Headlines News :

    Showing posts with label Sakit Kepala. Show all posts
    Showing posts with label Sakit Kepala. Show all posts

    Bunga Melati (jasminum sambac) Tanaman Herbal untuk Demam dan Sakit Kepala

    Jasminum sambacImage by ramadoni via Flickr
    Melati (jasminum sambac) termasuk tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Bunganya berwarna putih mungil dan berbau harum, sering digunakan untuk berbagai kebutuhan. Melati, dapat berbunga sepanjang tahun dan dapat tumbuh subur pada tanah yang gembur dengan ketinggian sekitar 600 atau 800 meter diatas permukaan laut, asalkan mendapatkan cukup sinar matahari. Melati dapat dikembangbiakkan dengan cara stek. Tunas-tunas baru akan tampak setelah berusia sekitar 6 minggu.

    Nama Lokal :
    Jasmine (Inggris), Jasmin (Perancis), Yasmin (Arab); Melati (Indonesia), Melur (Jawa), Malati (Sunda); Malate (Madura), Menuh (Bali);

    Ramuan Obat:
    1. Menghentikan ASI yang keluar berlebihan
    Bahan: 1 genggam daun melatiJustify Full
    Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus
    Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi
    sebelum mandi.

    2. Sakit mata (mata merah atau belek)
    Bahan: 1 genggam daun melati
    Cara membuat: bahan tersebut dipipis halus
    Cara menggunakan: ditempel pada dahi, apabila sudah kering
    diganti baru, ulangi sampai sembuh.

    3. Bengkak akibat serangan daun lebah
    Bahan: 1 genggam bunga melati
    Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas sampai halus
    Cara menggunakan: ditempel pada bagian yang disengat lebah.

    4. Demam dan sakit kepala
    Bahan: 1 genggam daun melati, 10 bunga melati
    Cara membuat: bahan tersebut diremas-remas dengan tangan,
    kemudian direndam dengan air dalam rantang
    Cara menggunakan: air rendaman ini digunakan untuk kompres dahi

    5. Sesak napas
    Bahan: 20 lembar daun melati dan garam secukupnya
    Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai
    mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring.
    Cara menggunakan: ditempel di seputar buah dada, setiap pagi
    sebelum mandi.

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Melati mengandung senyawa-senyawa unsur kimia yang besar manfaatnya untuk pengobatan. Kandungan kimia yang ada tersebut antara lain indol, benzyl, livalylacetaat.

    Sumber : iptek.net.id
    Enhanced by Zemanta

    Daun Encok Tanaman Obat

    Daun Encok
    (Plumbago zeylanica L.)

    Sinonim :
    = P. auriculata, Bl. = Tela alba, Lour.

    Familia :
    Plumbaginaceae




    Uraian :

    Tumbuhan obat ini berasal dari Sri Lanka, kemudian menyebar ke seluruh kawasan tropik, termasuk Indonesia dan kepulauan Pasifik. Daun encok tumbuh liar di ladang, di tepi saluran air atau ditanam di pekarangan sebagai pagar hidup dan tempat-tempat lainnya sampai setinggi + 800 m dpi. Perdu tahunan yang menaik, berbatang panjang, tinggi 0,6 - 2 m. Batang berkayu, bulat, licin, beralur, bereabang. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1,5 - 2,5 cm, pangkal tangkai daun agak melebar, memeluk batang. Daun bulat telur sampai jorong, panjang 5 - 11 cm, lebar 2 - 5 cm, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, pertulangan menyirip, wamanya hijau. Bunga majemuk dalam tandan yang keluar di ujung tangkai, kecil-kecil, berambut, berwarna putih. Buah kecil, bulat panjang, masih muda hijau, setelah tua hitam. Biji kecil, cokelat. Perbanyakan dengan biji atau setek.

    Nama Lokal :
    Daun encok, ki encok (Sunda), ceraka (Sumatera); Bama, godong encok, poksor (Jawa). kareka (Madura); Bama (Bali), oporie (Timor). ; Agni, chitra, chitraka (India, Pakistan),; Ceylon leadwort, white flowered leadwort (Inggris).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Rematik sendi, memar (lebam), keseleo, nyeri lambung, kurap, ; Kanker dan kanker darah.;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Akar dan herba.

    INDIKASI :
    Indikasi Akar berkhasiat untuk mengatasi:
    - rematik sendi, memar (lebam),
    - keseleo, nyeri lambung,
    - kurap, dan kanker darah.

    CARA PEMAKAIAN :
    Akar sebanyak 10 - 15 g, direbus selama lebih dari 4 jam.
    Pemakaian luar, daun diremas lalu diletakkan pada bagian tubuh yang kena rematik, sakit pinggang, memar, kurap, kusta, skabies, sakit ke ala atau diletakkan di perut bagian bawah bila kencing kurang lancar. Saat menggunakan remasan daun ini jangan lebih dari 1/2 jam agar tidak timbul lepuh seperti luka bakar.


    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. La Rematik
    a. Siapkan segenggam daun segar, dicuci lalu ditumbuk halus.
    Tambahkan air hangat seperlunya sampai adonan seperti bubur.
    Gunakan untuk melumas dan menggosok bagian tubuh yang sakit.
    Lakukan 2 kali sehari.

    b. Siapkan daun segar sebanyak 15 g lalu dicuci bersih. Tambahkan
    kapur sirih sebanyak 1 sendok makan. Carnpuran ini lalu ditumbuk
    sampai lumat, kemudian dibalurkan ke tempat yang.sakit.

    2. Sakit kepala
    a. Siapkan daun encok secukupnya, lalu dipipis. Tambahkan sedikit
    minyak kelapa sampai menjadi adonan seperti bubur. Letakkan di
    pelipis dan bagian kepala yang sakit sebagai tapal. Cukup 30
    menit supaya tidak terjadi lepuh.

    b. Siapkan daun encok segar, lalu cuci bersih dan memarkan.
    Oleskan minyak kelapa lalu layukan di atas api. Tempelkan di
    belakang telinga.

    3. Kencing kurang lancar
    Ambil daun encok secukupnya, tambahkan adas pulosari lalu giling
    halus. Gosokkan ramuan tersebut di perut bagian bawah, tepat di
    posisi kandung kencing. Cukup 30 menit agar tidak terjadi lepuh.

    4. Kanker darah
    Siapkan akar daun encok, biji Livistona chinensis, Hedyotis diffusa
    (rumput lidah ular) dan Verbena officinalis (verbenae berbalma bian cao), masing-masing 30 g, dan Spica prunellae (xia ku caol dari
    tumbuhan Prunella vulgaris L.) 15 g. Akar daun encok direbus
    terlebih dahulu selama 4 jam dengan air bersih secukupnya.
    Tambahkan air bila air rebusannya.berkurang. Setelah 4 jam, baru
    bahan obat lain-lainnya dimasukkan. Didihkan kembali selama 1/2
    jam. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 3 kali minum. Sehari 3
    kali, masing-masing 1/3 bagian.

    5. Kusta, skabies, dan kelainan kulit
    Ambil akar daun encok, lalu cuci dan tumbuk sampai halus.
    Tambahkan sedikit susu dan air sambil diaduk merata sampai
    menjadi adonan seperti pasta. Oleskan ke bagian tubuh yang sakit.

    CATATAN :
    - Perempuan hamil dilarang menggunakan.
    - Bila timbul keracunan pada kulit, cuci dengan asam borat (boric acid).
    - Daun hanya digunakan untuk pemakaian luar. Pemakaian luar juga
    dibatasi selarna 1/2 jam. Terlalu lama menyebabkan timbulnya lepuh
    seperti luka bakar.

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Daun encok bersifat pahit, tonik, dan beracun. KANDUNGAN KIMIA : Daun mengandung plumbagin, 3-3-biplumbagin, 3-chloroplum- bagin, chitranone (3-6-biplumbagin), dan droserone (2-hydroxy plum- bagin). Zat berkhasiatnya yang bernama plumbagin sangat beracun dan pada pemakaian lokal dapat menyebabkan kerusakan kulit berupa lepuh seperti luka bakar. Efek Farmakologis dan hasil Penelitian : Pemberian sari akar daun encok dalam alkohol 50% dengan dosis 100 mglkg bb dan 150 mglkg bb yang diberikan secara oral pada mencit betina, mempunyai efek antifertilitas dan abortivum (Sariati Sirait, Jurusan Farmasi, FMIPA USU, 1990).

    Sumber Ipteknet

    Bunga Matahari Tanaman obat Indonesia


    (Helianthus annuus Linn.)

    Sinonim :

    Familia :
    Compositae

    Uraian :
    Herba anual (umumya pendek, kurang dari setahun), tegak, berbulu, tinggi 1 - 3 m, Ditanam pada halaman dan taman-taman yang cukup mendapat sinar matahari, sebagai tanaman hias. Termasuk tanaman berbatang basah, daun tunggal berbentuk jantung, bunga besar/bunga cawan, dengan mahkota berbentuk pita disepanjang tepi cawan, berwarna kuning, dan di tengahnya terdapat bunga-bunga yang kecil berbentuk tabung, warnanya coklat.

    Nama Lokal :
    bungngong matahuroi, bungka matahari, purbanegara; Bunga panca matoari, bunga teleng matoari, Sungeng; kembang sarengenge, kembhang mataare, bungga ledomata; kembang sangenge, kembhang tampong are; Xiang ri kui (China).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Hipertensi, Sakit kepala, Sakit gigi, nyeri menstruasi, reumatik; Nyeri lambung, radang payudara, Sulit melahirkan, Disentri, Campak; Infeksi saluran kencing, Bronkhitis, Batuk, Keputihan, Malaria;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIPAKAI:
    Seluruh tanaman. Untuk penyimpanan: dikeringkan.

    KEGUNAAN:
    Bunga: Tekanan darah tinggi, mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala,
    pusing, sakit gigi, nyeri menstruasi (dysmenorrhoe), nyeri
    lambung (gastric pain), radang payudara (mastitis), rheumatik
    (arthritis), sulit melahirkan.
    Biji: Tidak nafsu makan, lesu, disenteri berdarah, merangsang
    pengeluaran rash (kemerahan) pada campak, sakit kepala.
    Akar: Infeksi saluran kencing, radang saluran nafas (bronchitis), batuk
    rejan (pertussis), keputihan (leucorrhoe).
    Daun: Malaria.

    Sumsum dari batang dan dasar bunga (reseptaculum):
    Kanker lambung, kanker esophagus dan malignant mole. Juga untuk
    nyeri lambung, buang air kemih sukar dan nyeri (dysuria), nyeri buang
    air kemih pada batu saluran kencing, air kemih berdarah (hematuria)
    dan ari kemih berlemak (chyluria).

    PEMAKAIAN:
    Bunga: 30 - 90 gr.
    Dasar bunga (Receptaculum): 30 - 90 gr.
    Sumsum dari batang: 15 - 30 gr. rebus.
    Akar : 15 - 30 gr.

    PEMAKAIAN LUAR: Terbakar, tersiram air panas, rheumatik.

    CARA PEMAKAIAN:
    Bunga (Flower head) :
    1. Sakit kepala:
    25 - 30 gr bunga + 1 butir telur ayam (Tidak dipecahkan) + 3 gelas
    air, direbus menjadi 1/2 gelas. Diminum sesudah makan, 2 x sehari.

    2. Radang payudara (Mastitis):
    Kepala bunga (tanpa biji), dipotong halus-halus, kemudian dijemur.
    Setelah kering digongseng/sangrai sampai hangus, kemudian
    digiling menjadi serbuk/tepung. Setiap kali minum 10-15 gr,
    dicampur arak putih + gula + air hangat. 3 kali sehari, minum
    pertama kali harus keluar keringat. (Tidur pakai selimut).

    3. Rheumatik:
    Kepala bunga digodok sampai menjadi kanji, ditempelkan ke tempat
    yang sakit.

    4. Disentri :
    30 gr biji diseduh, kemudian ditim selama 1 jam. Setelah diangkat,
    ditambahkan gula batu secukupnya, minum.

    Akar :
    1. Kesulitan buang air besar dan kecil:
    15 - 30 gr akan segar direbus, minum.

    2. Infeksi saluran kencing:
    30 gr akar segar direbus. (jangan lama-lama, sewaktu baru mendidih,
    diangkat), minum.

    CATATAN : Sumsum dari batang dan dasar bunga berisi hemicellulose, yang menghambat sarcoma 180 dan ehrlich ascitic carcinoma pada tikus. Ekstrak dari sumsum dapat menghancurkan nitrosamine dan dapat untuk pencegahan dan pengobatan tumor saluran cerna (Tractus digestivus).

    PERHATIAN : Wanita hamil dilarang minum rebusan bunga !
    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa lembut, netral. Bunga: Menurunkan tekanan darah, mengurangi rasa nyeri (analgetik). Biji : Anti dysentery, merangsang pengeluaran cairan tubuh (hormon, enzym, dll.), merangsang pengeluaran campak (measles). Daun: Anti radang, mengurangi rasa nyeri, anti malaria. Akar: Anti radang, peluruh air seni, pereda batuk, menghilangkan nyeri. Sumsum dari batang dan dasar bunga: Merangsang energi vital, menenangkan liver, merangsang pengeluaran air kemih, menghilangkan rasa nyeri pada waktu buang air kemih. KANDUNGAN KIMIA: Bunga : Quercimeritrin, helianthoside A,B,C , oleanolic acid, echinocystic acid. Biji : Beta-sitosterol, prostaglandin E, chlorogenic acid, quinic acid, phytin, 3,4-benzopyrene. Dalam 100 g minyak biji bunga matahari: Lemak total: 100, lemak jenuh: 9,8: lemak tidak jenuh: Oleat 11.7 dan linoleat 72.9, cholesterol: -.
    sumber ipteknet

    Tanaman Obat Bangle

    Bangle
    (Zingiber purpureum Roxb.)
    Sinonim :
    Zingiber cassumunar, Roxb.

    Familia :
    Zingiberaceae

    Uraian :
    Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau di tanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, lebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.

    Nama Lokal :
    Panglai (Sunda), bengle (Jawa), pandhiyang (Madura).; mugle, bengle, bungle, baglai, baniai, banglai, bunglai,; Bangle, kunit bolai, kunyit bolai (Sumatera), banggele (Bali),; Bale, panini, manglai, manguiai, bangerei, wangelei, walegai,; kukuniran, kukundiren, unin makei, unin pakei, bangle, bongle;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Demam, Sakit kepala, Batuk, Perut nyeri, masuk angin, sembelit; Sakit kuning, Cacingan, Reumatik, Ramuan jamu, kegemukan; Mengecilkan perut setelah melahirkan;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIPAKAI: Rimpang, daun.

    KEGUNAAN:
    Rimpang:
    - Demam, sakit kepala.
    - Batuk berdahak.
    - Perut nyeri, masuk angin.
    - Sembelit.
    - Sakit kuning.
    - Cacingan.
    - Rheumatism.
    - Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan.
    - Mengecilkan perut setelah melahirkan.
    - Kegemukan.

    Daun:
    · Tidak napsu makan.
    · Perut terasa penuh.

    PEMAKAIAN:
    Untuk minum: 1/2-3.jari rimpang, direbus.
    Pemakaian luar. Rimpang secukupnya dicuci bersih Ialu diparuti dipakai sebagai tapal atau boreh pada sakit kepala, pegal linu, mengecilkan perut sehabis melahirkan, dan sebagainya.

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Demam, masuk angin.
    15 g rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2
    cangkir air panas dan 2 sendok makan madu. Diaduk merata lalu
    diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

    2. Perut mules:
    Rimpang bangle, rimpang jahe, kencur dan lempuyang wangi,
    masing-masing 1/2 jari tangan dicuci lalu diiris tipis-tipis. Rebus
    dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa 1/2 gelas. Setelah dingin
    disaring, lalu diminum.

    3. Sakit kepala karena demam:
    Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan
    sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai
    pilis pada dahi.

    4. Sakit kuning:
    1/2 jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air
    masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring,
    minum. Lakukan 2 kali sehari.

    5. Nyeri sendi (rheumatism):
    Rimpang segar secukupnya dicuci Ialu diparut, tambahkan arak
    sampai menjadi adonan seperti bubur encer. Borehkan kebagian
    sendi yang sakit.

    6. Mengecilkan perut setelah melahirkan:
    Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut, borehkan pada
    perut.

    7. Cacingan:
    3 jari rimpang bangle, 2 jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar
    tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk
    halus. Tambahkan 1/ 2 cangkir air masak, diaduk merata lalu
    diperas dan disaring. Minum.

    8. Radang seiaput lendir mata:
    Rimpang bangle dan kunyit sebesar 1 buku jari tangan dan 13 butir
    jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus
    dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah
    dingin disaring, minum.

    9. Kegemukan / mengurangi lemak tubuh:
    a. Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci
    lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
    Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan
    sore hari.

    b. 1/2 jari rimpang bangle, 1/2 jari rimpang temu giring, 3/4 jari
    rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, 1/4
    genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-
    potong seperlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai
    tersisa 1/2-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4
    gelas.

    c. Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing 1/2 jari
    tangan, dicuci lalu diparut. Tambahkan 1 sendok makan air jeruk
    nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas-
    remas. Peras dan saring, minum. Lakukan 2-3 kali sehari.


    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rimpang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas. Penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing (vermifuge). KANDUNGAN KIMIA: Rimpang: minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati, tanin.
    Sumber : Ipteknet
    Tag : , , , , , , , , , , , ,

    Tanaman obat Kencur

    Kencur
    (Kaempferia galanga, Linn.)
    Sinonim :

    Familia :
    Zingiberaceae

    Uraian :
    Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.

    Nama Lokal :

    Kencur (Indonesia, Jawa), Cikur (Sunda), Ceuko (Aceh); Kencor (Madura), Cekuh (Bali), Kencur, Sukung (Minahasa); Asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), Cekir (Sumba);

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Radang Lambung, Radang anak telinga, Influenza pada bayi; Masuk angin, Sakit Kepala, Batuk, Menghilangkan darah kotor; Diare, Memperlancar haid, Mata Pegal, keseleo, lelah;

    Pemanfaatan :
    1. Radang Lambung
    Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari.
    Cara membuat: kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;
    Cara menggunakan: ditelan airnya, ampasnya dibuang, kemudian
    minum 1 gelas air putih, dan diulangi sampai sembuh.

    2. Radang Anak Telinga
    Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan ½ biji buah pala.
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus dan diberi 2
    sendok air hangat;
    Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

    3. Influenza pada bayi
    Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan 2 lembar daun
    kemukus (lada berekor/ Cubeb)
    Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk halus, kemudian
    ditambah beberapa sendok air hangat.
    Cara menggunakan: dioleskan/dibobokkan di seputar hidung.

    4. Masuk Angin
    Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
    Cara membuat: kencur dikuliti bersih.
    Cara menggunakannya: kencur dimakan dengan garam secukupnya,
    kemudian minum 1 gelas air putih.Dapat dilakukan 2 kali sehari.

    5. Sakit Kepala
    Bahan: 2-3 lembar daun kencur.
    Cara membuat: daun kencur ditumbuk sampai halus.
    Cara menggunakannya: dioleskan (sebagai kompres/pilis) pada dahi.

    6. Batuk
    a. Bahan: 1 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
    Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum dengan ditambah garam secukupnya.

    b. Bahan : 1 rimpang kencur sebesar ibu jari.
    Cara membuat : kencur dikuliti sampai bersih dan dikunyah;
    Cara menggunakan : airnya ditelan, ampasnya dibuang. Dilakukan setiap pagi secara rutin.

    7. Diare
    a. Bahan: 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
    Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah 1 cangkir air hangat, diperas dan disaring.
    Cara menggunakan : diolsekan pada perut sebagai bedak.

    b. Bahan : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari dan garam secukupnya.
    Cara membuat : kencur diparut, kemudian ditambah garam secukupnya.
    Cara menggunakan : dioleskan pada perut sebagai bedak.

    8. Menghilangkan Darah Kotor
    Bahan : 4 rimpang kencur sebesar ibu jari, 2 lembar daun trengguli, 2 biji cengkeh kering, adas pulawaras secukupnya.
    Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari secara teratur.

    9. Memperlancar haid
    Bahan : 2 rimpang kencur sebesar ibu jari, 1 lembar daun trengguli, 1 biji buah cengkeh tua,adas pulawaras secukupnya.
    Cara membuat : kencur dicincang, kemudian dicampur dengan bahan lain dan direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum sekali sehari 2 cangkir.

    10. Mata Pegal
    Bahan : 1 potong rimpang
    Cara membuat : kencur dibelah menjadi 2 bagian.
    Cara menggunakan : permukaan yang masih basah dipakai untuk menggosok pelupuk mata.

    11. Keseleo
    Bahan : 1 rimpang kencur dan beras yang sudah direndam air.
    Cara membuat : kedua bahan tersebut dipipis dan air secukupnya.
    Cara menggunakan : dioleskan/digosokan pada bagian yang keseleo sebagai bedak.

    12. Menghilangkan Lelah.
    Bahan : 1 rimpang besar kencur, 2 sendok beras digoreng tanpa minyak (sangan) dan 1 biji cabai merah.
    Cara membuat : semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum sekaligus dan diulangi sampai sembuh. Untuk orang pria dapat ditambah dengan 1 potong lengkuas dan tepung lada secukupnya.

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Rimpang Kencur mengandung pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %) berupa sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid dan gom.

    Sumber IPTEK.Net

    Tags : batuk, darah kotor, diare, haid tidak lancar, Influenza pada bayi, Kaempferia galanga, kencur, keseleo, Masuk angin, mata pegal, menghilangkan lelah, Radang anak telinga, Radang Lambung, Sakit Kepala, Tanaman Obat

    Jahe Tanaman Obat Indonesia


    Jahe
    (Zingiber officinale Rosc.)
    Sinonim :
    --
    Familia :
    Zingiberaceae

    Uraian :
    Tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm. Batang semu, beralur, membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat.

    Nama Lokal :
    NAMA SIMPLISIA Zingiberis Rhizoma; Rimpang Jahe.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sifat Khas Tajam dan sumelada. Khasiat Karminatif, stomakik, stimulans, dan diaforetik. PENELITIAN Latifah,1987. Jurusan Farmasi, FMIPA UNPAD.


    Telah melakukan penelitian pengaruh analgesik perasan rimpang Jahe Merah pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata perasan rimpang Jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. Semakin besar dosis yang diberikan, semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifikasi rasa sakit).


    Pemberian perasan rimpang Jahe Merah antara 199,8 mg/kg dan 218,0 mg/kg bb mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam salisilat 10 mg /kg bb. Ema Viaza,1991. Jurusan Farmasi, FMIPA UI.


    Telah melakukan penelitian efek antijamur Jahe terhadap jamur Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata jamur Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis memberikan kadar hambat minimum sebagai berikut: 6,25; 12,5 mg/ml. Berdasarkan zona hambatan yang diperoleh, efek antijamur tertinggi diberikan terhadap jamur Tricophyton mentagrophytes, kemudian disusul Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis. Catatan Jahe dapat dibedakan atas dua jenis. 1. Jahe Pahit. 2. Jahe Merah (sunti).

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN
    Rimpang.

    Kegunaan
    1. Asi.
    2. Batuk.
    3. Membangkitkan nafsu makan.
    4. Mulas.
    5. Perut kembung.
    6. Serbat.
    7. Gatal (obat luar).
    8. Luka (obat luar).
    9. Sakit kepala (obat luar).
    10. Selesma (obat luar).

    RAMUAN DAN TAKARAN
    Mulas
    Ramuan:
    Jahe Merah (parut) 3 rimpang

    Cara pembuatan: Diperas.
    Cara pemakaian: Diminum 3 kali sehari 1 sendok teh.
    Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari.

    Serbat
    Ramuan:
    Jahe 1 rimpang
    Bunga Cengkih 2 biji
    Buah Kemukus 4 biji
    Buah Cabai Jawa 3 biji
    Sereh 1 ruas jari tangan
    Biji Pala 1 / 5 butir
    Daun Jeruk Purut 1/2 lembar
    Kulit Kayu Manis sedikit
    Gula Aren secukupnya
    Air 200 ml

    Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.
    Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
    Lama pengobatan : Diulang selama 4 hari.

    ASI
    Ikan dan udang baik sekali untuk melancarkan ASI. Kadang-kadang bayi rentan terhadap ASI yang berbau ikan atau udang. Untuk mencegah hal tersebut ibu menyusui harus makan lalap Jahe atau Kemangi.

    Sakit kepala dan Selesma (Influenza)
    Penderita influenza biasanya merasa nyeri di punggung dan di pinggang (greges-greges). Untuk mengurangi rasa nyeri tersebut penderita dapat diobati dengan ramuan sebagai berikut.
    Jahe Merah beberapa rimpang
    Air secukupnya

    Cara pembuatan:
    Dipipis hingga berbentuk pasta.

    Cara pemakaian:
    Tambahkan minyak kelonyo secukupnya dan gosokkan pada bagian badan yang terasa nyeri. Untuk sakit kepala ditempelkan pada pelipis dan belakang telinga penderita.

    Selesma
    Ramuan:
    Jahe Merah 1 rimpang
    Herba Poko segar 1 genggam
    Buah kemukus 6 butir
    Biji Jintan Hitam 2 butir
    Air sedikit

    Cara pembuatan:
    Dipipis hingga berbentuk pasta.

    Cara pemakaian:
    Pindahkan ramuan ke kain bersih dan ikat dengan tali, kemudian masukkan ke dalam cuka hangat dan oleskan ke seluruh badan, agar mempercepat keluarnya keringat.

    Komposisi :
    Minyak atsiri zingiberena (zingirona), zingiberol, bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit.
    Sumber : IptekNet

    Tags : ASI sedikit, batuk, Bekas Luka, gatal, Ginger, Jahe, nafsu makan, Perut Kembung, Perut Mulas, Sakit Kepala, Salesma, Serbat, Tanaman Obat

    Bawang Putih (Allium sativum, L)

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Hipertensi, Asma, Batuk, Masuk angin, Sakit kepala, Sakit kuning; Sesak nafas, Busung air, Ambeien, Sembelit, Luka memar, Abses; Luka benda tajam, digigit serangga, Cacingan, Sulit tidur (Insomnia);

    Uraian :
    Bawang putih (allium sativum) termasuk genus afflum atau di Indonesia lazim disebut bawang putih. Bawang putih termasuk klasifikasi tumbuhan terna berumbi lapis atau siung yang bersusun. Bawang putih tumbuh secara berumpun dan berdiri tegak sampai setinggi 30 -75 em, mempunyai batang semu yang terbentuk dari pelepah-pelepah daun. Helaian daunnya mirip pita, berbentuk pipih dan memanjang. Akar bawang putih terdiri dari serabut-serabut kecil yang bejumlah banyak. Dan setiap umbi bawang putih terdiri dari sejumlah anak bawang (siung) yang setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Bawang putih yang semula merupakan tumbuhan daerah dataran tinggi, sekarang di Indonesia, jenis tertentu dibudidayakan di dataran rendah. Bawang putih berkembang baik pada ketinggian tanah berkisar 200-250 meter di atas permukaan laut. 1. Syarat Tumbuh a. Iklim · Ketinggian tempat : 600 m - 1.200 m di atas permukaan laut · Curah hujan tahunan : 800 mm - 2.000 mm/tahun · Bulan basah (di atas 100 mm/bulan): 5 bulan - 7 bulan · Bulan kering (di bawah 60 mm/bulan): 4 bulan - 6 bulan · Suhu udara : 150 C - 200 C · Kelembapan : tinggi · Penyinaran : sedang b. Tanah · Jenis : gromosol (ultisol). · Tekstur : lempung berpasir (gembur) · Drainase : baik · Kedalaman air tanah : 50 cm - 150 cm dari permukaan tanah · Kedalaman perakaran : di atas 15 cm dari permukaan tanah · Kemasaman (pH) : 6 - 6,8 · Kesuburan : tinggi 2. Pedoman Bertanam a. Pegolahan Tanah · Buatkan selokan atau parit dengan lebar 30 cm - 40 cm, dalam 30 cm - 60 cm. Tanah galian digunakan untuk bedengan selebar 60 cm - 100 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan, lalu dicangkul sedalam 15 cm - 30 cm. · Setelah 10 hari - 15 hari dicangkul kembali hingga membentuk gumpalan halus, kemudian diberi pupuk kandang 10 ton - 15 ton/hektar. · Sehari sebelum tanam, bedengan dibasahi. b. Persiapan Bibit · Bibit berasal dari tanaman cukup tua (85 hari - 135 hari), sehat dan tidak cacat. · Bibit disimpan dalam ruangan kering sekitar 5 bulan - 8 bulan digantung pada para-para. · Siang untuk bibit berasal dari umbi yang beratnya 5 g - 7,5 g/umbi. c. Penanaman · Buatkan lubang tanam sedalam 3 cm - 4 cm dengan tugal. · Tancapkan bibit dengan posisi tegak lurus, ujung siung di atas dan ¾ bagian siung tertanam dalam tanah. · Taburkan tanah halus dan tutup merata dengan jerami setelah 3 cm. · Jarak tanam 10 cm x 10 cm atau 15 cm x 10 cm

    Nama Lokal :
    Garlic (Inggris), Bawang Putih (Indonesia), Bawang (Jawa); Bawang Bodas (Sunda), Bawang handak (Lampung); Kasuna (Bali), Lasuna pute (Bugis), Bhabang pote (Madura); Bawa bodudo (Ternate), Kalfeo foleu (Timor);

    Pemanfaatan :
    1. Hipertensi
    a. Bahan: 3 siung bawang putih,
    Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus dan diperas dengan
    air secukupnya, Ialu disaring;
    Cara menggunakan: diminum secara teratur setiap hari.

    b. Bahan : 2 siung bawang putih;
    Cara membuat: bawang putih dipanggang dengan api;
    Cara menggunakan: dimakan setiap pagi selama 7 hari.

    2. Asma, batuk dan masuk angin
    Baban: 3 siung bawang putih, 1 sendok makan madu dan gula batu
    secukupnya;
    Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus, kemudian dioplos
    bersama bahan lainnya sampai merata dan diperas/disaring;
    Cara menggunakan: diminum setiap pagi sampai sembuh.

    3. Sakit kepala
    Bahan: umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus;
    Cara menggunakan: untuk kompres pada dahi.

    4. Sakit kuning, sesak nafas dan busung air
    Bahan: 1 umbi bawang putih, 1 potong gula batu sebesar telur ayam
    Cara membuat : umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian kedua
    bahan tersebut direbus bersama dengan 3 gelas air sampai mendidih
    dan diaduk sampai merata, dan disaring;
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 2 sendok makan, pagi dan
    sore.

    5. Ambeien
    Bahan : umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian diperas
    untuk diambil airnya;
    Cara menggunakan: dioleskan di sekitar dubur setiap hari.

    6. Sembelit
    Bahan: yoghurt bawang putih dan bawang merah secukupnya;
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus, diperas untuk
    diambil airnya, kemudian dicampur sampai merata dan disaring;
    Cara menggunakan: diminuni biasa.

    7. Luka memar karena tikaman atau pukulan
    Bahan: bawang putih dan 1 sendok madu;
    Cara membuat: bawang putih ditumbuk halus, kemudian diberi 1
    sendok madu dan dicampur sampai merata;
    Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang luka.

    8. Luka kena benda tajam berkarat
    Bahan: umbi bawang putih dan minyak kelapa secukupnya;
    Cara membuat: umbi bawang putih dibakar, kemudian dicelupkan ke
    dalam minyak kelapa dan ditumbuk halus;
    Cara menggunakan: dioleskan pada bagian yang luka.

    9. Mempercepat matangnya bengkak abses
    Bahan : umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih dipanasi dengan minyak cat,
    kemudian ditumbuk halus;
    Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian yang bengkak.

    10. Untuk mengeluarkan serpihan kaca, kayu atau duri
    Bahan: umbi bawang putih;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus;
    Cara menggunakan: ditempelkan pada baglan yang kemasukan
    serpihan kaca, kayu atau duri.
    11. Sengatan Serangga
    Bahan: umbi bawang putih, sendowo dan garam secukupnya;
    Cara membuat: umbi bawang putih ditumbuk halus, kemudian
    dicampur dengan bahan lainnya sampai merata;
    Cara menggunakan: dioleskan ada bagian tubuh yang disengat
    serangga.

    12. Mengusir cacing kremi dan cacing perut
    Baban: beberapa siung bawang push;
    Cara membuat: dikupas dan dicuci bersih;
    Cara menggunakan: dimakan langsung.

    13. Sulit tidur (insomnia)
    Bahan: beberapa slung bawang putih;
    Cara membuat: dikupas dan dicuci bersih;
    Cara menggunakan: dimakan langsung sebelum tidur.

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Dari umbi bawang putih per 100 gram mengandung : - protein sebesar 4,5 gram. - lemak 0,20 gram, - hidrat arang 23, 1 0 gram, - vitamin B 1 0,22 miligram, - vitamin C 1 5 miligram, - kalori 95 kalori, - posfor 134 miligram, - kalsium 42 miligrain. - besi 1 miligram dan - air 71 gram. Di samping itu dari beberapa penelitian umbi bawang putih mengandung zat aktif awcin, awn, enzim alinase, germanium, sativine, sinistrine, selenium, scordinin, nicotinic acid.

    Sumber Sentra Informasi IPTEK Net

    Temulawak

    (Curcuma xanthorrhiza, Roxb.)
    Sinonim :

    Familia :
    Zingiberanceae

    Uraian :
    Temulawak (curcuma xanthorrhiza) banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutaama pada tanah gembur, sehingga buaah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar. Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelapah dan tangkai daun yang agak panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan berwarna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Daerah tumbuhnya selain di dataran rendaah juga dapat tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1500 meter di atas permukaan laut.

    Nama Lokal :
    Temulawak, Temu putih (Indonesia), Temulawak (Jawa); Koneng Gede (Sunda), Temulabak (Madura);

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sakit limpa, Sakit ginjal, Sakit pinggang, Asma, Sakit kepala; Masuk angin, Maag, Sakit perut, Produksi ASI, Nafsu makan; Sembelit, Sakit cangkrang, Cacar air, Sariawan, Jerawat;

    1. Sakit Limfa
    Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/2 rimpang lengkuas, 1 genggam
    daun meniran.
    Cara membuat: temulawak dan lengkuas diparut, kemudian semua
    bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, dan
    disaring.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.

    2. Sakit Ginjal
    Bahan: 2 rimpang temulawak, 1 genggam daun kumis kucing, 1
    genggam daun kacabeling.
    Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis, kemudian direbus
    bersama dengan bahan lainnya dengan 1 liter air, dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum selama 3 hari.

    3. Sakit Pinggang
    Bahan: 1 rimpang temulawak, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1
    genggam daun kumis kucing.
    Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air,
    dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

    4. Asma
    Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, 1 potong gula aren.
    Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Setelah
    kering direbus dengan 5 gelas air ditambah 1 potong gula aren
    sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring.

    5. Sakit Kepala dan masuk angin.
    Bahan: beberapa rimpang temulawak.
    Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis, dikeringkan dan ditumbuk
    halus menjadi tepung. Kurang lebih 2 genggam tepung temulawak
    direbus dengan 4-5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3
    gelas, kemudian disaring disaring.

    6. Maag
    Bahan: 1 rimpang temulawak.
    Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan
    sebentar, kemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih,
    dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

    7. Sakit perut, Sakit perut pada waktu haid
    Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula
    kelapa, garam secukupnya.
    Cara membuat: temulawak diparut, kemudian direbus bersama
    bahan lainnya dengan 3-4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal
    2 gelas.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

    8. Menghilangkan bau amis sewaktu haid :
    Bahan: 1 rimpang temulawak, 5 buah mata asam, 1 potong gula
    kelapa.
    Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan,
    kemudian bersama bahan lainnya ditaruh dalam waskom (rantang/
    panci), diberi 2 gelas air panas dan ditutup rapat selama kurang lebih
    15 menit, dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum 3 kali, 1 kali sehari.

    9. Memperbanyak produksi ASI
    Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, dan tepung saga secukupnya.
    Cara membuat: temulawak diparut, kemudian kedua bahan tersebut
    dicampur dan ditambah air panas secukupnya sehingga menjadi
    bubur.
    Cara menggunakan : dimakan biasa.

    10. Memacu ASI yang macet
    Bahan : 1 1/2 rimpang temulawak diparut, 1 potong gula kelapa,
    2-3 sendok makan adonan sagu.
    Cara membuat : temulawak diparut, kemudian bersama bahan
    lainnya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara teratur.

    11. Kesulitan buang air besar/berak
    Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula
    kelapa.
    Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan
    sampai kering, kemudian bersama bahan lainnya diseduh dengan air
    panas secukupnya dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum biasa.

    12. Sembelit
    Bahan : 1 rimpang temulawak dan biji sawi secukupnya.
    Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus,
    kemudian diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum biasa.

    13. Menambah nafsu makan
    Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/4 rimpang lengkuas, 1/2 genggam
    daun meniran.
    Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

    Sumber Sentra Informasi Ipteknet
     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS