Headlines News :

    Showing posts with label Darah Tinggi. Show all posts
    Showing posts with label Darah Tinggi. Show all posts

    Tempuyung Tanaman Obat Indonesia

    Tempuyung
    (Sonchus arvensis L.)
    Sinonim :

    Familia :
    Asteraccae (Compositac)

    Uraian :
    Tempuyung tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing-tebing, tepi saluran air, atau tanah terlantar, kadang ditanam sebagai tumbuhan obat. Tumbuhan yang berasal dari Eurasia ini bisa ditemukan pada daerah yang banyak turun hujan pada ketinggian 50 - 1.650 m dpl. Terna tahunan, tegak, tinggi 0,6 - 2 m, mengandung getah putih, dengan akar tunggang yang kuat. Batang berongga dan berusuk. Daun tunggal, bagian bawah tumbuh berkumpul pada pangkal membentuk roset akar. Helai daun berbentuk lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal bentuk jantung, tepi berbagi menyirip tidak teratur, panjang 6 - 48 cm, lebar 3 - 12 cm, warnanya hijau muda. Daun yang keluar dari tangkai bunga bentuknya lebih kecil dengan pangkal memeluk batang, letak berjauhan, berseling. Perbungaan berbentuk bonggol yang tergabung dalam malai, bertangkai, mahkota bentuk jarum, warnanya kuning cerah, lama kelamaan menjadi merah kecokelatan. Buah kotak, berusuk lima, bentuknya memanjang sekitar 4 mm, pipih, berambut, cokelat kekuningan. Ada keaneka-ragaman tumbuhan ini. Yang berdaun kecil disebut lempung, dan yang berdaun besar dengan tinggi mencapai 2 m disebut rayana. Batang muda dan daun walaupun rasanya pahit bisa dimakan sebagai lalap. Perbanyakan dengan biji.

    Nama Lokal :
    Jombang, j. lalakina, galibug, lempung, rayana (Sunda).; Tempuyung (Jawa).; Niu she tou (China), laitron des champs (Perancis).; Sow thistle (Inggris).;
    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Batu saluran kencing, batu empedu, disentri, wasir, rematik goat,; Radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis), bisul; Beser mani (spermatorea), darah tinggi (hipertensi), luka bakar,; Pendengaran kurang (tuli), memar.;

    Pemanfaatan :

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun atau seluruh tumbuhan.

    INDIKASI :
    Tempuyung dapat mengatasi:
    - batu saluran kencing dan batu empedu,
    - radang usus buntu (apendisitis), radang payudara (mastitis),
    - disentri,
    - wasir,
    - beser mani (spermatorea),
    - darah tinggi (hipertensi),
    - pendengaran berkurang (tuli),
    - rematik gout, memar, dan
    - bisul, luka bakar.

    CARA PEMAKAIAN :
    Daun atau seluruh tumbuhan sebanyak 15 - 60 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling halus lalu ditempelkan ke tempat yang sakit atau diperas dan airnya untuk kompres bisul, luka bakar, dan wasir.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Radang payudara
    Tumbuhan tempuyung segar sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas
    air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu
    diminum sekaligus. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

    2. Bisul
    Batang dan daun tempuyung segar secukupnya dicuci bersih lalu
    ditumbuk halus. Air perasannya digunakan untuk mengompres bisul.

    3. Darah tinggi, kandung kencing dan kandung empedu berbatu
    Daun tempuyung segar sebanyak 5 lembar dicuci lalu diasapkan
    sebentar. Makan sebagai lalap bersama makan nasi. Lakukan 3 kali
    sehari.

    4. Kencing batu
    a. Daun tempuyung kering sebanyak 250 mg direbus dengan 250 cc
    air bersih sampai tersisa 150 cc. Setelah dingin disaring, dibagi
    untuk 3 kali minum. Habiskan dalam sehari. Lakukan setiap hari
    sampai sembuh.

    b. Daun tempuyung, daun avokad (Persea americana), daun sawi
    tanah (Nasturtium montanum), seluruhnya bahan segar sebanyak 5
    lembar, dan 2 jari gula enau dicuci bersih lalu direbus dalam 3
    gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring. Air
    yang terkumpul diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

    c. Daun tempuyung dan daun keji beling (Strobilanthes crispus)
    segar masing-masing 5 lembar, jagung muda 6 buah, dan 3 jari gula
    enau dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3
    gelas air bersih sampai tersisa 3/4-nya. Setelah dingin disaring,
    lalu diminum 3 kali sehari, masing-masing 3/4 gelas.

    5. Pendengaran berkurang (tuli)
    Herba tempuyung segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air masak.
    Giling sampai halus, lalu diperas dengan kain bersih. Airnya
    diteteskan pada telinga yang tuli. Lakukan 3-4 kali sehari.

    CATATAN :
    Kapsul Prolipid yang diindikasikan untuk pengobatan kolesterol tinggi dan menjaga kelangsingan tubuh mengandung tumbuhan obat ini.

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Tempuyung rasanya pahit dan dingin. KANDUNGAN KIMIA : Tempuyung mengandung oc-laktuserol, P-laktuserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, dan taraksasterol. EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL PENELITIAN : 1. Penelitian pengaruh ekstrak air dan ekstrak alkohol daun tempuyung terhadap volume urine tikus in vivo dan pelarutan batu ginjal in vitro, menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: a. daun tempuyung tidak secara jelas mempunyai efek diuretik, namun mempunyai daya melarutkan batu ginjal. b. daya melarutkan batu ginjal oleh ekstrak air lebih baik daripada ekstrak alkohol (Giri Hardiyatmo, Fak. Farmasi UGM, 1988). 2. Praperlakuan flavonoid fraksi etil asetat daun tempuyung mampu menghambat hepatotoksisitas karbon tetrakiorida (CCL 4) yang diberikan pada mencit jantan (Atiek Liestyaningsih, Fak. Farmasi UGM, 1991).
    sumber : iptek.net.id

    Sambiloto Tanaman Obat Diabetes

    (Andrographis paniculata Ness.)
    Sinonim :
    = Andrographis paniculata, Ness. = Justicia stricta, Lamk. = J.paniculata, Burm. = J.latebrosa, Russ.

    Familia :
    Acanthaceae

    I. Uraian Tumbuhan Obat. Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka, seperti di kebun, tepi sungai, tanah kosong yang agak lernbap, atau di pekarangan. Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Terna semusim, tinggi 50 - 90 cm, batang disertai banyak cabang berbentuk segi empat (kwadrangularis) dengan nodus yang membesar. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk lanset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2 - 8 cm, lebar 1 - 3 cm. Perbungaan rasemosa yang bercabang membentuk malai, keluar dari. ujung batang atau ketiak daun. Bunga berbibir berbentuk tabung;kecil- kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong, panj ang sekitar 1,5 cm, lebar 0,5 cm, pangkal dan ujung tajam, bila masak akan pecah mernbujur menjadi 4 keping-Biji gepeng, kecil-kecil, warnanya cokelat muda. Perbanyakan dengan biji atau setek batang. II. Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 1 m - 700 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 2.000 mm - 3.000 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 7 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 4 bulan - 7 bulan · Suhu udara : 250 C - 320 C · Kelembapan : sedang · Penyinaran : sedang b. Tanah · Tekstur : berpasir · Drainase : baik · Kedalaman air tanah : 200 cm - 300 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : di atas 25 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 5,5 - 6,5 · Kesuburan : sedang - tinggi 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah · Buatkan lubang tanam berukuran 25 cm x 25 cm x 25 cm b. Persiapan bibit · Biji disemaikan dalam kantong plastik. c. Penanaman · Bibit ditanam pada lubang tanam yang telah disediakan dengan jarak tanam 1,5 m x 1,5 m

    Nama Lokal :
    Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Hepatitis, infeksi saluran empedu, disentri basiler, tifoid, diare, ; Influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, malaria, ; Radang paru (pneumonia), radang saluran napas (bronkhitis),; Radang ginjal akut (pielonefritis), radang telinga tengah (OMA), ; Radang usus buntu, sakit gigi, demam, kencing nanah (gonore),; Kencing manis (diabetes melitus), TB paru, skrofuloderma,; Batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma), leptospirosis,; Darah tinggi (hipertensi), kusta (morbus hansen=lepra),; Keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,; Kanker:penyakit trofoblas, kehamilan anggur (mola hidatidosa),; Trofoblas ganas (tumor trofoblas), tumor paru.;

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
    Herba. Dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan.

    INDIKASI :
    Tanaman obat sambiloto ini berkhasiat untuk mengatasi:
    - hepatitis, infeksi saluran empedu,
    - disentri basiler, tifoid, diare, influenza, radang amandel (tonsilitis),
    abses paru, radang paru (pneumonia), radang saluran napas
    (bronkhitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga
    tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi,
    - demam, malaria,
    - kencing nanah (gonore),
    - kencing manis (DM),
    - TB paru, skrofuloderma, batuk rej an (pertusis), sesak napas (asma),
    - darah tinggi (hipertensi),
    - kusta (morbus hansen = lepra),
    - leptospirosis,
    - keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut,
    - kanker: penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (mola hidatidosa)
    dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru.

    CARA PEMAKAIAN :
    Herba kering sebanyak 10 - 20 g direbus atau herba kering digiling halus menjadi bubuk lalu diseduh, minum atau 3 - 4 kali sehari, 4 - 6 tablet. Untuk pengobatan kanker, digunakan cairan infus, injeksi, atau tablet. Untuk pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau digiling halus dan dibubuhkan ke tempat yang sakit, seperti digigit ular berbisa, gatal-gatal, atau bisul.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Tifoid
    Daun sambiloto segar sebanyak 10 - 15 lembar direbus dengan 2
    gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan
    madu secukupnya lalu diminum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari.

    2. Disentri basiler, diare, radang saluran napas, radang paru
    Herba kering sebanyak 9 - 15 g direbus dengan 3 gelas air sampai
    tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Air rebusannya diminum
    sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

    3. Disentri
    Herba krokot segar (Portulaca oleracea) sebanyak 500 g diuapkan
    selama 3 - 4 menit, lalu ditumbuk dan diperas. Air perasan yang
    terkumpul ditambahkan bubuk kering sambiloto sebanyak 10 g
    sambil diaduk. Campuran tersebut lalu diminum, sehari 3 kali
    masing-masing 1/3 bagian.

    4. Influenza, sakit kepala, demam
    Bubuk kering sambiloto sebanyak 1 g diseduh dengan cangkir air
    panas. Setelah dingin diminum sekaligus, Lakukan 3 - 4 kali sehari.

    5. Demam
    Daun sambiloto segar sebanyak 1 genggam ditumbuk. Tambahkan
    1/2 cangkir air bersih, saring lalu minum sekaligus. Daun segar yang
    digiling halus juga bisa digunakan sebagai tapal badan yang panas.

    6. TB paru
    Daun sambiloto kering digiling menjadi bubuk. Tambahkan madu
    secukupnya sambil diaduk rata lalu dibuat pil dengan diameter 0,5
    cm. Pil ini Ialu diminum dengan air matang. Sehari 2 - 3 kali, setiap
    kali minum 15 - 30 pil.

    7. Batuk rejan (pertusis), darah tinggi
    Daun sambiloto segar sebanyak 5 - 7 lembar diseduh dengan 1/2
    cangkir air panas. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk.
    Setelah dingin minum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

    8. Radang paru, radang mulut, tonsilitis
    Bubuk kering herba sambiloto sebanyak 3 - 4,5 g diseduh dengan
    air panas. Setelah dingin tambahkan madu secukupnya lalu diminum
    sekaligus.

    9. Faringitis
    Herba sambiloto segar sebanyak 9 g dicuci lalu dibilas dengan air
    matang. Bahan tersebut lalu dikunyah dan aimya ditelan.

    10. Hidung berlendir (rinorea), infeksi telinga tengah (OMA), sakit gigi
    Herba sambiloto segar sebanyak 9 - 15 g direbus dengan 3 gelas air
    sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kali
    sehari @ 1/2 gelas. Untuk OMA, herba segar dicuci lalu digiling
    halus dan diperas. Airnya digunakan untuk tetes telinga.

    11. Kencing manis
    Daun sambiloto segar sebanyak 1/2 genggam dicuci lalu direbus
    dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin
    disaring, lalu diminum sehabis makan, 3 kali sehari @ 3/4 gelas.

    12. Kencing nanah
    Sebanyak 3 tangkai sambilo

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : : Herba ini rasanya pahit, dingin, masuk meridian paru, lambung, usus besar dan usus kecil. KANDUNGAN KIMIA : Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11-12-didehidroandrografolid, dan homoandrografolid. Juga terdapat flavonoid, alkane, keton, aldehid, mineral (kalium, kalsium, natrium), asam kersik, dan damar. Flavotioid diisolasi terbanyak dari akar, yaitu polimetoksiflavon, andrografin, pan.ikulin, mono-0- metilwithin, dan apigenin-7,4- dimetileter. Zat aktif andrografolid terbukti berkhasiat sebagai hepatoprotektbr (melindungi sel hati dari zat toksik). Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : 1. Herba ini berkhasiat bakteriostatik pada Staphylococcus aurcus, Pseudomonas aeruginosa, Proteus vulgaris, Shigella dysenteriae, dan Escherichia coli. 2. Herba ini sangat efektif untuk pengobatan infeksi. In vitro, air rebusannya merangsang daya fagositosis sel darah putih. 3. Andrografolid menurunkan demam yang ditimbulkan oleh pemberian vaksin yang menyebabkan panas pada kelinci. 4. Andrografolid dapat mengakhiri kehamilan dan menghambat pertumbuhan trofosit plasenta. 5. Dari segi farmakologi, sambiloto mempunyai efek muskarinik pada pembuluh darah, efek pada jantung iskeniik, efek pada respirasi sel, sifat kholeretik, antiinflamasi, dan antibakteri. 6. Komponen aktifnya seperti ncoandrografolid, andrografolid, deoksiandrografolid dan 14-deoksi-11, 12-didehidroandrografolid berkhasiat antiradang dan antipiretik. 7. Pemberian rebusan daun sambiloto 40% bly sebanyak 20 milkg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus putih (W. Sugiyarto, Fak. Farmasi UGM, 1978). 8. Infus daun sarnbiloto 5%, 10% dan 15%, semuanya dapat menurunkan suhu tubuh marmut yarrg dibuat demam (Hasir, jurusan Farmasi, FMIPA UNHAS, 1988). 9. Infus herba sambiloto mempunyai daya antijamur terhadap Microsporum canis, Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, Candida albicans, dan Epidermophyton floccosum (Jan Susilo*, Endang Hanani **, A. Soemiati** dan Lily Hamzah**, Bagian Parasitologi FK UI* dan Jurusan Farmasi FMIPAUI**, Warta Perhipba No.Flll, Jan-Maret 1995). 10. Fraksi etanol herba sambiloto mempunyai efek antihistaminergik. Peningkatan konsentrasi akan meningkatkan hambatan kontraksi ileum marmot terisolasi yang diinduksi dengan histamin dihidroksiklorida (Yufri Aidi, N.C. Sugiarso, Andreanus, AA.S., Anna Setiadi Ranti, Jurusan Farmasi FMIPA, ITB, Warta Tumbuhan Obat Indonesia vol. 3 No. 1, 1996).

    Sumber : Sentra Informasi IptekNet

    Kacang buncis

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    Kacang buncis.Kacang buncis merupakan sejenis sayur kacang yang berbuah dan sangat kaya dengan kandungan protein. Ia dipercayai berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Kacang buncis atau nama saintifiknya adalah Phaseolus vulgaris mengandungi berbagai khasiat yang tidak terdapat pada tumbuhan sekelurga dengannya.

    Kacang buncis tumbuh melilit, mempunyai akar tunjang dan sisi yang panjang dan memerlukan tiang untuk memanjat.

    Sayur yang kaya dengan protein dan vitamin ini membantu menurunkan tekanan darah serta mengawal metabolisme gula dalam darah dan amat sesuai dimakan oleh mereka yang menghidapi penyakit kencing manis atau darah tinggi. Kacang ini dapat membantu mengatasi masalah mereka. Ini kerana ujian makmal telah menunjukkan kacang ini mengandung serat dan enzim yang dapat membantu menurunkan berat badan.


    sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_buncis
    Photographer: wanko from Japan

    Resep Tanaman Obat Sambung nyawa

    Diabetes Melitus
    Siapkan tujuh lembar daun sambung nyawa yang masih segar. Cuci dan bilas dengan air matang. Makan daun tadi sebagai lalap mentah bersama dengan nasi. Lakukan dua kali sehari masing-masing tujuh lembar daun.

    Darah tinggi
    Ambil tujuh lembar daun sambung nyawa. Cuci bersih kemudian dimakan sehari sekali sebagai lalapan. Bisa juga ditumis atau dikukus sebentar sebelum dimakan atau dibuat jus. Lakukan hal ini dengan rutin.

    Radang pita tenggorokan dan sinusitis
    Siapkan empat lembar daun sambung nyawa buat anak-anak atau tujuh lembar untuk dewasa. Cuci lalu dimakan mentah atau dinikmati dengan dibuat jus. Lakukan sehari sekali.

    Tumor
    Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan setiap hari. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan secara teratur setiap kali makan nasi.
    Pantangannya: ikan asin, cabai, tauge, tape, sawi putih, kangkung, nanas, durian, lengkeng, nangka es, alkohol, limun dan vetzin.

    Lever
    Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan bersama nasi setiap hari. Lakukan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Hendaknya berpantang makanan berlemak.

    Ambeien
    Makan tiga lembar daun sambung nyawa segar sebagai lalapan. Lakukan setiap hari dan secara teratur. Jangan lupa dicuci bersih. Lakukan pantangan daging kambung dan makanan pedas.

    Kolesterol tinggi
    Gunakan tiga lembar daun sambung nyawa segar untuk dibuat jus atau dimakan sebagai lalapan. Lakukan setiap hari secara teratur.


    Maag
    Cuci bersih tiga lembar daun sambung nyawa mentah segar kemudian dimakan sebagai lalapan setiap hari. Lakukan secara teratur. Pantangan: makanan yang pedas dan asam.


    Kena bisa ulat dan semut hitam

    Selembar daun segar digosokkan pada bagian tubuh yang gatal hingga daun tersebut mengeluarkan iar dan hancur. Lakukan dua kali selama dua jam sekali.

    Ambil 20 lembar daun. Cuci dan digiling halus, beri air garam seperlunya. Ramuan ini berguna untuk mengurap sebanyak gigitan/sengatan, lalu dibalut (1-2 kali sehari sebanyak yang diperlukan).

    Eksim
    Siapkan bahan berupa tujuh lembar daun sambung nyawa, asam 10 gr, rimpang temulawak 5 jari, gula jawa 20 gr, segenggam sambiloto. Rebus semua bahan dengan dua gelas air hingga mendidih dan tersisa hingga separuhnya. Kemudian saring dan diminum sekaligus. Ulangi setiap hari selama lima hari berturut-turut.

    Bisul
    Tumbuk beberapa lembar daun sambung nyawa, adas pulosari, dan kapur sirih hingga halus. Kemudian oleskan atau balurkan pada bisul.

    Tetanus
    Siapkan bahan berupa lima lembar daun sambung nyawa, asam tengguli 3 jari, rimpang kencur 2 jari, rimpang bangle setengah jari, daun sambung 10 lembar, gula enau 3 jari. Semua bahan dipotong-potong dan direbis dengan air sebanyak empat gelas hingga mendidih dan tersisa tiga gelas. Dinginkan dan saring, kemudian minum tiga kali sehari sebanyak satu gelas.

    Sumber: CBN

    Resep Obat dari Tanaman Mengkudu (Noni)

    Nama lain Mengkudu (Morinda citrifolia, Linn.) ; Pace, Kemudu, Kudu (Jawa); Cengkudu (Sunda), Kodhuk (Madura), Wengkudu (Bali);

    Komposisi :
    Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Hipertensi, Sakit kuning, Demam, Influenza, Batuk, Sakit perut; Menghilangkan sisik pada kaki;

    1. Hipertensi
    Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok
    makan madu.
    Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,
    kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali.

    2. Sakit Kuning
    Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong
    gula batu.
    Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,
    kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum dan diulangi 2 hari sekali.

    3. Demam (masuk angin dan infuenza)
    Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur;
    Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

    4. Batuk
    Bahan: 1 buah Mengkudu dan ½ genggam daun poo (bujanggut) atau Mint ;
    Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

    5. Sakit Perut
    Bahan: 2-3 daun Mengkudu
    Cara Membuat: ditumbuk halus, ditambah garam dan diseduh air
    panas.
    Cara menggunakan: setelah dingin disaring dan diminum.

    6. Menghilangkan sisik pada kaki
    Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.
    Cara menggunakan: bagian kaki yang bersiisik digosok dengan buah
    mengkudu tersebut sampai merata, dan dibiarkan selama 5-10 menit,
    kemudian dibersihkan dengan kain bersih yang dibasahi dengan air
    hangat.


    Sumber data : Sentra Informasi IPTEK
    Image : Wilfredo R. Rodríguez H

    "Liquid Island Noni," Dr. Neil Solomon

    Dalam publikasinya yang berjudul "Liquid Island Noni," Dr. Neil Solomon mendokumentasikan hasil dari studi klinis yang melibatkan 8000 pasien yang telah diberi mengkudu dibawah pengawasan dokter medis.
    Dokter-dokter ini memonitor kefektifan dari mengkudu dalam mengobati pada lebih 20 masalah kesehatan, dari arthritis sampai kanker. Dalam percobaan itu dilaporkan bahwa sebanyak 79% dari pasien mengalami kondisi membaik atau sembuh sebagai hasil setelah mengkonsumsi mengkudu. Sekarang lebih dari 5000 dokter di seluruh dunia menganjurkan pasiennya untuk mengkonsumsi pasien untuk penyembuhan.

    Hasil Penelitian terhadap 8000 PASIEN
    Kondisi Penyakit dan yang tertolong (%)
    Kanker 67%
    Sakit Jantung 80%
    Stroke 58%
    Diabetes, Tipe 1+2 83%
    Lesu 91%
    Peningkatan Daya Seksualitas 88%
    Pembinaan Otot 71%
    Kegemukan (obesity) 72%
    Tekanan Darah Tinggi 87%
    Perokok 58%
    Arthritis 80%
    Nyeri 87%
    Depresi 77%
    Alergi 85%
    Masalah Pencernaan 89%
    Masalah Pernafasan 78%
    Masalah Tidur 72%
    Lemah Konsentrasi 89%
    Peningkatan perasaan sehat fisik & fikiran 79%
    Peningkatan kecerdasan dan kecerdasan berfikir 73%
    Masalah buah pinggang (ginjal) 66%
    Stress 71%

    Penggunaan Noni juga dapat bersamaan dengan pengobatan lain karena tidak ditemukannya interaksi negatif. Bahkan pada beberapa kasus Noni dapat membantu kerja obat lain menjadi lebih efektif.

    Noni dilaporkan juga aman untuk ibu hamil dan menyusui.

    Kondisi tertolong bagi orang yang mengambil Noni (n=>8000)
    Tabel di atas disadur dari buku NATURE'S AMAZING HEALER, NONI ditulis oleh NEIL SOLOMON, MD., Ph.D. hal. 46.
     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS