Headlines News :

    Showing posts with label Adas. Show all posts
    Showing posts with label Adas. Show all posts
    Fennel (Foeniculum vulgare) is a plant species in the genus Foeniculum (treated as the sole species in the genus by most botanists). It is a hardy, perennial, umbelliferous herb, with yellow flowers and feathery leaves, grows wild in most parts of temperate Europe, but is generally considered indigenous to the shores of the Mediterranean, whence it spreads eastwards to India + Even in England in Bedfont Lakes Country Park and Thurrock . It has followed, especially where Romans have colonized, and may be found growing wild in many parts of the world upon dry soils near the sea-coast and upon river-banks. It is a member of the family Apiaceae. It is a highly aromatic and flavorful herb with culinary and medicinal uses, and is one of the primary ingredients of absinthe. Fennel is used as a food plant by the larvae of some Lepidoptera species including the Mouse Moth and the Anise Swallowtail.

    Klik gambar untuk perbesar

    Fennel (Foeniculum vulgare) is a perennial herb, meaning that it grows year-round. It is erect, glaucous green, and grows to heights of up to 2.5 m, with hollow stems. The leaves grow up to 40 cm long; they are finely dissected, with the ultimate segments filiform, about 0.5 mm wide. Its leaves are similar to those of dill, but thinner. The flowers are produced in terminal compound umbels 5–15 cm wide, each umbel section having 20–50 tiny yellow flowers on short pedicels. The fruit is a dry seed from 4–10 mm long, half as wide or less, and grooved.Source :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Foeniculum_vulgare.JPG

    GNU Free Documentation License
    Version 1.2, November 2002
    Copyright (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.
    51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA
    Everyone is permitted to copy and distribute verbatim copies
    of this license document, but changing it is not allowed.

    Source: from Koehler's Medicina
    Klasifikasi ilmiah
    Kerajaan:
    Plantae
    Divisi:
    Magnoliophyta
    Kelas:
    Magnoliopsida
    Ordo:
    Apiales
    Famili:
    Apiaceae
    Genus:
    Foeniculum
    Spesies:
    F. vulgare
    Nama binomial
    Foeniculum vulgare

    Mill.l-Plants 1887

    Source:

    - from Koehler's Medicinal-Plants 1887

    - http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Koeh-148.jpg

    Versi 1.2, November 2002
    Hak Cipta (C) 2000,2001,2002 Free Software Foundation, Inc.
    51 Franklin St, Fifth Floor, Boston, MA 02110-1301 USA
    Semua orang diperbolehkan untuk menyalin dan mendistribusikan
    salinan sama persis dari dokumen lisensi ini, namun
    tak diperkenankan untuk mengubahnya.

    Adas (Foeniculum vulgare Mill.)

    (Foeniculum vulgare Mill.)
    Sinonim :
    = E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.
    Familia :
    Apiaccae (Umbelliferae)

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
    Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

    KEGUNAAN:
    Buah bermanfaat untuk mengatasi :
    - sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,
    muntah, diare,
    - sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,
    - batuk berdahak, sesak napas (asma),
    - haid: nyeri haid, haid tidak teratur,
    - air susu ibu (ASI) sedikit,
    - putih telur dalam kencing (proteinuria),
    - susah tidur (insomnia),
    - buah pelir turun (orchidoptosis),
    - usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),
    - pembengkakan saluran sperma (epididimis),
    - penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis),
    - mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya,
    - rematik gout, dan
    - keracunan tumbuhan obat atau jamur.

    Daun berkhasiat mengatasi :
    - batuk,
    - perut kembung, koilk,
    - rasa haus, dan
    - meningkatkan penglihatan.

    CARA PEMAKAIAN :
    Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
    Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
    Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Batuk
    a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2
    cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok
    teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali
    sehari, sampai sembuh.

    b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2
    kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,
    bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang
    jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong
    seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa
    setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali
    sehari, masing-masing 1/2 gelas.

    2. Sesak napas
    a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok
    makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,
    sampai sembuh.

    b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2
    jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun
    poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah
    3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi
    lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira
    separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum.
    Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

    3. Sariawan
    Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler
    1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,
    daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut
    1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,
    rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci
    dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus
    dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah
    dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup
    3/4 gelas.

    4. Haid tidak teratur
    Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,
    jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,
    bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu
    sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
    Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai
    tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,
    masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur
    Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan
    setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

    5. Batu empedu
    Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air
    panas. Min

    Komposisi :

    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS

    Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung.
    Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).
    Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :
    1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan.
    2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus).
    3. Menghilangkan dingin dan dahak.
    4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan.
    5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal.

    6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

    Lain-lain :

    Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 em, panj' ang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

    Nama Lokal :
    Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

    Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/

     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS