Headlines News :

    Showing posts with label Perut Kembung. Show all posts
    Showing posts with label Perut Kembung. Show all posts

    Beras kencur melancarkan peredaran darah dan mencegah masuk angin

    Beras kencur adalah minuman jamu warisan nenek moyang kita. Yang sudah terkenal sejak dulu dan selalu diminum untuk menyehatkan badan.

    Jika diminum secara rutin berkhasiat menjaga kesehatan tubuh, menambah nafsu makan, mencegah masuk angin, melancarkan peredaran darah,memperlancarkan menstruasi, mengeluarkan dahak, mencegah flu dan sakit tenggorokan, mencegah masuk angin, menghilangkan mual dan perut kembung, menghilangkan pegal linu, memutihkan wajah, merawat, mengencangkan kulit dan mengkilapkan rambut. Ampasnya dapat digunakan sebagai parem untuk mengobati bagian tubuh yang memar karena benturan.

    Cara membuat jamu beras kencur diwariskan turun-temurun, berikut ini ada 2 resep beras kencur yang berkhasiat dan mudah membuatnya

    RESEP 1

    Bahan:
    Beras 200 gram
    Kencur 50 gram, bersihkan
    Jahe 50 gram, bersihkan
    Daun pandan 2 lembar
    Kelabet 1/2 sendok teh
    Kapulaga 10 buah
    Kemukus 1/2 sendok teh
    Gula merah 300 gram
    Air mendidih 100 ml
    Air 1500 ml
    Garam secukupnya

    Cara membuat:
    Beras dicuci dan tiriskan. Sangrai lalu rendam dalam air mendidih selama 2 jam.
    Sangrai jahe dan kencur, angkat dan sisihkan.
    Campur rendaman beras, kencur, jahe yang telah disangrai, kelabet, kapulaga, kemukus dan sedikit garam.
    Kemudian haluskan dengan blender.
    Rebus air bersama gula merah dan pandan hingga gula larut dan mendidih.
    Lalu campur beras kencur dengan air gula, aduk rata lalu saring. Sajikan.ini cukup untuk 7 – 8 gelas


    RESEP-2:

    bahan:
    3 Sdm beras
    3 Jari kencur
    Sepotong besar jahe
    Sepotong kecil kunyit
    125 gr gula jawa, 1 sdm asam jawa
    1 butir jeruk nipis
    Garam secukupnya
    Sedikit daun pandan.

    Cara membuat:
    Rendamlah beras dengan air bersih selama 3 jam.
    Rebus gula jawa, kunyit, asam, jahe dan daun pandan dengan 3 gelas air, kemudian saring.
    Kencur, jahe dan kunyit (diambil setelah direbus) digiling bersama dengan beras sampai halus.
    Lalu tuangkan air rebusan kedalam gilingan rempah sedikit demi sedikit.
    Saring dengan kain bersih, terakhir peras jeruk nipis dan beri garam secukupnya.
    Jika terasa kurang manis, bisa ditambahkan dengan gula pasir.

    Minuman ini bagus diminum hangat-hangat dan nikmat juga diminum dingin dengan dengan di campur es batu.

    Selamat mencoba dan dapat anda jadikan sebagai peluang usaha dengan membuat sendiri minuman jamu beras kencur di rumah anda (skala home industri).

    semoga bermanfaat, sehat dan sukses selalu

    Referensi:
    - http://mbakevi.blogspot.com/2011/06/tips-cara-membuat-minuman-beras-kencur.html
    - http://kepingemas.blogspot.com/2008/01/membuat-minuman-beras-kencur.html

    Tanaman Obat Jati Belanda

    Jati Belanda
    (Guazuma ulmifolia Lamk, var. Tomentosa Schum.)
    Sinonim :
    Guazuyna tomentosa Kunth.

    Familia :
    Sterculiaceae.

    Uraian :
    Tanaman pohon, tinggi lebih kurang 10 meter. Batang keras, bulat, permukaan kasar, banyak alur, berkayu, bercabang, warna hijau keputih-putihan. Daun tunggal, bulat telur, permukaan kasar, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal berlekuk, pertulangan menyirip, panjang 10-16 cm, lebar 3-6 cm, warna hijau. Bunga tunggal, bulat di ketiak daun, warna hijau muda. Buah kotak, bulat, keras, permukaan berduri, warna hitam.

    Nama Lokal :
    NAMA SIMPLISIA: Gliazumae Folium; Daun Jati belanda.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Khasiat Diaforetik, tonik, dan astringen. PENELITIAN Yusuf Husni, 1986. Fakultas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian daun Jati belanda terhadap kadar kreatin dan urea pada serum darah kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian daun Jati belanda selama 2 bulan tidak menaikkan kadar kreatin dan urea. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi ginjal setelah pemberian Jati belanda. Subandrio Joko Semedi, 1987. Fakilltas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian seduhan daun Jati belanda terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian seduhan daun Jati belanda selama 1 bulan tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi hati setelah pemberian Jati belanda. Lies Andarini, 1987.Jurusan Biologi, FMIPA UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun Jati belanda terhadap berat badan mencit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian infus daun Jati belanda 5 %, 10 %, 15 %, dan 20%, masing-masing sebanyak 0,5 ml dapat menurunkan berat badan mencit. Pemberian infus daun Jati belanda 15% dan 20%, masing-masing 0,5 ml dapat menurunkan jumlah makanan mencit.

    Pemanfaatan :
    Bagian yang Digunakan
    Daun, kulit kayu, dan buah.

    KEGUNAAN
    Daun: Kegemukan.

    Buah:
    Bronkhitis.

    Biji:
    1. Kegemukan.
    2. Sakit perut.


    RAMUAN DAN TAKARAN
    Kegemukan
    Ramuan:
    Daun Jati belanda 7 helai
    Daun Tempuyung 7 helai
    Serbuk Majakan sedikit
    Air 115 ml

    Cara pembuatan:
    Dibuat infus atau diseduh.
    Cara pemakaian:
    Diminum 1 kali sehari 100 ml.

    Lama pengobatan:
    Diulang selama 30 hari.

    Sakit Perut dan Perut Kembung
    Ramuan:
    Buah Jati belanda (serbuk) 2 sendok teh
    Air mendidih 100 ml
    Minyak Adas (bila perlu) 1 tetes

    Cara pembuatan: Diseduh
    Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
    Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari.

    Komposisi :
    Tanin, lendir, zat pahit, dan damar
    sumber : iptek.net.id

    Sembung Tanaman obat Keluarga

    Tanaman ini termasuk familia Asteraceae. Tumbuhan ini banyak tumbuh di tempat terbuka sampai agak terlindung di tepi sungai dan tanah pertanian.Dapat tumbuh di tanah berpasir atau yang agak basah sampai pada ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut.
    Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui biji atau pemisahan tunas akar.

    Mengandung minyak asiri (ngai kamfer), zat bergetah (kapur barus), borneol, sineol, limonen, asam palmitin, myristin, alkohol sesquiterpen, dimetileter khlorasetofenon, tanin, pirokatechin, glikosida.

    Nama lainnya : Baccharis salvia Lour.; Conyza balsamifera L.; Pluchea balsamifera (L.) Less.; sembung, capa (Melayu); sebung, sembung utan (Sunda); sembung, sembung gantung, sembung gula, sembung kuwuk, sebung legi, sembung mingsa, sembung langu, sembung lelet (Jawa); kamandhin (Madura); sembung (Bali); ai na xiang (Cina); dai bi, dai ngai (Thailand); ngai champora (Inggris).

    Kegunaan :
    Diare.
    Segenggam daun sembung segar dicuci, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tersisa 1,5 gelas, tambahkan madu, minum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

    Haid tidak teratur, perut kembung.
    Cuci 20 gram daun sembung segar lalu potong-potong, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 3/4-nya, beri madu, minum sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

    Nyeri haid.
    Lima lembar daun sembung segar dan 5 biji kedaun yang telah dipanggang dan dihaluskan direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa setengah, dinginkan, minum. b> akar sembuh dan seluruh tumbuhan ginjean (Leonorus sibiricus) masing-masing 30 gram dicuci, potong-potong, tambahkan gula merah, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1,5 gelas, dinginkan, saring, minum dua kali sehari masing-masing 3/4 gelas.

    Rematik sendi.
    Akar sembung 30 gram dan daun gandarusa 60 gram dicuci, potong-potong, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, dinginkan, saring, minum 2 kali sehari masing-masing 1/2 gelas.

    Demam.
    Sebanyak 15 gram daun sembung segar direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, dinginkan, saring, lalu hasilnya diminum 2 kali sehari.

    Kurang nafsu makan.
    Akar sembung dari tumbuhan yang belum berbunga sebanyak 30 gram dipotong-potong, seduh dengan secangkir air panas, dinginkan, saring, minum semua.


    Catatan :
    Merebus daun sembung harus dalam panci tertutup, agar minyak asirinya tidak menguap.

    SUMBER :
    - Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.
    - Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.
    - Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.
    - Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.
    http://www.aagos.ristek.go.id/pangan_kesehatan/tanaman_obat/lipi_pdii/sembung.htm

    Tanaman Obat Indonesia Sembung

    Sembung
    (Blumea balsamifera (L.) DC.)
    Sinonim :
    = Baccharis salvia, Lour. = Conyza balsamifera, Linn. = Pluchea balsamifera, (Linn.), Less.

    Familia :
    Compositae (Asteraccae)


    Uraian :
    Tumbuh di tempat terbuka sampai tempat yang agak terlindung di tepi sungai, tanah pertanian, pekarangan, dapat tumbuh pada tanah berpasir atau tanah yang agak basah pada ketinggian sampai 2.200 m di atas permukaan laut. Perdu, tumbuh tegak, tinggi sampai 4 m, berambut halus, daun-daunnya di bagian bawah bertangkai, di bagian atas merupakan daun duduk, tumbuh berseling, bentuk daun bundar telur sampai lonjong, bagian pangkal dan ujung daun lancip, pinggir bergerigi atau bergigi, panjang 8 cm - 40 cm, lebar 2 cm - 20 cm, terdapat 2 - 3 daun tambahan pada tangkai daunnya. Permukaan daun bagian atas berambut agak kasar, bagian bawah berambut rapat dan halus seperti beledru. Bunga berkelompok berupa malai, keluar di ujung cabang, warnanya kuning. Buah longkah sedikit melengkung, panjangnya 1 mm.

    Nama Lokal :
    Sembung, sembung utan (Sunda); Sembung, sembung legi; sembung gantung, sembung gula, sembung kuwuk,; sembung mingsa, sembung langu, sembung lelet (jawa); Kamandhin (Madura); Sembung (Bali), Sembung, capa; capo (Sumatera), Afoat (Timor), Ampampau, capo, Madikapu; Ai na xiang (China).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Reumatik, Nyeri haid, Influenza, Kembung, Diare, Sakit tulang;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIPAKAI:
    Daun, akar, segar atau dikeringkan. Extract borneol didapat dari daun segar.

    KEGUNAAN:
    - Rheumatik sendi.
    - Tulang-tulang sakit setelah melahirkan, nyeri haid.
    - Influenza, kembung, diare.

    PEMAKAIAN:
    9-18 gram herba kering atau 15 - 30 gram herba segar direbus, minum.

    PEMAKAIAN LUAR:
    Luka terpukul, bisul, koreng, kulit gatal-gatal. Daun segar dilumatkan untuk pemakaian luar atau direbus untuk cuci.

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Diare:
    1 genggam daun sembung direbus dengan 3 gelas air menjadi 1 1/2
    gelas. Minum dengan madu seperlunya, sehari 3 x 1/2 gelas.

    2. Haid tidak teratur, tidak nafsu makan:
    3/5 genggam daun sembung dicuci Ialu direbus dengan 3 gelas air
    sampai 3/4-nya. Minum dengan madu, sehari 3 x 3/4 gelas.

    3. Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah jantung (angina
    pectolis):

    1/2 genggam daun sembung dicuci Ialu direbus dengan 3 gelas air
    menjadi 3/4-nya. Setelah dingin disaring Ialu diminum dengan madu
    seperlunya. Sehari 3 x 3/4 gelas.

    4. Nyeri haid:
    5 lembar daun sembung + beberapa biji kedaung dipanggang dan
    dihaluskan, rebus dengan 2 gelas air sampai sisa 1/2-nya, minum
    setelah dingin.
    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa pedas dan sedikit pahit, agak hangat, harum. Anti rematik, melancarkan sirkulasi, menghilangkan bekuan darah dan pembengkakan. KANDUNGAN KIMIA: Borneol, cineole, limonene, di-methyl ether phloroacetophenone.

    Sumber : Iptek.net.id

    Tanaman Obat Pacar Cina (Aglaia odorata Lour)

    (Aglaia odorata Lour.)
    Sinonim :
    = Camunium sinense, Rumph.

    Familia :
    Meliaceae

    Uraian :
    Pacar cina sering ditanam di kebun dan pekarangan sebagai tanaman hias, atau tumbuh liar di ladang-ladang yang cukup mendapat sinar matahari. Tumbuhan ini didatangkan dari Cina. Bunganya sering digunakan untuk mengharumkan teh atau pakaian. Perdu, tinggi 2 - 6 m, batang berkayu, bercabang banyak, tangkai berbintik-bintik kelenjar berwarna hitam. Daun majemuk menyirip ganjil yang tumbuh berseling, anak daun 3 - 5. Anak daun bertangkai pendek, bentuk bundar telur sungsang, panjang 3-6 cm, lebar 1 - 3,5 cm, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, permukaan licin mengilap terutama daun muda. Bunga dalam malai rapat, panjangnya.5 - 16 cm, warna kuning, dan harum. Buah buni, bulat lonjong, warnanya merah, panjang 6 - 7 mm, dengan ruang 1 - 3, biji 1 - 3. Perbanyakan melalui cangkok.

    Nama Lokal :
    Culan (Sunda). pacar culam (Jawa).; Pacar cina, culan (Sumatera). Mi zi lan (China). ;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Perut kembung, batuk, pusing, mempercepat persalinan, memar,; Bisul, darah haid banyak, bau badan, diare, sukar menelan.;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Bunga, daun, batang, dan ranting.

    INDIKASI :
    Bunga berkhasiat untuk
    - perut kembung,
    - sukar menelan, batuk, pusing, dan
    - mempercepat persalinan.

    Daun berkhasiat untuk
    - memar, bisul, darah haid banyak, bau badan, dan diare.

    CARA PEMAKAIAN :
    Daun, bunga, atau ranting sebanyak 5-15 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, batang, ranting atau daun digiling halus lalu dibubuhkan ke tempat yang sakit.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Darah haid banyak :
    Daun pacar cina segar sebanyak 1 genggam penuh dicuci bersih
    lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah
    dingin disaring dan diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

    2. Bau badan :
    Daun pacar cina segar sebanyak 10 g dan daun sirih segar
    sebanyak 7 lembar dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih
    sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Kemudian minum
    sehari 2 kali, pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas.

    CATATAN : Perempuan hamil dilarang minum.

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Pacar cina bersifat pedas, manis, netral, masuk meridian paru, lambung, dan hati. KANDUNGAN KIMIA : Daun pacar cina mengandung minyak asiri, alkaloid, damar, garam mineral, dan tanin.

    sumber IptekNet

    Jahe Tanaman Obat Indonesia


    Jahe
    (Zingiber officinale Rosc.)
    Sinonim :
    --
    Familia :
    Zingiberaceae

    Uraian :
    Tanaman herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm. Batang semu, beralur, membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat.

    Nama Lokal :
    NAMA SIMPLISIA Zingiberis Rhizoma; Rimpang Jahe.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sifat Khas Tajam dan sumelada. Khasiat Karminatif, stomakik, stimulans, dan diaforetik. PENELITIAN Latifah,1987. Jurusan Farmasi, FMIPA UNPAD.


    Telah melakukan penelitian pengaruh analgesik perasan rimpang Jahe Merah pada mencit. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata perasan rimpang Jahe memberikan efek yang nyata terhadap perpanjangan waktu reaksi. Semakin besar dosis yang diberikan, semakin besar efek perpanjangan waktu reaksi (efek pengurangan sensitifikasi rasa sakit).


    Pemberian perasan rimpang Jahe Merah antara 199,8 mg/kg dan 218,0 mg/kg bb mempunyai daya analgesik yang setara dengan daya analgesik asam salisilat 10 mg /kg bb. Ema Viaza,1991. Jurusan Farmasi, FMIPA UI.


    Telah melakukan penelitian efek antijamur Jahe terhadap jamur Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata jamur Tricophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis memberikan kadar hambat minimum sebagai berikut: 6,25; 12,5 mg/ml. Berdasarkan zona hambatan yang diperoleh, efek antijamur tertinggi diberikan terhadap jamur Tricophyton mentagrophytes, kemudian disusul Trichophyton rubrum, dan Microsparum canis. Catatan Jahe dapat dibedakan atas dua jenis. 1. Jahe Pahit. 2. Jahe Merah (sunti).

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN
    Rimpang.

    Kegunaan
    1. Asi.
    2. Batuk.
    3. Membangkitkan nafsu makan.
    4. Mulas.
    5. Perut kembung.
    6. Serbat.
    7. Gatal (obat luar).
    8. Luka (obat luar).
    9. Sakit kepala (obat luar).
    10. Selesma (obat luar).

    RAMUAN DAN TAKARAN
    Mulas
    Ramuan:
    Jahe Merah (parut) 3 rimpang

    Cara pembuatan: Diperas.
    Cara pemakaian: Diminum 3 kali sehari 1 sendok teh.
    Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari.

    Serbat
    Ramuan:
    Jahe 1 rimpang
    Bunga Cengkih 2 biji
    Buah Kemukus 4 biji
    Buah Cabai Jawa 3 biji
    Sereh 1 ruas jari tangan
    Biji Pala 1 / 5 butir
    Daun Jeruk Purut 1/2 lembar
    Kulit Kayu Manis sedikit
    Gula Aren secukupnya
    Air 200 ml

    Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.
    Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
    Lama pengobatan : Diulang selama 4 hari.

    ASI
    Ikan dan udang baik sekali untuk melancarkan ASI. Kadang-kadang bayi rentan terhadap ASI yang berbau ikan atau udang. Untuk mencegah hal tersebut ibu menyusui harus makan lalap Jahe atau Kemangi.

    Sakit kepala dan Selesma (Influenza)
    Penderita influenza biasanya merasa nyeri di punggung dan di pinggang (greges-greges). Untuk mengurangi rasa nyeri tersebut penderita dapat diobati dengan ramuan sebagai berikut.
    Jahe Merah beberapa rimpang
    Air secukupnya

    Cara pembuatan:
    Dipipis hingga berbentuk pasta.

    Cara pemakaian:
    Tambahkan minyak kelonyo secukupnya dan gosokkan pada bagian badan yang terasa nyeri. Untuk sakit kepala ditempelkan pada pelipis dan belakang telinga penderita.

    Selesma
    Ramuan:
    Jahe Merah 1 rimpang
    Herba Poko segar 1 genggam
    Buah kemukus 6 butir
    Biji Jintan Hitam 2 butir
    Air sedikit

    Cara pembuatan:
    Dipipis hingga berbentuk pasta.

    Cara pemakaian:
    Pindahkan ramuan ke kain bersih dan ikat dengan tali, kemudian masukkan ke dalam cuka hangat dan oleskan ke seluruh badan, agar mempercepat keluarnya keringat.

    Komposisi :
    Minyak atsiri zingiberena (zingirona), zingiberol, bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit.
    Sumber : IptekNet

    Tags : ASI sedikit, batuk, Bekas Luka, gatal, Ginger, Jahe, nafsu makan, Perut Kembung, Perut Mulas, Sakit Kepala, Salesma, Serbat, Tanaman Obat

    Tanaman Obat Tapak Liman (Elephantopus scaber L.)

    Sinonim :
    = Asterocephalus cochinchinensis, Spreng.
    = Scabiosa cochinchinensis, Lour.
    Familia :
    Compositae (Asteraceae)
    Tumbuh liar di lapangan rumput, pematang, kadang-kadang ditemukan dalam jumlah banyak, terdapat di dataran rendah sampai dengan 1.200 m di atas permukaan laut. Terna tahunan, tegak, berambut, dengan akar yang besar, tinggi 10 cm - 80 cm, batang kaku berambut panjang dan rapat, bercabang dan beralur. Daun tunggal berkumpul di bawah membentuk roset, berbulu, bentuk daun jorong, bundar telur memanjang, tepi melekuk dan bergerigi tumpul. Panjang daun 10 cm - 18 cm, lebar 3 cm - 5 cm. Daun pada percabangan jarang dan kecil, dengan panjang 3 cm - 9 cm, lebar 1 cm - 3 cm. Bunga bentuk bonggol, banyak, warna ungu. Buah berupa buah longkah. Masih satu marga tetapi dari jenis lain, yaitu Elephantopus tomentosa L., mempunyai bunga wama putih, bentuk daun bulat telur agak licin, mempunyai efek therapy yang sama, tapi khasiat penurun panas dan anti radang kurang poten. Lebih sering digunakan pada rheumatic dan anti kanker.

    Nama Lokal :
    Tapak liman (Indonesia), Tutup bumi (Sumatera); Balagaduk, jukut cancang, tapak liman (Sunda),; Tampak liman, tapak tangan, talpak tana (Madura),; Ku di dan (China).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Influenza, demam, Amandel, Radang tenggorokan, Radang mata; Dysentery, diare, gigitan ular, Batuk, Sakit kuning, Busung air; Radang ginjal, Bisul, Kurang darah, radang rahim, Keputihan;

    BAGIAN YANG DIPAKAI:
    Seluruh tanaman, cuci, keringkan.

    KEGUNAAN:
    1. Influenza, demam, peradangan amandel, radang tenggorok, radang
    mata.
    2. Dysentery, diare, gigitan ular.
    3. Epidemic encephalitis B., batuk seratus hari (Pertusis).
    4. Sakit kuning, memperbaiki fungsi hati, busung air (ascites).
    5. Radang ginjal yang akut dan kronik.
    6. Bisul, eksema.
    7. Kurang darah (anemia), radang rahim, keputihan.
    8. Mempermudah proses kelahiran, pengobatan sesudah bersalin.
    9. Pelembut kaki, peluruh dahak, peluruh haid, pembersih darah,
    pengelat.

    PEMAKAIAN: 15-30 gram rebus.

    CARA PEMAKAIAN TANAMAN OBAT:
    1. Hepatitis:

    120-180 gram akar segar + daging, rebus, minum, selama 4-5 hari

    2. Biri-biri :
    30-60 gram seluruh tanaman, 60-120 gram tahu, air secukupnya
    ditim, makan.

    3. Perut kembung: 60 gram batang direbus, dibagi 2 kali minum.

    Komposisi :
    Tanaman obat Tapak Liman memiliki SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS, Rasa pahit, pedas, sejuk. Penurun panas, Antibiotik, anti radang, peluruh air seni, menghilangkan pembengkakan, menetralkan racun. KANDUNGAN KIMIA: Daun: Epifriedelinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-1-ol, dotria-contan-1-ol, lupeol acetate, deoxyelephantopin, isodeoxyelephantopin, Bunga: Luteolin-7-glucoside.
     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS