Headlines News :

    Showing posts with label sakit perut. Show all posts
    Showing posts with label sakit perut. Show all posts

    Daun Beluntas mengobati nyeri haid dan sakit perut

    Daun Beluntas selain enak buat lalap ternyata memliki banyak khasiat obat, antaralain dapat mengobati Demam, Bau badan dan bau mulut, Pegal - linu, Keputihan, Nyeri pinggang dan pinggul, Rematik, Sakit perut, Nyeri haid, Gangguan pencernaan pada anak, TBC kelenjar leher (Cervical tuberculous lymphadenitis)

    Beluntas:(Pluchea indica (L.) Less.)
    Sinonim : Baccharis indica, Linn.
    Familia : Compositae

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Baunya khas (Sengir) dan rasanya getir. Daun: menambah nafsu makan (Stomakik), membantu pencernaan. KANDUNGAN KIMIA: Alkaloid, minyak atsiri.

    Tumbuh dengan ketinggian 1.000. meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui di daerah pantai tumbuh liar. atau sebagai tanaman pagar.Untuk pengembangbiakannya dengan setek batang yang cukup tua.
    Nama lain : baluntas, luntas (Jawa), baluntas (Madura), baruntas (Sunda), lamutasa (Makasar), lenabou (Timor)..
    Tanaman ini mengandung : alkaloid, flavonoida, tanin, minyak atsiri, asam chlorogenik, natri
    1. Demam: 15 helai daun beluntas diseduh dengan segelas air panas. Setelah agak dingin, disaring. Diminum sekaligus 1x sehari.
    2. Bau badan dan bau mulut: Beberapa helai daun beluntas nuda dikukus lalu dimakan sebagai lalap.
    3. Pegal - linu: Beberapa helai daun beluntas diseduh dengan segelas air panas. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.
    4. Keputihan: 20 helai daun beluntas, 1 akar tapak liman direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diminum sekaligus, 1x sehari.
    5. Nyeri pinggang dan pinggul: 1 akar beluntas, 1 ibu jari kencur, 1 ibu jari temulawak, i ibu jari kunyit direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diminum 1x sehari, sekaligus.
    6. Rematik: Akar beluntas direbus dengan segelas air. Saring, minum 1x sehari sekaligus.
    7. Sakit perut: 20 helai daun beluntas dicuci bersih lalu diremas-remas sampai hancur. Seduh dengan segelas air panas sambil diberi sedikit asam dan garam, lalu disaring. Diminum selagi masih hangat. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.
    8. Nyeri haid: 20 helai daun beluntas dicuci bersih lalu diremas-remas sampai hancur. Seduh dengan segelas air panas sambil diberi sedikit asam dan garam, lalu disaring. Diminum selagi masih hangat. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.
    9. Gangguan pencernaan pada anak: 8 helai daun beluntas dicuci bersih, lalu ditaruh di nasi yang akan ditim. (mrd)
    10. TBC kelenjar leher:
      - extra batang dan daun beluntas, extra gelatin dari kulit sapi,
      Laminaria japonica (rumput laut). Bahan-bahan ini ditim sampai
      lunak, Ialu dimakan.
      - Laminaria japonica (rumput laut)
    SUMBER :
    Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999.
    Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999.
    Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995.
    Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999.
    - www.warintek.ristek.go.id,
    - iptek.net.id

    Under tags:
    Bau badan dan bau mulut, Pegal - linu, Keputihan, Nyeri pinggang dan pinggul, Rematik, Sakit perut, Nyeri haid,TBC kelenjar leher

    Asam Jawa Tanaman Obat Pelangsing dan Penurun Kolesterol

    Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L)
    Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L) dapat digunakan sebagai obat penurun kadar kolesterol tinggi dengan kandungan kimia saponin, flavonoid dan tanin. Senyawa aktif flavonoid dan tanin pada tanaman Asam Jawa dapat meningkatkan degradasi/ peluruhan lemak, melalui seuatu peningkatan metabolisme dalam tubuh sehingga terjadi proses pembakaran timbunan lemak.

    Selain itu peluruhan lemak oleh senyawa aktif flavonoid dan tanin melaui pendekatan pemecahan lemak dikatalisis oleh enzim lipase. Ekstrak yang bersifat aktivator enzim bersifat dapat mendegradasi lemak sehingga mempunyai potensi sebagai obat pelangsing alami.

    Nama lain untuk tumbuhan ini adalah Tamarind (Inggris), Tamarinier (Perancis),; Asam Jawa (Indonesia), Celangi, Tangkal asem (Sunda); di Sumatra: Bak Me (Aceh), Acamlagi (Gayo), Asam Jawa, Kayu Asam, Cumalagi (Minangkabau); di Jawa disebut sebagai Tangakal asem (Sunda), Acem (Madura); di Kalimantan disebut sebagai Asam Jawa; di Sulawesi disebut dengan Asang Jawi (Gorontalo), Camba (Makasar), Cempa (Bugis).

    Khasiat lain dari tumbuhan obat ini adalah untuk mengobati penyakit : Asma, Batuk, Demam, Sakit panas, Reumatik, Sakit perut, morbili; Alergi/biduren, Sariawan, Luka baru, Luka borok, Eksim, Bisul; Bengkak disengat lipan/lebah, Gigitan ular bisa, Rambut rontok;

    1. Asma
    Bahan: 2 potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras secukupnya 
    Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.
    Cara mrnggunakan: diminum 2 kali sehari

    2. Batuk Kering
    Bahan: 3 polong buah asam jawa, ½ genggam daun saga
    Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 4 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

    3. Demam
    Bahan: 1 genggam daun asam jawa, adas pulawaras secukupnya;
    Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan ½ liter air sampai mendidih, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

    4. Sakit Panas
    Bahan: 2 polong buah asam jawa yang telah masak, garam secukupnya
    Cara membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum biasa
    Catatan: bagi ibu hamil tidak boleh minum resep ini

    5. Reumatik
    Bahan: 1 genggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa (klungsu =jawa)
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus
    Cara menggunakan: dipakai untuk kompres bagian yang sakit

    6. Sakit perut
    a. Bahan: 3 polong buah asam jawa yang sudah masak, kapur sirih dan minyak kayu putih secukupnya
    Cara membuat: semua bahan tersebut dicampur sampai merata
    Cara menggunakan: digunakan sebagai obat gosok, terutamapada bagian perut

    b. Bahan: 3 polong buah asam jawa, 1 potong gula aren
    Cara membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum biasa

    c. Bahan: 2 polong buah asam jawa, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa
    Cara membuat: Kunyit diparut, kemudian dicampur dengan bahan bahan lainnya dan diseduh dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum biasa

    7. Morbili
    Bahan: 1 - 2 potong buah asam jawa yang telah masak, 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari
    Cara membuat: kunyit diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur sampai merata
    Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak/obat gosok bagi penderita morbili

    8. Alergi/Biduren (Jawa)
    Bahan: 2-3 golong buah asam jawa yang telah tua, garam secukupnya, ¼ sendok kapur sirih.
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

    9. Sariawan
    Bahan: 2 polong buah asam jawa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa 
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum biasa

    10. Luka baru
    Bahan: daun asam jawa secukupnya
    Cara membuat: daun asam jawa dikunyah sampai lumat
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka

    11. Luka borok
    Bahan: beberapa biji asam jawa (klungsu = jawa)
    Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka, kemudian diperban

    12. Eksim dan Bisul
    Bahan: 1 genggam daun asam jawa yang masih muda (sinom = jawa), 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
    Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit

    13. Bengkak karena disengat lipan atau lebah
    Bahan: 3 - 5 biji asam jawa dan minyak kayu putih secukupnya
    Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus
    Cara menggunakan: bagian yang bengkak dibersihkan terlebih dahulu dengan kain yang dibasahi dengan minyak kayu putih, kemudian ditaburi/ditempeli dengan bubukan biji asam jawa tersebut.

    14. Mencegah rambut rontok
    Bahan: beberapa biji asam jawa
    Cara menggunakan: sebelum keramas dengan shampo, kepala dimasase terlebih dahulu dengan biji asam jawa

    Referensi :
    - http://elokkamilah.wordpress.com, www.iptek.net.id, www.litbang.depkes.go.id

    Tanaman Obat Jati Belanda

    Jati Belanda
    (Guazuma ulmifolia Lamk, var. Tomentosa Schum.)
    Sinonim :
    Guazuyna tomentosa Kunth.

    Familia :
    Sterculiaceae.

    Uraian :
    Tanaman pohon, tinggi lebih kurang 10 meter. Batang keras, bulat, permukaan kasar, banyak alur, berkayu, bercabang, warna hijau keputih-putihan. Daun tunggal, bulat telur, permukaan kasar, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal berlekuk, pertulangan menyirip, panjang 10-16 cm, lebar 3-6 cm, warna hijau. Bunga tunggal, bulat di ketiak daun, warna hijau muda. Buah kotak, bulat, keras, permukaan berduri, warna hitam.

    Nama Lokal :
    NAMA SIMPLISIA: Gliazumae Folium; Daun Jati belanda.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Khasiat Diaforetik, tonik, dan astringen. PENELITIAN Yusuf Husni, 1986. Fakultas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian daun Jati belanda terhadap kadar kreatin dan urea pada serum darah kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian daun Jati belanda selama 2 bulan tidak menaikkan kadar kreatin dan urea. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi ginjal setelah pemberian Jati belanda. Subandrio Joko Semedi, 1987. Fakilltas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian seduhan daun Jati belanda terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian seduhan daun Jati belanda selama 1 bulan tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi hati setelah pemberian Jati belanda. Lies Andarini, 1987.Jurusan Biologi, FMIPA UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun Jati belanda terhadap berat badan mencit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian infus daun Jati belanda 5 %, 10 %, 15 %, dan 20%, masing-masing sebanyak 0,5 ml dapat menurunkan berat badan mencit. Pemberian infus daun Jati belanda 15% dan 20%, masing-masing 0,5 ml dapat menurunkan jumlah makanan mencit.

    Pemanfaatan :
    Bagian yang Digunakan
    Daun, kulit kayu, dan buah.

    KEGUNAAN
    Daun: Kegemukan.

    Buah:
    Bronkhitis.

    Biji:
    1. Kegemukan.
    2. Sakit perut.


    RAMUAN DAN TAKARAN
    Kegemukan
    Ramuan:
    Daun Jati belanda 7 helai
    Daun Tempuyung 7 helai
    Serbuk Majakan sedikit
    Air 115 ml

    Cara pembuatan:
    Dibuat infus atau diseduh.
    Cara pemakaian:
    Diminum 1 kali sehari 100 ml.

    Lama pengobatan:
    Diulang selama 30 hari.

    Sakit Perut dan Perut Kembung
    Ramuan:
    Buah Jati belanda (serbuk) 2 sendok teh
    Air mendidih 100 ml
    Minyak Adas (bila perlu) 1 tetes

    Cara pembuatan: Diseduh
    Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
    Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari.

    Komposisi :
    Tanin, lendir, zat pahit, dan damar
    sumber : iptek.net.id

    Temulawak

    (Curcuma xanthorrhiza, Roxb.)
    Sinonim :

    Familia :
    Zingiberanceae

    Uraian :
    Temulawak (curcuma xanthorrhiza) banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar pemukiman, terutaama pada tanah gembur, sehingga buaah rimpangnya mudah berkembang menjadi besar. Temulawak termasuk jenis tumbuh-tumbuhan herba yang batang pohonnya berbentuk batang semu dan tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan pada setiap helaian dihubungkan dengan pelapah dan tangkai daun yang agak panjang. Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik (bergerombol) dan berwarna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama dikenal sebagai bahan ramuan obat. Aroma dan warna khas dari rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna kekuning-kuningan. Daerah tumbuhnya selain di dataran rendaah juga dapat tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1500 meter di atas permukaan laut.

    Nama Lokal :
    Temulawak, Temu putih (Indonesia), Temulawak (Jawa); Koneng Gede (Sunda), Temulabak (Madura);

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sakit limpa, Sakit ginjal, Sakit pinggang, Asma, Sakit kepala; Masuk angin, Maag, Sakit perut, Produksi ASI, Nafsu makan; Sembelit, Sakit cangkrang, Cacar air, Sariawan, Jerawat;

    1. Sakit Limfa
    Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/2 rimpang lengkuas, 1 genggam
    daun meniran.
    Cara membuat: temulawak dan lengkuas diparut, kemudian semua
    bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, dan
    disaring.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 cangkir.

    2. Sakit Ginjal
    Bahan: 2 rimpang temulawak, 1 genggam daun kumis kucing, 1
    genggam daun kacabeling.
    Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis, kemudian direbus
    bersama dengan bahan lainnya dengan 1 liter air, dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum selama 3 hari.

    3. Sakit Pinggang
    Bahan: 1 rimpang temulawak, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1
    genggam daun kumis kucing.
    Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air,
    dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

    4. Asma
    Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, 1 potong gula aren.
    Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Setelah
    kering direbus dengan 5 gelas air ditambah 1 potong gula aren
    sampai mendidih hingga tinggal 3 gelas, kemudian disaring.

    5. Sakit Kepala dan masuk angin.
    Bahan: beberapa rimpang temulawak.
    Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis, dikeringkan dan ditumbuk
    halus menjadi tepung. Kurang lebih 2 genggam tepung temulawak
    direbus dengan 4-5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 3
    gelas, kemudian disaring disaring.

    6. Maag
    Bahan: 1 rimpang temulawak.
    Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan
    sebentar, kemudian direbus dengan 5-7 gelas air sampai mendidih,
    dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas.

    7. Sakit perut, Sakit perut pada waktu haid
    Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula
    kelapa, garam secukupnya.
    Cara membuat: temulawak diparut, kemudian direbus bersama
    bahan lainnya dengan 3-4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal
    2 gelas.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

    8. Menghilangkan bau amis sewaktu haid :
    Bahan: 1 rimpang temulawak, 5 buah mata asam, 1 potong gula
    kelapa.
    Cara membuat: temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan,
    kemudian bersama bahan lainnya ditaruh dalam waskom (rantang/
    panci), diberi 2 gelas air panas dan ditutup rapat selama kurang lebih
    15 menit, dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum 3 kali, 1 kali sehari.

    9. Memperbanyak produksi ASI
    Bahan: 1 1/2 rimpang temulawak, dan tepung saga secukupnya.
    Cara membuat: temulawak diparut, kemudian kedua bahan tersebut
    dicampur dan ditambah air panas secukupnya sehingga menjadi
    bubur.
    Cara menggunakan : dimakan biasa.

    10. Memacu ASI yang macet
    Bahan : 1 1/2 rimpang temulawak diparut, 1 potong gula kelapa,
    2-3 sendok makan adonan sagu.
    Cara membuat : temulawak diparut, kemudian bersama bahan
    lainnya direbus dengan 1 liter air sampai mendidih dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara teratur.

    11. Kesulitan buang air besar/berak
    Bahan: 1 rimpang temulawak, 3 buah mata asam, 1 potong gula
    kelapa.
    Cara membuat : temulawak diiris tipis-tipis dan diangin-anginkan
    sampai kering, kemudian bersama bahan lainnya diseduh dengan air
    panas secukupnya dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum biasa.

    12. Sembelit
    Bahan : 1 rimpang temulawak dan biji sawi secukupnya.
    Cara membuat : kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus,
    kemudian diseduh dengan air panas secukupnya dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum biasa.

    13. Menambah nafsu makan
    Bahan: 2 rimpang temulawak, 1/4 rimpang lengkuas, 1/2 genggam
    daun meniran.
    Cara membuat : semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari 1/2 gelas.

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang sering disebut minyak menguap. Kemudian minyak atsiri, kamfer, glukosida, foluymetik karbinol. Dan kurkumin yang terdapat pada rimpang tumbuhan ini bermanfaat sebagai acnevulgaris, disamping sebagai anti inflamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

    Sumber Sentra Informasi Ipteknet

    Resep Obat dari Tanaman Mengkudu (Noni)

    Nama lain Mengkudu (Morinda citrifolia, Linn.) ; Pace, Kemudu, Kudu (Jawa); Cengkudu (Sunda), Kodhuk (Madura), Wengkudu (Bali);

    Komposisi :
    Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Hipertensi, Sakit kuning, Demam, Influenza, Batuk, Sakit perut; Menghilangkan sisik pada kaki;

    1. Hipertensi
    Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok
    makan madu.
    Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,
    kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali.

    2. Sakit Kuning
    Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong
    gula batu.
    Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya,
    kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.
    Cara menggunakan : diminum dan diulangi 2 hari sekali.

    3. Demam (masuk angin dan infuenza)
    Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur;
    Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

    4. Batuk
    Bahan: 1 buah Mengkudu dan ½ genggam daun poo (bujanggut) atau Mint ;
    Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
    Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

    5. Sakit Perut
    Bahan: 2-3 daun Mengkudu
    Cara Membuat: ditumbuk halus, ditambah garam dan diseduh air
    panas.
    Cara menggunakan: setelah dingin disaring dan diminum.

    6. Menghilangkan sisik pada kaki
    Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.
    Cara menggunakan: bagian kaki yang bersiisik digosok dengan buah
    mengkudu tersebut sampai merata, dan dibiarkan selama 5-10 menit,
    kemudian dibersihkan dengan kain bersih yang dibasahi dengan air
    hangat.


    Sumber data : Sentra Informasi IPTEK
    Image : Wilfredo R. Rodríguez H

    Adas (Foeniculum vulgare Mill.)

    (Foeniculum vulgare Mill.)
    Sinonim :
    = E officinale, All. = Anethum foeniculum, Linn.
    Familia :
    Apiaccae (Umbelliferae)

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sakit perut (mulas), perut kembung, mual, muntah, ASI sedikit,; Diare, sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan, batuk,; Sesak napas (Asma), nyeri haid, haid tidak tertur, rematik goat,; Susah tidur (insomnia), buah pelir turun (orchidoptosis), kolik,; Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis), batu empedu,; Pembengkakan saluran sperma (epididimis),; Penimbunan cairan dalam kantung buah zakar (hiodrokel testis),; Keracunan tumbuhan obat atau jamur, meningkatkan penglihatan;

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
    Buah masak (Xiaohuixiang, hui-hsiang). Buah yang telah masak dikumpulkan, lalu dijemur sampai kering.

    KEGUNAAN:
    Buah bermanfaat untuk mengatasi :
    - sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,
    muntah, diare,
    - sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan,
    - batuk berdahak, sesak napas (asma),
    - haid: nyeri haid, haid tidak teratur,
    - air susu ibu (ASI) sedikit,
    - putih telur dalam kencing (proteinuria),
    - susah tidur (insomnia),
    - buah pelir turun (orchidoptosis),
    - usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis),
    - pembengkakan saluran sperma (epididimis),
    - penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis),
    - mengurangi rasa sakit akibat batu dan membantu menghancurkannya,
    - rematik gout, dan
    - keracunan tumbuhan obat atau jamur.

    Daun berkhasiat mengatasi :
    - batuk,
    - perut kembung, koilk,
    - rasa haus, dan
    - meningkatkan penglihatan.

    CARA PEMAKAIAN :
    Buah adas sebanyak 3 - 9 g direbus, minum atau buah adas digiling halus, lalu diseduh dengan air mendidih untuk diminum sewaktu hangat. Daun dimakan sebagai sayuran atau direbus, lalu diminum.
    Pemakaian luar, buah kering digiling halus lalu digunakan untuk pemakaian lokal pada sariawan, sakit gigi, sakit telinga dan luka.
    Minyak adas juga dapat digunakan untuk menggosok tubuh anak yang masuk angin.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Batuk
    a. Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g disedub dengan 1/2
    cangkir air mendidih. Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok
    teh madu. Aduk sampai merata, minum sekaligus. Lakukan 2 kali
    sehari, sampai sembuh.

    b. Siapkan daun saga 1/4 genggam, bunga kembang sepatu 2
    kuntum, daun poko 1/5 genggam, bunga tembelekan 10 kuntum,
    bawang merah 2 butir, adas 1 sendok teh, pulosari 1 jari, rimpang
    jahe 1 jari, gula merah 3 jari, dicuci dan dipotong-potong
    seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa
    setengahnya. Setelah dingin disaring, lalu diminum. Lakukan 3 kali
    sehari, masing-masing 1/2 gelas.

    2. Sesak napas
    a. Ambil minyak adas sebanyak 10 tetes diseduh dengan 1 sendok
    makan air panas. Minum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari,
    sampai sembuh.

    b. Siapkan adas 1/2 sendok teh, pulosari ¼ jari, rirnpang kencur 2
    jari, rirnpang temulawak 1 jari, jintan hitam 114 sendok teh, daun
    poncosudo (Jasminum pubescens) 1/4 genggam, gula merah
    3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Baban-bahan tadi
    lalu direbus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa kira-kira
    separonya. Setelah dingin disaring, dan siap untuk diminum.
    Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

    3. Sariawan
    Siapkan adas 3/4 sendok teh, ketumbar 3/4 sendok teh, daun iler
    1/5 genggam, daun saga 1/4 genggam, sisik naga 1/5 genggam,
    daun sembung 1/4 genggam, pegagan 1/4 genggam, daun kentut
    1/6 genggam, pulosari 3/4 jari, rimpang lempuyang wangi 1/2 jari,
    rimpang kunyit ½ jari, kayu manis ¾ jari, gula merah 3 jari, dicuci
    dan dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi lalu direbus
    dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah
    dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, setiap kali cukup
    3/4 gelas.

    4. Haid tidak teratur
    Siapkan daun dan bunga srigading masing-masing.1/5 genggam,
    jinten hitam 3/4 sendok teh, adas 1/2 sendok teh, pulosari 1/2 jari,
    bunga kesumba keling 2 kuntum, jeruk nipis 2 buah, gula batu
    sebesar telur ayam, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya.
    Bahan-bahan tadi lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai
    tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring, minurn 3 kali sehari,
    masing-masing 3/4 gelas. Keracunan tumbuhan obat atau jamur
    Siapkan serbuk buah adas sebanyak 5 g, lalu seduh dengan
    setengah cangkir arak. Minum selagi hangat.

    5. Batu empedu
    Serbuk buah adas sebanyak 5 g diseduh dengan 1 cangkir air
    panas. Min

    Komposisi :

    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS

    Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung.
    Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil). KANDUNGAN KIMIA : Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%, mengandung 50 - 60% anetol, lebih kurang 20% fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak. Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).
    Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian :
    1. Komponen aktifnya, anisaldehida, meningkatkan khasiat streptomycin untuk pengobatan TBC pada tikus percobaan.
    2. Meningkatkan peristaltik saluran cerna dan merangsang pengeluaran kentut (flatus).
    3. Menghilangkan dingin dan dahak.
    4. Minyak adas yang mengandung anetol, fenkon, chavicol, dan anisaldehid berkhasiat menyejukkan saluran cerna dan bekerja menyerupai perangsang napsu makan.
    5. Dari satu penelitian pada manusia dewasa, diternukan bahwa adas mempunyai efek menghancurkan batu ginjal.

    6. Pada percobaan binatang, ekstrak dari rebusan daun adas dapat menurunkan tekanan darah. Namun, pengolahan cara lain tidak menunjukkan khasiat ini.

    Lain-lain :

    Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Terna berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 gagang bunga, panjang ibu gagang bunga 5 - 1 0 em, panj' ang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya. Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan basil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering. Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit batang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

    Nama Lokal :
    Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa),; Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (Ind./Pak.).; Fennel, commaon fennel, sweet fennel, fenkel, spigel (I).;

    Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/

     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS