobati infeksi pada selaput lendir lambung, dan mengurangi rasa sakit akibat iritasi selaput lendir atau kekejangan otot dinding lambung.

    Selain mengonsumsi kunyit yang telah diolah menjadi minuman, kepada penderita dianjurkan pula untuk makan dalam jumlah sedikit tetapi sering. Penyembuhan sakit maag juga bisa dengan menggunakan tanaman obat. Dengan mencampur tanaman yang mempunyai sifat demulcent, antasid, dan astringent, akan dapat diperoleh sediaan paling baik untuk pengobatan luka pada usus. Dosisnya masing-masing 165 mg/kg bobot badan untuk jus kunyit dan 10 gram/kg bobot badan untuk bubuk kunyit.

    Kandungan aktif kunyit mengarah kepada penemuan curcumin. Secara eksperimental curcumin efektif mencegah dan memperbaiki luka lambung yang diinduksi oleh phenylbutazone dan aspirin. Curcumin meningkatkan mukus lambung sehingga aktivitas nyeri lambung dapat dijelaskan melalui stimulasi produksi mukus. Percobaan klinis efek kunyit pada penderita dilakukan terhadap 10 pasien.

    Obat diberikan secara oral dengan dosis dua kapsul 250 mg selama empat kali sehari, setengah sampai satu jam sebelum makan dan sebelum tidur. Pemeriksaan endoskopik dijalankan periodik sebelum pengobatan dan 4, 8, 12 minggu setelah pengobatan. Maag sepenuhnya terobati pada lima pasien dalam waktu empat minggu atau tujuh pasien dalam empat sampai 12 minggu.

    Sumber :
    - okezone.com, tipsku.info, cintaherbal.wordpress.com, female.kompas.com

    Ramuan Ajaib, Mengatasi Demam Berdarah Dengue Secara Alami

    Oleh : Moch. Syakir
    Menurut data departemen Kesehatan, pada awal tahun 2007 saja jumlah penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) telah mencapai 16.803 orang dan 267 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang meninggal tersebut jauh lebih banyak dibanding kasus kematian manusia karena flu burung atau Avian
    Influenza (AI).

    Meski pemerintah telah menghimbau kepada semua rumah sakit di seluruh Indonesia, baik swasta maupun pemerintah, mengutamakan pelayanan kepad penderita DBD, tetapi karena penyakit ini telah begitu mewabah korban tetap berjatuhan. Pada umumnya, mereka yang meninggal karena DBD adalah karena terlambat diobati.

    Penyakit DBD sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan sejak dini dengan menggunakan tanaman yang relatif mudah diperoleh dan murah harganya. ”Kami telah memiliki ramuan obat dari tanaman yang secara empiris bisa menyembuhkan pasien terkena DBD”, kata Kepala Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) Dr.Moch Syakir kepada Sinar Tani di ruang kerjanya.

    Bahkan bisa disebut ramuan yang dihasilkan Balittro tersebut adalah ramuan ajaib. Waktu itu, pernah ada pasien terkena DBD yang tidak kebagian tempat di rumah sakit, lalu diobati dengan ramuan Balittro. ”Alhamdulillah pasien tersebut trombositnya naik dan akhirnya sembuh”, ungkap Moch Syakir.

    Mengingat banyak kasus yang terkena DBD, yakni hingga puluhan ribu orang, Moch Syakir berpendapat bahwa pencegahan merupakan tindakan yang akan lebih efektif. Apalagi penyebaran penyakit ini lewat nyamuk sebagai vektornya.

    Tanaman Pengusir Nyamuk
    Pencegahan bisa dilakukan dengan mengusir nyamuk di lingkungan tinggal dengan menggunakan tanaman pengusir nyamuk penyebab DBD. Tanaman tersebut dapat disimpan di dalam atau ditanam di halaman rumah.

    Nyamuk penular (vektor) penyakit demam berdarah memang sulit untuk ditanggulangi. Tetapi ada satu cara yang efektif dan murah untuk menghindarinya, yakni dengan mengusir nyamuk dari lingkungan sekitar kita atau mencegah agar nyamuk tidak sampai menggigit dengan menggunakan tanaman obat.

    Beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk pengusir nyamuk antara lain:
    Zodia (Evodia suaveolens), sera wangi (Cymbopogon nardus), Lavender (Lavandula latifolia), Geranium (Geranium homeanum), nilam (Pogostemon cablin) dan mimba (Azadirachta indica). ”Semua tanaman obat tersebut ada di Balittro”, tambah Moch Syakir.

    Dijelaskan, Zodia, serai wangi, geranium dan lavender dapat langsung digunakan untuk mengusir nyamuk dengan cara menanam di pot kemudian disimpan di dalam rumah atau ditanam di halaman rumah. Tanaman pengusir nyamuk ini juga bisa dibuat lotion yang dioleskan ke tubuh sehingga nyamuk enggan untuk menggigit. Kelebihan lotion ini adalah tidak memberikan efek negatif pada kulit.

    Tanaman Obat DBD
    Sedangkan untuk pengobatan penderita DBD, ada beberapa tanaman yang telah terbukti secara empiris dapat mengobati penyakit DBD antara lain: kunyit (Curcuma domesticaL.), temu ireng (Curcuma aeruginosa L.), meniran (Phyllanthus nirun L.), pepaya (Carica papaya L.) dan jambu biji (Psidium guajava L.).

    Bahkan daun jambu biji telah teruji secara klinis dapat meningkatkan trombosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kering daun jambu biji setiap 4-6 jam meningkatkan jumlah trombosit >100.000/μl setelah 12-14 jam, tanpa efek samping yang berarti. Namun demikian untuk mengobati suatu penyakit biasanya tanaman obat tidak bekerja sendiri-sendiri harus dicampurkan menjadi suatu ramuan obat.

    Sumber : Moch. Syakir, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Puslitbangbun, dimuat pada Tabloid Sinar Tani, 7 Maret 2007

    Tumbuhan obat Kunyit (Curcuma longa Linn.)

    Kunyit
    (Curcuma longa Linn.)
    Sinonim :
    Curcuma domestica Val. C. domestica Rumph. C. longa Auct.

    Familia :
    Zingiberaceae

    Uraian :
    Kunyit (Curcuma domestic) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat, habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

    Nama Lokal :
    Saffron (Inggris), Kurkuma (Belanda), Kunyit (Indonesia); Kunir (Jawa), Koneng (Sunda), Konyet (Madura);

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Diabetes melitus, Tifus, Usus buntu, Disentri, Sakit keputihan; Haid tidak lancar, Perut mulas saat haid, Memperlancar ASI; Amandel, Berak lendir, Morbili, Cangkrang (Waterproken);

    Pemanfaatan :
    1. Diabetes mellitus
    Bahan: 3 rimpang kunyit, 1/2 sendok the garam
    Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air
    sampai mendidih, kemudian disaring.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali seminggu 1/2 gelas.

    2. Tifus
    Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 bonggol sere, 1 lembar daun sambiloto
    Cara membuat: Semua bahan tersebut ditumbuk halus dan dipipis, kemudian ditambah 1 gelas air masak yang masih hangat, dan di saring.
    Cara mengunakan: diminum, dan dilakukan selama 1 minggu berturut-turut.

    3. Usus buntu
    Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir buah jeruk nipis, 1 potong gula
    kelapa/aren. Garam secukupnya.
    Cara membuat: Kunyit diparut dan jeruk nipis diperas, kemudian dicampur dengan bahan yang lain dan disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan:diminum setiap pagi setelah makan, secara
    teratur.

    4. Disentri
    Bahan: 1-2 rimpang kunyit, gambir dan kapur sirih secukupnya
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.
    Cara menggunakan:diminum dan diulangi sampai sembuh.

    5. Sakit Keputihan
    Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun beluntas, 1 gagang buah asam, 1 potong gula kelapa/aren
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian di saring.
    Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

    6. Haid tidak lancar
    Bahan: 2 rimpang kunyit, 1/2 sendok Teh ketumbar, 1/2 sendok Teh
    biji pala, 1/2 genggam daun srigading.
    Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring
    Cara menggunakan:diminum 1 gelas sehari.

    7. Perut mulas pada saat haid
    Bahan: 1 rimpang kunyit sebesar 4 cm, 1 rimpang jahe sebesar 4 cm,
    1/2 rimpang kencur sebesar 4 cm
    Cara membuat: semua bahan tersebut dicuci bersih dan diparut untuk diambil airnya, kemudian di tambah dengan perasan jeruk nipis, diseduh dengan 1/2 gelas air panas dan disaring.
    Cara menggunakan:ditambah garam dan gula secukupnya dan diminum pada hari pertama haid.

    8. Memperlancar ASI
    Bahan: 1 rimpang kunyit
    Cara membuat: kunyit ditumbuk sampai halus
    Cara menggunakan: dioleskan sebagai kompres diseputar buah dada 1 kali setiap 2 hari.

    9. Cangkrang (Waterproken)
    Bahan: 2 rimpang kunyit, 1 genggam daun eceng,
    Cara Membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
    Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang kena cangkrang.

    10. Amandel
    Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 butir jeruk nipis, 2 sendok madu
    Cara membuat: Kunyit diparut, jeruk diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu dan 1/2 gelas air hangat, diaduk sampai merata dan disaring
    Cara menggunakan:diminum secara rutin 2 hari sekali.

    11. Berak lendir
    Bahan: 1 rimpang kunyit, 1 potong gambir, 1/4 sendok makan kapur sirih
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1/2 gelas, pagi dan sore.

    12. Morbili
    Bahan: 1 rimpang kunyit dan 1 rimpang dringo bengle
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai
    halus
    Cara menggunakan:dioleskan pada seluruh badan sebagai bedak

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat- zat manfaat lainnya Kandungan Zat : Kurkumin : R1 = R2 = OCH3 10 % Demetoksikurkumin : R1 = OCH3, R2 = H 1 - 5 % Bisdemetoksikurkumin: R1 = R2 = H sisanya Minyak asiri / Volatil oil (Keton sesquiterpen, turmeron, tumeon 60%, Zingiberen 25%, felandren, sabinen, borneol dan sineil ) Lemak 1 -3 %, Karbohidrat 3 %, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, Garam-garam Mineral (Zat besi, fosfor, dan kalsium) sisanya .
    Sumber IPTEK Net

    Tags : Amandel, ASI tidak lancar, berak lendir, Cangkrang, Curcuma longa, Diabetes, disentri, haid tidak lancar, Keputihan, kunyit, morbili, Nyeri haid, Tanaman OBAT, Tifus, Usus buntu

    Turmeric (Curcuma longa)

    Scientific classification
    Kingdom: Plantae
    Order: Zingiberales
    Family: Zingiberaceae
    Genus: Curcuma
    Species: C. longa

    Binomial name
    Curcuma longa
    Linnaeus[1]


    Turmeric (Curcuma longa) is a rhizomatous herbaceous perennial plant of the ginger family, Zingiberaceae. It is native to tropical South Asia and needs temperatures between 20° C and 30° C, and a considerable amount of annual rainfall to thrive. Plants are gathered annually for their rhizomes, and re-seeded from some of those rhizomes in the following season.

    The rhizomes are boiled for several hours and then dried in hot ovens, after which they are ground into a deep orange-yellow powder commonly used as a spice in curries and other South Asian and Middle Eastern cuisine, for dyeing, and to impart color to mustard condiments. Its active ingredient is curcumin and it has an earthy, bitter, peppery flavor and a mustardy smell.

    Turmeric is often misspelled (or pronounced) as tumeric. In medieval Europe, turmeric became known as Indian Saffron, since it is widely used as an alternative to the far more expensive saffron spice.

    Sangli, a town in the southern part of the Indian state of Maharashtra, is the largest and most important trading centre for turmeric in Asia or perhaps in the entire world.[2]

    Usage
    Culinary uses

    In non-Indian recipes, turmeric is sometimes used as a coloring agent. It has found application in canned beverages, baked products, dairy products, ice cream, yogurt, yellow cakes, orange juice, biscuits, popcorn color, sweets, cake icings, cereals, sauces, gelatins, etc. It is a significant ingredient in most commercial curry powders.

    Although usually used in its dried, powdered form, Turmeric is also used fresh - much like ginger. It has numerous uses in far east recipes, such as fresh turmeric pickle (which contains large chunks of soft turmeric).

    Turmeric (coded as E100 when used as a food additive) is used to protect food products from sunlight. The oleoresin is used for oil-containing products. The curcumin/polysorbate solution or curcumin powder dissolved in alcohol is used for water containing products. Over-coloring, such as in pickles, relishes and mustard, is sometimes used to compensate for fading.

    In combination with annatto (E160b), turmeric has been used to color cheeses, yogurt, dry mixes, salad dressings, winter butter and margarine. Turmeric is also used to give a yellow color to some prepared mustards, canned chicken broths and other foods (often as a much cheaper replacement for saffron).

    Turmeric is widely used as a spice in South Asian and Middle Eastern cooking. Momos (Nepali meat dumplings), a traditional dish in South Asia, are spiced with turmeric.


    Medicinal uses
    Main article: Curcumin
    In Ayurvedic medicine, turmeric is thought to have many medicinal properties and many in India use it as a readily available antiseptic for cuts, burns and bruises. Practitioners of Ayurvedic medicine say it has fluoride which is thought to be essential for teeth. It is also used as an antibacterial agent.

    It is taken in some Asian countries as a dietary supplement, which allegedly helps with stomach problems and other ailments. It is popular as a tea in Okinawa, Japan. It is currently being investigated for possible benefits in Alzheimer's disease, cancer and liver disorders.

    Turmeric rhizomeIt is only in recent years that Western scientists have increasingly recognised the medicinal properties of turmeric. In the latter half of the 20th century, curcumin was identified as responsible for most of the biological effects of turmeric. According to a 2005 article in the Wall Street Journal, research activity into curcumin is exploding. In that year supplement sales increased 35% from 2004, and the U.S. National Institutes of Health had four clinical trials underway to study curcumin treatment for pancreatic cancer, multiple myeloma, Alzheimer's, and colorectal cancer.

    Cosmetics
    Turmeric is currently used in the formulation of some sunscreens. Turmeric paste is used by some Indian women to keep them free of superfluous hair. Turmeric paste is applied to bride and groom before marriage in some places of India, Bangladesh, and Pakistan, where it is believed turmeric gives glow to skin and keeps some harmful bacteria away from the body.

    The government of Thailand is funding a project to extract and isolate tetrahydrocurcuminoids (THC) from turmeric. THCs (not to be confused with tetrahydrocannabinol, also known as THC) are colorless compounds that might have antioxidant and skin-lightening properties and might be used to treat skin inflammations, making these compounds useful in cosmetics formulations.


    Dye
    Turmeric makes a great fabric dye but it is not very lightfast (the degree to which a dye resists fading due to light exposure). Colour fastness will remain for long time before redyeing is necessary approximately once yearly. Turmeric is commonly used in Indian clothing, such as saris. No mordant is required when using turmeric saving a step in the dye process & eliminating the use of potentially toxic mordants. Turmeric produces beautiful golds, yellows & greenish yellow, reddish brwon, ochre etc depending on the fibre used & how many times the daybath is used. Lots of reliable information ( online, local library, bookstores etc) is readily available regarding natural dyeing with turmeric


    Gardening
    Turmeric can also be used to deter ants. The exact reasons why turmeric repels ants is unknown, but anecdotal evidence suggests it works.[citation needed]


    Ceremonial uses
    Turmeric is also used in various rituals, such as the turmeric ceremony or gaye holud, part of the Bengali wedding.

    Names in other languages
    European languages
    Curcuma in French and Portuguese
    Cúrcuma or Palillo (South America) in Spanish
    Kurkuma in Finnish, Hungarian, and Polish
    Kurkuma or Japonský šafrán (lit. "Japanese saffron") in Czech
    Kurkuma or Geelwortel (lit. "yellow root") in Dutch
    Kurkuma or Gelbwurz (lit. "yellow root") in German
    Куркума kurkuma in Macedonian and Russian
    Gurkemeje in Danish
    Gurkemeie in Norwegian
    Gurkmeja in Swedish

    Middle Eastern languages
    كركم kurkum in Arabic
    Դեղին կոճ deghin koch (lit. "yellow seed") in Armenian
    Sarıkök (lit. "yellow root") in Azeri
    כורכום kurkum in Hebrew
    زه‌رده‌چه‌وه zardachawa in Kurdish
    زردچوبه zardchubeh in Persian
    Zerdeçal, Hint safranı (lit. "Indian saffron") in Turkish

    South Asian languages
    हरिद्रा haridrā or वरवर्णिनी varavarṇinī in Sanskrit
    হলদি holdi or হলুদ holud (lit. "yellow") in Bengali
    haldar in Gujarati
    हल्दी haldī in Hindi
    हळद haḷad in Marathi
    हल्दी haldi or besar in Nepali
    haladi in Oriya
    ਹਲਦੀ haldi in Punjabi
    haldī in Urdu
    আন্দি andi in Bishnupriya Manipuri
    ಅರಿಶಿಣ arishina in Kannada
    ಮ0ಜಲ್ Manjal in Tulu
    മഞ്ഞള്‍ manjal in Malayalam
    पालु pālu in Nepal Bhasa
    Kaha in Sinhala
    மஞ்சள் manjal (lit. "yellow") in Tamil
    పసుపు pasupu in Telugu

    [edit] East and Southeast Asian languages
    姜黄 jiang huang (lit. "ginger yellow") in Chinese
    Kunyit in Indonesian and Malay
    欝金 ukon in Japanese
    Lmeat in Khmer
    강황 kang hwang in Korean
    ขมิ้น khamin in Thai
    Nghệ in Vietnamese

    Other languages
    ‘Ōlena in Hawaiian
    Safran in Mauritian Creole
    Haruut in Somali

    Chemistry
    Turmeric contains up to 5% essential oils and up to 3% curcumin, a polyphenol. It is the active substance of turmeric and it is also known as C.I. 75300, or Natural Yellow 3. The systematic chemical name is (1E,6E)-1,7-bis(4-hydroxy-3-methoxyphenyl)-1,6-heptadiene-3,5-dione.

    It can exist at least in two tautomeric forms, keto and enol. The keto form is preferred in solid phase and the enol form in solution.


    References
    ^ "Curcuma longa information from NPGS/GRIN". www.ars-grin.gov. Retrieved on 2008-03-04.
    ^ SANGLI...The Turmeric City of India n home of brights

    Source from wikipedia

    Tags : Curcuma longa, kunyit, Turmeric, Tanaman OBAT,
     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS