Headlines News :

    Showing posts with label Bronkhitis. Batuk. Show all posts
    Showing posts with label Bronkhitis. Batuk. Show all posts

    Kompri

    Kompri
    (Symphytum officinale L. Em,)

    Sinonim :

    Familia :
    Boraginaceae

    Uraian :
    Kompri amat umum di Eropa dan Asia Barat, yang tumbuh di tanah berumpput basah atau pinggir selokan. Di Indonesia kompri biasa ditanam dalam pot atau di kebun sebagai tumbuhan obat. Herba, membentuk rumpun, tinggi 20 - 50 cm. Tumbuhan berbatang sernu. Daun tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan berambut kasar, panjang 27 - 50 cm, lebar 4,5 - 14 cm, pertulangan menyirip, pelepah tumbuh berseling pada pangkal membentuk roset akar, warnanya hijau. Bunga majemuk, bentuk corong, putih kekuningan. Buah bulat, tiap buah terdiri dari 4 biji. Biji bulat, kecil, keras, dan hitam. Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan pemisahan akar.

    Nama Lokal :
    Kompri, komring (Jawa).; K'ang fu li (China), comfrey, knitbone (Inggris).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Rematik, pegal linu, diare, tifoid, nyeri ulu hati, kanker payudara,; Radang saluran napas (bronkhitis), luka memar, borok, ; Kencing manis (diabetes melitus), patah tulang (fraktur), ; Tekanan darah tinggi (Hipertensi), rematik gout, radang usus,; Payudara bengkak karena ASI, gangguan lambung,; Batuk berdahak, radang amandel (tonsilis), darah haid banyak,; Kencing darah, liur berdarah, dan wasir berdarah.;

    Pemanfaatan :

    BAGIAN YANG DIGUNAKAN : Daun dan akar.

    INDIKASI :
    Daun berkhasiat untuk mengatasi:
    - rematik, pegal linu,
    - diare,
    - tifoid,
    - nyeri ulu hati, radang saluran napas (bronkitis), kencing manis (DM),
    - tekanan darah tinggi, dan
    - kanker payudara.

    Akar berkhasiat mengatasi:
    - luka memar, borok, luka pada paru,
    - tulang patah (fraktur),
    - rematik gout,
    - payudara bengkak karena bendungan ASI,
    - radang usus, gangguan lambung,
    - batuk berdahak, radang amandel (tonsilitis), radang saluran napas
    (bronkitis),
    - rasa penuh di dada,
    - perdarahan: darah haid banyak, kencing darah, liur berdarah, dan
    wasir berdarah.

    CARA PEMAKAIAN :
    Akar segar sebanyak 20-30 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar yang digiling halus untuk menyembuhkan luka, ekzema, dan memar. Akar yang digiling halus dicampur sedikit kapur untuk menyembuhkan luka bemanah, borok di tungkai, bisul besar, wasir, gangren, rematik gout, dan tumor.


    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Rematik :
    Sebanyak 15 g daun muda segar dicuci lalu dipotong kecil-kecil.
    Makan sebagai lalab.

    2. Rematik gout :
    Akar kompri segar secukupnya dicuci lalu digiling halus. Letakkan
    pada bagian tubuh yang sakit.

    3. Luka memar, borok, luka pada paru :
    Akar kompri segar sebesar 1 ibu jari dipotong-potong lalu direbus
    dengan 1 gelas air bersih atau arak. Setelah dingin disaring, lalu
    dibagi untuk 2 kali minum, yaitu pagi dan sore sama banyak.

    4. Rasa penuh di dada
    Akar kompri segar sebanyak 20 g dicuci dan dipotong-potong
    seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.
    Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

    5. Tulang patah, luka terpotong, luka baru :
    Akar kompri segar secukupnya digiling halus. Letakkan pada bagian
    tulang yang patah atau luka terpotong, lalu dibalut.

    6. Payudara bengkak, wasir berdarah :
    Akar kompri segar secukupnya digiling halus. Letakkan pada wasir
    yang berdarah atau payudara yang bengkak.

    7. Tonsilitis, bronkitis, batuk berdahak :
    Akar kompri segar sebanyak 25 g dicuci lalu dipotong-potong
    seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas.
    Setelah dingin disaring, dibagi 2 sarna banyak. Minum pagi dan
    sore hari.

    8. Menghentikan perdarahan :
    Akar kompri segar sebanyak 20 g digiling halus. Air perasannya
    ditambah sedikit anggur, minum.

    CATATAN :
    - Pemakaian berlebihan menyebabkan keracunan, terutama kerusakan
    hati.
    - Sebaiknya penggunaan kompri untuk pengobatan dibatasi sampai
    penelitian lebih lanjut tentang tumbuhan obat ini selesai dilakukan.
    Penelitian terakhir mengungkapkan kalau kompri adalah tumbuhan
    yang bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).
    - Untuk pemakaian luar, penggunaan daun kompri sebagai obat untuk
    penyembuhan luka dan tulang patah tidak bermasalah.

    Komposisi :
    KANDUNGAN KIMIA : Daun kompri mengandung symphytine, echimidine, anadoline, al- kaloid pyrrolizidine (PAs), tanin, minyak asiri, allantoin, dan vitamin (B 1, B2, C dan E). Alkaloid pyrrolizidine diketahui merupakan penyebab kerusakan hati yang dinamakan hepatic veno-occlusive disease (HVOD). Sedangkan akarnya mengandung alkaloid pyrrolizidine dengan jumlah yang lebih besar dari daun. Efek Farkologis dan Hasil Penelitian : lnfus daun kompri 20% dengan takaran 25 dan 40 ml/kg bb mempunyai efek menurunkan kadar gula darah tikus putih jantan sebanding dengan suspensi klorpropamida 22,5 mg/kg bb. (Amrizal M., Jurusan Farmasi, FMIPA, UNAND, 1988).

    Sumber Sentra Informasi Ipteknet

    Rumput Mutiara Tanaman Obat Indonesia


    Hedyotis corymbosa (L.] Lamk.)

    Sinonim :
    Oldenlandia corymbosa, Linn.

    Familia :
    Rubiaceae

    Uraian :
    Rumput tumbuh rindang berserak, agak lemah, tinggi 15 - 50 cm, tumbuh subur pada tanah lembab di sisi jalan, pinggir selokan, mempunyai banyak percabangan. Batang bersegi, daun berhadapan bersilang, tangkal daun pendek/hampir duduk, panjang daun 2 - 5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah. Ujung daun mempunyal rambut yang pendek. Bunga ke luar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih, berupa bunga majemuk 2-5, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya 5 10 mm. Buah built, ujungnya pecah-pecah. Rumput ini mempunyai khasiat sama seperti Hedyotis diffusa Willd. = Rumput Iidah ular = Baihua she she cao.

    Nama Lokal :
    Rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia); Daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta); Katepan, urek-urek polo (Jawa), Pengka (Makasar); Shui xian cao (China).

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Tonsilis, Bronkhitis, Gondongan, Pneumonia, Radang usus buntu; Hepatitis, Radang panggul, Infeksi saluran kemih, Bisul, Borok; Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara, rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasophar;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIPAKAI:
    Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.

    KEGUNAAN:
    - Tonsilitis, pharyngitis, bronchitis, pneumonia, gondongan (Mumps).
    - Radang usus buntu (Acute appendicitis).
    - Hepatitis, cholecystitis.
    - Penyakit radang panggul (Pelvic inflammatory disease), infeksi
    saluran kemih.
    - Bisul (carbuncle), borok,
    - Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara,
    rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasopharynx.

    PEMAKAIAN:
    15 - 60 gr, rebus. Sudah dibuat tablet, granule, dan obat suntik.

    PEMAKAIAN LUAR:
    - Memar, pyodermi, gigitan ular, tersiram air panas, tulang patah, terkilir:
    Lumatkan herba segar, untuk dibubuhkan di tempat yang sakit.

    - Tersiram air panas : Herba segar secukupnya direbus, untuk cuci.

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Radang usus buntu (Acute simple appendicitis) dan peritonitis lokal
    yang ringan:
    60 gr herba direbus, dibagi untuk 2 - 3 X minum, selama 6 - 8 hari.
    Pada kasus berat, harus dengan campuran lain.

    2. Sumbatan saluran sperma (Epididymic stasis):
    30 gr herba ini direbus, minum selama 3 - 4 minggu, pada kasus-
    kasus nyeri buah zakar akibat gumpalan sperma setelah dilakukan
    pengikatan saluran epididymis.

    3. Kanker :
    30 - 60 gr direbus, minum. Ditambahkan pada pengobatan
    convensional/obat anti neoplastic, baik bersama-sama atau
    diberikan berseling.

    EFEK YANG MENYIMPANG:
    Beberapa penderita merasakan mulut kering setelah pemakaian selama 10 hari. Suntikan dosis tinggi menyebabkan penurunan sel darah putih yang ringan, dan kembali normal setelah 3 - 5 hari obat dihentikan. Beberapa kasus chronic asthmatic bronchitis menyebabkan nervous.
    Sumber Ipteknet

    Daun Jintan Tanaman Obat Indonesia


    Plectranthus amboinicus (L.) Spreng.)
    Sinonim :
    Coleus amboinicus Lour. Coleus aromatica Benth.

    Familia :
    Lamiaceae (Labiatae).

    Uraian :
    Tanaman semak, menjalar. Batang berkayu, lunak, beruas-ruas. Ruas yang menempel di tanah akan tumbuh akar, batang muda berwarna hijau pucat. Daun tunggal, mudah patah, bentuk bulat telur, tebal, tepi beringgit, berabut, panjang 6-7 cm, lebar 5-6 cm, bertulang menyirip, warna hijau muda. Bunga majemuk, berbentuk tandan, mahkota bentuk mangkok warna ungu. Bagian yang Digunakan Seluruh bagian tumbuhan.

    Nama Lokal :
    NAMA SIMPLISIA Plectranthi amboinici Herba; Herba Daun Jintan.
    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    SIFAT KHAS Pedas, menetralkan, dan membersihkan darah. SIFAT KHAS Pedas, menetralkan, dan membersihkan darah. PENELITIAN Ifiwati Wibowo,1992. Fakultas Farmasi, WIDMAN. Pembimbing: Dra. Dien Ariani L. dan dr. Irwan S. Telah melakukan penelitian daya antibakteri ekstrak Daun Jintan terhadap kuman gram negatif dari penderita infeksi saluran kemih. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata ekstrak Daun Jintan dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli mulai konsentrasi 1,2 gr/ml dan bakteri P. mirabilis mulai konsentrasi 1,0 g/ml.

    Pemanfaatan :
    KEGUNAAN
    -Asma.
    -Batuk.
    -Bayi muntah.
    -Bronkhitis.
    -Demam.
    -Mulas.
    -Pencernaan tidak baik.
    -Radang saluran kandung kemih.
    -Sariawan perut.
    -Sakit kepala.

    RAMUAN DAN TAKARAN

    Batuk
    Ramuan:
    Daun Jintan segar 7 helai
    Air 100 ml

    Cara pembuatan:
    Dibuat infus atau diseduh.

    Cara pemakaian:
    Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.

    Lama pengobatan:
    Diulang selama 14 hari.

    Sariawan Perut (Panas Dalam)
    Ramuan:
    Daun Jintan segar 1 gram
    Daun Saga segar 3 gram
    Herba Pegagan segar 3 gram
    Daun Sirih segar 3 helai
    Kulit Kayu Turi 4 gram
    Air 110 ml

    Cara pembuatan:
    Dibuat infus atau dipipis.

    Cara pemakaian:
    Diminum 1 kali sehari 100 ml (infus). Apabila dibuat pipisan diminum 1 kali sehari 1/4 cangkir.

    Lama pengobatan:
    Diulang selama 7 hari.

    Bayi Muntah
    Kalau bayi sering muntah dan masih menyusui pada ibunya. Muntah tersebut disebabkan karena ibunya makan makanan yang amis seperti ikan, udang, dll.
    Ramuan:
    Daun Jintan segar 2 helai

    Cara pemakaian:
    Untuk mengobati hal tersebut, ibunya sebaiknya mengunyah Daun Jintan dan cairannya ditelan.

    Lama pengobatan:
    3 kali sehari, pagi, siang, dan sore hari, tiap kali 2 helai Daun jintan yang masih segar.

    Sakit Kepala
    Ramuan:
    Daun Jintan segar 2 helai
    Daun Legundi segar 2 helai
    Rimpang Jahe merah 1 rimpang
    Rimpang Bangle secukupnya
    Air secukupnya

    Cara pembuatan:
    Dipipis hingga berbentuk pasta.

    Cara pemakaian:
    Dioleskan ke pelipis dan di belakang telinga. Bila ada, dapat ditambahkan minyak kelonyo.
    Komposisi :
    Minyak atsiri, mengandung fenol, dan senyawa kalium
    sumber Ipteknet

    Jamur Kayu Tanaman Obat Indonesia

    (Ganoderma lucidum (Leyss.ex Fr.) Karst.)

    Sinonim :

    Familia :
    Polyporaceae

    Uraian :
    Tumbuh saprofif pada batang kayu yang lapuk, tumbuh liar dan kadang dibudidayakan. Badan buah bertangkai panjang yang tumbuh lurus ke atas, topi dari badan buahnya menempel pada tangkai tersebut, bangun setengah lingkaran dan tumbuh mendatar. Badan buah menunjukkan lingkaran-lingkaran yang merupakan batas periode pertumbuhan, tepi berombak atau berlekuk, sisi atas dengan lipatan-lipatan radier, warnanya coklat merah keunguan, mengkilat seperti lak. Berumur beberapa tahun dengan tiap-tiap kali membentuk lapisan-lapisan himenofora baru.

    Nama Lokal :
    Supa sinduk (Sunda).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sukar tidur (Insomnia), pusing, bronkhitis, asma, silicosis, hepatitis; Hipertensi, sakit jantung, sakit lambung, tidak napsu makan; Rematik;

    Pemanfaatan :
    BAGIAN YANG DIPAKAI:
    Badan buah. Setelah dikumpulkan, dicuci lalu dijemur.

    KEGUNAAN:
    - Badan terasa lemah (Neurasthenia), pusing.
    - Rasa lemah akibat sakit lama.
    - Sukar tidur (insomnia).
    - Bronkhitis kronis, asthma, silicosis.
    - Hepatitis.
    - Tekanan darah tinggi.
    - Sakit jantung koroner (Coronary heart disease).
    - Kolesterol tinggi (hipercholesterolemia).
    - Sakit lambung (gastritis).
    - Tidak napsu makan (anoreksia).
    - Rematik sendi (Rheumatic arthritis).
    - Menunda ketuaan.

    PEMAKAIAN:
    Untuk minum: 3-15 g, rebus.
    Pemakaian luar. Digunakan untuk pilek (Rhinitis).

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Neurasthenia, sukar tidur, mimpi berlebihan:
    3-10 g jamur kayu direbus, minum.

    2. Hepatitis kronis, sesak napas (asma bronkhial):
    1-2 g jamur kayu dibuat bubuk, seduh dengan air panas, minum
    setelah dingin. Lakukan 3 kali sehari.

    3. Manguatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh:
    Rebus 15 g ling zhi dengan 4 gelas air bersih dalam periuk tanah
    sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring dan airnya
    ditambahkan 1 sendok makan madu. Aduk sampai rata, minum.
    Sehari 2 kali, tiap kali minum sebanyak 1 gelas.

    CATATAN :
    Ling-zhi adalah jamur yang dijual di toko obat dengan berbagai macam kemasan berupa potongan-potongan jamur atau yang sudah diolah seperti kapsul, tablet, sirop, tincture atau suntikan.
    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasanya manis sedikit pahit, hangat, tidak beracun. Menguatkan dan meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit jantung, aphrodisiak, menambah napsu makan (stomakik), penenang (sedatif, obat batuk (antitusif dan menghilangkan sesak (anti-asthmatic). KANDUNGAN KIMIA: Ergosterol, coumarin, fungal lysozyme, asam protease, protein yang larut dalam air, asam amino, polypeptidase dan saccharida, serta beberapa macam mineral seperti natrium (Na), calcium (Ca), zinc (Zn), copper (Co) dan mangan (Mn).

    Tanaman Obat Jati Belanda

    Jati Belanda
    (Guazuma ulmifolia Lamk, var. Tomentosa Schum.)
    Sinonim :
    Guazuyna tomentosa Kunth.

    Familia :
    Sterculiaceae.

    Uraian :
    Tanaman pohon, tinggi lebih kurang 10 meter. Batang keras, bulat, permukaan kasar, banyak alur, berkayu, bercabang, warna hijau keputih-putihan. Daun tunggal, bulat telur, permukaan kasar, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkal berlekuk, pertulangan menyirip, panjang 10-16 cm, lebar 3-6 cm, warna hijau. Bunga tunggal, bulat di ketiak daun, warna hijau muda. Buah kotak, bulat, keras, permukaan berduri, warna hitam.

    Nama Lokal :
    NAMA SIMPLISIA: Gliazumae Folium; Daun Jati belanda.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Khasiat Diaforetik, tonik, dan astringen. PENELITIAN Yusuf Husni, 1986. Fakultas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian daun Jati belanda terhadap kadar kreatin dan urea pada serum darah kelinci. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian daun Jati belanda selama 2 bulan tidak menaikkan kadar kreatin dan urea. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi ginjal setelah pemberian Jati belanda. Subandrio Joko Semedi, 1987. Fakilltas Farmasi, UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian seduhan daun Jati belanda terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian seduhan daun Jati belanda selama 1 bulan tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi hati setelah pemberian Jati belanda. Lies Andarini, 1987.Jurusan Biologi, FMIPA UNAIR. Telah melakukan penelitian pengaruh pemberian infus daun Jati belanda terhadap berat badan mencit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian infus daun Jati belanda 5 %, 10 %, 15 %, dan 20%, masing-masing sebanyak 0,5 ml dapat menurunkan berat badan mencit. Pemberian infus daun Jati belanda 15% dan 20%, masing-masing 0,5 ml dapat menurunkan jumlah makanan mencit.

    Pemanfaatan :
    Bagian yang Digunakan
    Daun, kulit kayu, dan buah.

    KEGUNAAN
    Daun: Kegemukan.

    Buah:
    Bronkhitis.

    Biji:
    1. Kegemukan.
    2. Sakit perut.


    RAMUAN DAN TAKARAN
    Kegemukan
    Ramuan:
    Daun Jati belanda 7 helai
    Daun Tempuyung 7 helai
    Serbuk Majakan sedikit
    Air 115 ml

    Cara pembuatan:
    Dibuat infus atau diseduh.
    Cara pemakaian:
    Diminum 1 kali sehari 100 ml.

    Lama pengobatan:
    Diulang selama 30 hari.

    Sakit Perut dan Perut Kembung
    Ramuan:
    Buah Jati belanda (serbuk) 2 sendok teh
    Air mendidih 100 ml
    Minyak Adas (bila perlu) 1 tetes

    Cara pembuatan: Diseduh
    Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
    Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari.

    Komposisi :
    Tanin, lendir, zat pahit, dan damar
    sumber : iptek.net.id

    Kelapa Tanaman berkhasiat obat

    Kelapa adalah tanaman yang berkhasiat obat.
    Kelapa hijau dipercaya berkhasiat sebagai hemostatik, antipiretik dan diuretik dan laksatif, dan dapat mengatasi berbagai penyakit seperti :

    o bronchitis, demam, disentri, hepatitis, (akar) ;
    o mencret, sakit perut, (arang tempurung);
    o batuk darah, batu ginjal, cacing kremi, keracunan ikan, muntah darah dan pencahar daging buah);
    o mencret, sakit perut dan bengkak (buah muda);
    o nyeri pinggang, penawar racun, peradangan usus (air kelapa) dan
    o perawatan rambut dan bahan pembawa ramuan luka bakar (minyak kelapa)
    o obat kena racun makanan, frambusia, TBC (santan dan air buahnya),
    o mencret, disentri,cholera, lemah syawat (akarnya),
    o borok, demam nifas(bunganya),
    o gigi rusak/berlubang, kencing nanah (minyak tempurungnya),
    o wasir, adanya pengapuran pada air seni (daging buahnya).

    Pengetahuan tradisional ini perlu dibuktikan dengan hasil analisa empirik dan saat ini telah diketahui dengan hasil analisa kandungan nutrisi dari kelapa yang banyak mengandung giziesensial. Daging buah kelapa muda misalnya, kaya akan kalori terutama dari karbohidrat. Protein kelapa, dibandingkan dengan kacang-kacangan, lebih baik dalam hal asam amino isoleusin, leusin, lisin, threonin dan valin.

    Adapun analisa nilai nutrisi daging buah kelapa umur 8 bulan adalah kadar air 90,59%, kalori437 kkal/100 g, minyak 26,67%, protein 10,67%, serat kasar 3,98%, totalkarbohidrat 38,45%, pati 13,53%, gula sebagai glukosa 24,92%.


    Sementara komposisi asam amino daging buah kelapa adalah isoleusin 2,5 g/16 g N, leusin 4,9 g/16 gN, lisin 2,7 g/16 g N, metionin 1,5 g/16 g N, threosin 2,3 g/16 g N, tripthopan0,6 g/16 g N dan valin 3,8 g/16 g. Mineral utama yang terdapat pada daging buah kelapa adalah Fe (17 ppm), S (4,4 ppm), Cu (3,2), P (2.4 ppm). Kandungan vitamin pada buah meliputi vitamin C (10 ppm), vitamin B(15 IU), dan vitamin E (2 ppm).

    Minyak kelapa sangat mudah dicerna dan diabsorbsi tubuh karena mengandung trigliserida yang tersusun dari lemak rantai sedang (C6-C12). Komposisi asam lemak dalam minyak kelapa adalah C8 5-%, C10 6 - 10% dan C12 44 - 45% (total 55-65% asamlemak rantai sedang). Trigliserida asam lemak rantai sedang dapat digunakan untuk mengatasi hiperlipidemia dan kegemukan serta dapat digunakan dalam ransum untuk pasien pasca bedah dan bayi premature.

    Daging buah kelapa juga mengandung 0,2 mg vitamin E (sebagai tokoferol), namun proses produksi minyak secara konvensional yang biasanya mengaplikasikan panas dan tekanan, mengurangi kandungan tokoferol dalam hasil akhir. Kandungan vitamin E optimum dapat diperoleh melalui perbaikan proses, yaitu dengan proses sentrifugasi santan dan produk yang dihasilkan dikenal dengan nama virgin oil. Virgin oil mempunyai aroma kelapa segar. Saat ini Virgin oil yang lebih dikenal dengan VCO (VirginCoconut Oil) diyakini manfaatnya untuk mengatasi penyakit kanker bahkan dianggap lebih ampuh dibandingkan dengan buah merah (Pandanus conoideus).

    Air kelapa muda (7 - 8 bulan) mengandung protein 0,13 g, minyak 0,12 g, karbohidrat 4,11g, mineral Ca 20 mg, Fe 0,5 mg, vitamin asam askorbat 2,2 - 3,7 mg dan air95,01/ 100 g.

    Dari berbagai sumber, http://www.tanaman-obat.com/

    Tanaman Obat Indonesia Lengkuas

    Lengkuas
    (Alpinia galanga, Linn., Willd.)
    Sinonim :
    Lenguas galanga, Linn., Stuntz.

    Familia :
    Zingiberaceae

    Uraian :
    Lengkuas (Lenguas galanga atau Alpinia galanga) sering dipakai oleh kaum wanita dikenal sebagai penyedap masakan. Lengkuas termasuk terna tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 meter. Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, lebih kurang 1200 meter diatas permukaan laut. Ada 2 jenis tumbuhan lengkuas yang dikenal yaitu varitas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan vaaritas berimpang umbi merah. Lengkuas berimpang umbi putih inilah yang dipakai penyedap masakan, sedang lengkuas berimpang umbi merah digunakan sebagai obat. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri dari susunan pelepah-pelepah daun. Daun-daunnya berbentuk bulat panjang dan antara daun yang terdapat pada bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja, sedangkan bagian atas batang terdiri dari pelepah-pelepah lengkap dengan helaian daun. Bunganya muncul pada bagian ujung tumbuhan. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas. Syarat Tumbuh a. Iklim 1. Ketinggian tempat : 1 - 1200 m diatas permukaan laut 2. Curah hujan tahunan : 2500 - 4000 mm/tahun 3. Bulan basah (di atas 100 mm/bulan) : 7 - 9 bulan 4. Bulan kering (dibawah 60 mm/bulan) : 3 - 5 bulan 5. Suhu udara : 29' C - 25' C. 6. Kelembapan : sedang 7. Penyinaran : tinggi b. Tanah 1. Jenis : latosol merah coklat, andosol, aluvial. 2. Tekstur : lempung berliat, lempung berpasir, lempung merah, lateristik. 3. Drainase : baik 4. Kedalaman air tanah : 50 - 100 cm dari permukaan tanah 5. Kedalaman perakaran : 10 - 30 cm dari permukaan tanah 6. Kesuburan : sedang - tinggi

    Nama Lokal :
    Greater galingale (Inggris), Lengkuas (Indonesia); Laos (Jawa), Laja (Sunda);

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Reumatik, Sakit Limpa, Gairah seks, Nafsu makan, Bronkhitis; Morbili, Panu;

    Pemanfaatan :

    1. Reumatik
    a. Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari dan 1 butir telur ayam
    kampung
    Cara membuat: lengkuas diparut dan diperas untuk diambil airnya,
    telur ayam kampung mentah dipecah untuk diambil kuningnya,
    kemudian kedua bahan tersebut dioplos sampai merata.
    Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari

    b. Bahan: 3 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh bubuk
    merica, 1 potong gula merah, dan 2 gelas air santan kelapa
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama-sama
    hingga airnya tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: diminum sedikit demi sedikit selama 1 minggu

    2. Sakit Limpa
    Bahan: 2 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi
    temulawak sebesar ibu jari dan 1 genggam daun meniran
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
    sampai mendidih
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

    3. Membangkitkan Gairah Seks
    Bahan: 2 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 3 rimpang umbi
    halia sebesar ibu jari dan 2 buah jeruk nipis, 1 sendok teh merica,
    1 sendok teh garam dan 1 ragi tape.
    Cara membuat: umbi lengkuas dan halia diparut dan diperas untuk
    diambil airnya, kemudian dioplos dengan bahan-bahan yang lain
    dengan 0,5 gelas air masak sampai merata.
    Cara menggunakan: diminum.

    4. Membangkitkan Nafsu Makan
    a. Bahan: 1 rimpang lengkuas sebesar ibu jari, 3 buah mengkudu
    mentah, 0,5 rimpang kencur sebesar ibu jari, 0,5 sendok teh
    bubuk ketumbar, 1 siung bawang putih, 3 mata buah asam jawa
    yang masak, 1 potong gula merah, jakeling, jalawe dan jarahab.
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 0,5 gelas, pagi dan sore.

    b. Bahan: 1 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 rimpang
    temulawak sebesar ibu jari, 1 pohon tumbuhan meniran dan sedikit
    adas pulawaras.
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air
    sampai mendidih
    Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari

    5. Bronkhitis
    Bahan: rimpang umbi lengkuas, temulawak dan halia (masing-masing
    2 rimoang) sebesar ibu jari, keningar, 1 genggam daun pecut kuda,
    0,5 genggam daun iler, daun kayu manis secukupnya.
    Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus kemudian
    direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

    6. Morbili
    Bahan: 4 rimpang umbi lengkuas sebesar ibu jari, 1 sendok teh
    minyak kayu putih, dan 2 sendok teh minyak gondopura.
    Cara membuat: umbi lengkuas diparut halus, kemudian dicampur
    dengan bahan lainnya sampai halus.
    Cara menggunakan: dipakai untuk obat luar.

    7. Panu
    a. Bahan: rimpang umbi lengkuas dan kapur sirih secukupnya
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
    Cara menggunakan: digosokkan pada bagian yang sakit, pagi dan
    sore.

    b. Bahan: rimpang lengkuas dan spirtus
    Cara membuat: rimpang lengkuas dipotong-potong.
    Cara menggunakan: bagian yang sakit digosok-gosok dengan
    potongan-potongan lengkuas, kemudian diolesi dengan spirtus

    Komposisi :
    Senyawa kimia yang terdapat pada Lenguas galanga antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol dan kristal kuning.
    sumber : iptek.net.id

    Jarak

    (Ricinus communis Linn.)
    Sinonim :
    R. inermis et lividus, Jacq. R. speciosus, Burm. R. viridis, Willd. Croton spinosa, Linn.

    Familia :
    Euphorbiaceae

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Kanker rahim, Kank. kulit, Sulit buang air besar, Sulit. Melahirkan, ; TBC, Bisul, Koreng, Scabies, Infeksi jamur, Jerawat, lumpuh otot muka; Gatal, Batuk, Hernia, Bengkak, Reumatik, Tetanus, Bronkhitis;

    Uraian :
    Tumbuh liar di hutan, tanah kosong, sepanjang pantai, atau ditanam sebagai komoditi perkebunan. Dapat tumbuh di areal yang kurang subur asalkan pH tanahnya 6 - 7 dan drainase airnya baik, sebab akar jarak tidak tahan terhadap genangan air. jarak merupakan perdu tegak yang tumbuh pada ketinggian antara 0 - 800 m di atas permukaan laut, tinggi 2 - 3 m, mudah dikembang-biakkan dengan biji-bijian yang telah tua. Jarak adalah tumbuhan setahun (anual) dengan batang bulat licin, berongga, berbuku-buku jelas dengan tanda bekas tangkai daun yang lepas, warna hijau bersemburat merah tengguli. Daun tunggal, tumbuh berseling, bangun daun bulat dengan diameter 10 - 40 cm, bercangap menjari 7 - 9, ujung daun runcing, tepi bergigi, warna daun di permukaan atas hijau tua permukaan bawah hijau muda (Ada varietas yang berwarna merah). Tangkai daun panjang, berwarna merah tengguli, daun bertulang menjari. Bunga majemuk, berwarna kuning oranye, berkelamin satu. Buahnya bulat berkumpul dalam tandan, berupa buah kendaga, dengan 3 ruangan, setiap ruang berisi satu biji. Buahnya mempunyai duri-duri yang lunak, berwarna hijau muda dengan rambut merah.

    Nama Lokal :
    Jarak, jarak jitun, kaliki (Sunda), Jarak (jawa), Kaleke (Madura),; Gloah, lulang, dulang, jarak, kalikih alang, jarag (Sumatra),; Malasai, kalalei, alale, tangang jara, peleng kaliki jera (Sulawesi); Jarak (Bali), luluk (Roti), paku penuai (Timor), Balacai (Ternate), ; Balacai tamekot (Halmahera), tetanga (Bima), luluk (Roti),; Bi ma (China).;

    BAGIAN YANG DIPAKAI:
    Biji, akar, daun dan minyak dari bijinya.

    KEGUNAAN:
    Biji: Kesulitan buang air besar (Constipation), kanker mulut rahim dan
    kulit (Carsinoma of cervix and skin), visceroptosis/ gastroptosis,
    kesulitan melahirkan dan retensi placenta/ari-ari (difficult labor and
    retention of placenta), kelumpuhan otot muka (facial nerve
    paralysis), TBC kelenjar, bisul, koreng, scabies dan infeksi jamur.
    Juga dipakai pada bengkak (edema).

    Daun: Koreng, eczema, gatal (pruritus), batuk sesak, hernia.

    akar: Rheumatik sendi, tetanus, epilepsi, bronchitis pada anak-anak,
    luka terpukul, TBC kelenjar, schizophrenia (gangguan jiwa).

    Minyak : Constipasi, koreng, luka bakar.

    CARA PEMAKAIAN:
    Biji :
    1. Koreng:
    20 biji dibuang kulitnya, dilumatkan menjadi berbentuk bubur,
    ditambah sedikit garam dan diaduk rata. Tempel di tempat sakit
    sehari 2x.

    2. Prolapsus uterus dan rectum:
    Lumatkan biji jarak dan dipakai/ditempelkan pada titik Pai hui yang
    terletak di kepala.

    3. Kesulitan melahirkan dan retensi placenta:
    Lumatkan biji jarak dan tempelkan ketitik akupunktur Yungchuan
    (VIII/1 = K-1) yang terletak di tengah-tengah telapak kaki.

    4. Kelumpuhan otot wajah:
    Lumatkan biji jarak, tempelkan pada sendi mandibular dan
    lengkungan mulut, 1 x hari, selama 10 hari.

    5. Kanker cervix:
    Salep/cream berisi 3-50/o ricin & 3% dimethyl sulfoxide, dioleskan
    pada kanker cervix 1 x / hari, 5 - 6x / minggu untuk 1 - 2 bulan.
    Dilakukan bersama-sama dengan penyinaran extracorporal.

    Efek samping:
    nyeri perut, gatal pada liang kemaluan, gatal seluruh tubuh, eczema, biduran (Urticaria), serak, pembengkakan larynx, gatal pada tenggorokan, pengelupasan kulit telapak tangan dan kaki, menggigil, demam, yang hilang dengan obat-obat symptomatik.

    Daun: Pemakaian luar: Direbus, airnya untuk cuci atau dilumatkan,
    tempel.
    - Bengkak: Daun dikukus matang, dibungkus ditempat yang sakit.
    - Hernia: Daun + sedikit garam dilumatkan, tempelkan dititik
    tengah telapak kaki.
    - Koreng: Daun segar direndam air panas sampai lemas,
    tempelkan ke tempat sakit.

    Minyak:
    - Constipasi: Anak-anak 4 ml dan Dewasa 5 - 20 ml, minum pagi
    hari sewaktu perut kosong. Wanita hamil dan sedang haid
    dilarang minum (Sebabkan kongesti ringan pada organ panggul).

    Akar: 15 - 30 gr, rebus atau ditim, minum.
    Pemakaian luar: Dilumatkan, tempel.
    - Rheumatik persendian, epilepsi (Ayan): 15 - 30 gr akar direbus,
    minum.
    - Pegal-pegal, luka terpukul: 9 - 12 gr akar kering, rebus.

    GEJALA KERACUNAN:
    Sakit kepala, muntah berak, panas, leukositosis, gambaran darah putih bergeser kekiri, produksi kencing terhenti, keringat dingin, kejang-kejang, prostration, meninggal. Kematian dapat terjadi dengan menelan 20 biji jarak pada orang dewasa dan 2 - 7 biji pada anak-anak.
    Menghilangkan racunnya dilakukan dengan cara memanaskan 100' C atau lebih selama 20 menit atau direbus selama 2 jam. Tetapi khasiat anti kanker hilang dengan pemanasan.

    Komposisi :
    SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Biji : Rasa manis, pedas, netral. Biji segar sangat beracun, yang hilang dengan cara direbus selama 2 jam atau dengan pemanasan 100'C selama 20 menit. Anti radang, pencahar (purgative actions), koreksi prolaps, anti-neoplastik (anti-kanker), menghilangkan racun (eliminates toxin). Akar: Bersifat penenang, anti-rheumatik. KANDUNGAN KIMIA: Biji : Minyak ricinic 40- 50 % dengan kandungan glyceride dari ricinoleic acid, isoricinoleic acid, oleic acid, linolenic acid, dan stearic acid. Juga mengandung ricinine, sejumlah kecil cytochrome C, Lipase dan beberapa enzym. Disamping ricin D, dengan cara pemurnian bertingkat didapat acidic ricin dan basic ricin. Daun: Kaemferol-3-rutinoside, nicotiflorin, isoquercitrin, rutin, kaempferol, quercetin, astragalin, reynoutrin, ricinine, vit.C 275 mg %. Minyak: Ricinoleic acid 80%, palmitic acid, stearic acid, linoleic acid, linolenic acid, dihydroxystearic acid, triricinolein 68,2%, diricinolein 28%, monoricinolein 2,9%, nonricinolein 0,9%. Akar: Methyltrans-2-decene-4,6,8-triynoate, 1-tridecene-3,5,7,9,11-pentyne, Beta-sitosterol.

    Sumber Sentra informasi IPTEK

    Tanaman Obat Antanan Membuat Panjang Umur

    Dalam pengobatan tradisional Cina, tanaman obat antanan menempati tempat teratas, di samping jamur lingzhi ataupun ginseng, karena kemampuannya mengobati banyak penyakit. Bahkan, seorang herbalist (ahli tanaman berkhasiat) Cina, Li-Ching Yun, bisa berumur sampai 256 tahun dan tetap bugar karena tiap hari memakan daun dan batang antanan mentah. Masyarakat Cina percaya, kandungan senyawa kimia bermanfaat dalam daun antanan, setara dengan jamur lingzhi dan umbi ginseng.

    ANTANAN (Centella asiatica) diam-diam telah menjadi bawaan utama mereka yang berkunjung ke daratan Cina dalam berbagai bentuk, mulai dari yang berbentuk serbuk sampai yang sudah dikemas jadi pil dan kapsul.
    Tanaman obat antanan itu memang dikabarkan berkhasiat ampuh memulihkan sistem kerja tubuh, menurunkan kolesterol dan gula darah, menstabilkan kerja hormon tubuh, sehingga bisa membuat seseorang panjang umur karena kesehatan dan kebugarannya terjaga.

    Antanan merupakan tanaman herba menahun, tumbuh liar pada tanah lembab, seperti pematang, tepian parit, atau tebing tanah. Berbatang merayap, banyak menghasilkan cabang, dan membentuk rumpun.

    Dulu tanaman obat ini ditemukan dalam rujak-cuka bersama keratan sayur dan umbi-umbian lain. Sekarang, walau dalam jumlah terbatas, masih bisa dijumpai untuk lalap di rumah makan ala Sunda. Para petani pun sering menyantapnya sebagai teman makan siang di sawah karena antanan termasuk jenis lalap yang digemari dan berkhasiat untuk menjaga kesehatan. Penyantapnya jadi jarang terserang penyakit musiman, seperti flu, demam, bahkan batuk-batuk.

    Dalam Buku "Tanaman berkhasiat obat Indonesia" susunan Hembing Wijayakusuma (1992), antanan, pegagan, "ji xue cao" mengandung senyawa-senyawa berkhasiat obat, seperti asiatikosida (triterpenoids), karotenoids, asam madasiatika, mesoinositol, serta sederet garam-garam mineral bermanfaat. Tidak heran kalau tanaman ini digunakan di banyak kawasan Asia dan Afrika untuk menangkal penyakit lepra, campak, hepatitis, demam, bronhitis, radang amandel, keracunan logam berat, muntah darah, wasir, cacingan, juga penambah nafsu makan.

    Dalam pengobatan tradisional Cina, antanan menempati tempat teratas, di samping jamur lingzhi ataupun ginseng, karena kemampuannya mengobati banyak penyakit. Bahkan, seorang herbalist (ahli tanaman berkhasiat) Cina, Li-Ching Yun, bisa berumur sampai 256 tahun dan tetap bugar karena tiap hari memakan daun dan batang antanan mentah. Masyarakat Cina percaya, kandungan senyawa kimia bermanfaat dalam daun antanan, setara dengan jamur lingzhi dan umbi ginseng.

    Dalam Buku "Obat asli Indonesia" susunan Dr Seno Sastroamijoyo (1962), diuraikan bahwa antanan memiliki khasiat paling tinggi di antara tanaman berkhasiat obat. Berfungsi memperkuat lambung dan menambah nafsu makan, obat luka, obat batuk dan flu, obat sakit perut dan cacingan, membersihkan darah, bahkan obat kencing-darah dan koreng akibat sifilis.

    Sumber:
    H Unus Suriawiria Dosen senior ITB Pemerhati bioteknologi dan agroindustri
    sumber :http://www.kompas.com/kompas-cetak/0204/30/iptek/anta10.htm

    Tanaman Obat Sirih (Piper betle, Linn.)


    Tanaman obat Sirih (Piper betle) termasuk jenis tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain. Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung dan tangkainya agak panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek (hijau agak kecoklatan) dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut. Daun sirih disamping untuk keperluan ramuan obat-obatan juga masih sering digunakan oleh ibu-ibu generasi tua untuk kelengkapan 'nginang' (Jawa). Biasanya kelengkapan untuk 'nginang' tersebut adalah daun sirih, kapur sirih, pinang, gambir, dan kapulaga.

    Nama Lokal :
    Betel (Perancis), Betel, Betelhe, Vitele (Portugal); Sirih (Indonesia), Suruh, Sedah (Jawa), Seureuh (Sunda); Ju jiang (China).;

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Sakit mata, Eksim, bau mulut, kulit gatal, Menghilangkan jerawat; Pendarahan gusi, Mimisan, Bronkhitis, Batuk, Sariawan, Luka; Keputihan, Sakit jantung, Sifilis, Alergi/biduren, Diare, Sakit gigi;

    Pemanfaatan :
    1. Mengurangi produk ASI yang berlebihan
    Bahan: 4 lembar daun sirih dan minyak kelapa secukupnya.
    Cara membuat: daun sirih diolesi dengan minyak kelapa, Kemudian
    dipanggang dengan api.
    Cara menggunakan: dalam keadaan masih hangat ditempelkan di
    seputar buah dada.

    2. Keputihan
    Bahan: 7 - 10 lembar daun sirih.
    Cara membuat: direbus dengan 2,5 liter air sampai mendidih.
    Cara menggunakan: air rebusan daun sirih tersebut dalam keadaan
    masih hangat dipakai untuk membasuh/membersihkan seputar
    kemaluan secara berulang-ulang.

    3. Sakit Jantung
    Bahan: 3 lembar daun sirih, 7 pasang biji kemukus, 3 siung bawang
    merah, 1 sendok jintan putih.
    Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus,
    ditambah 5 sendok air panas, dibiarkan beberapa menit, kemudian
    diperas dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali 1 hari dan dilakukan secara
    teratur.

    4. Sifilis
    Bahan : 25 - 30 lembar daun sirih bersama tangkainya; 0,25 kg gula
    aren dan garam dapur secukupnya.
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 2 liter
    air sampai mendidih, kemudian disaring.
    Cara menggunakan: diminum 3 kali 1 hari secara terus menerus.

    5. Alergi/biduren
    Bahan : 6 lembar daun sirih, 1 potong jahe kuning, 1,5 sendok
    minyak kayu putih.
    Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama
    sampai halus.
    Cara menggunakan : Dioleskan/digosokkan pada bagian badan
    yang gatal-gatal.

    6. Diare
    Bahan: 4 - 6 lembar daun sirih, 6 biji lada, 1 sendok makan minyak
    kelapa.
    Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk bersama-sama
    sampai halus.
    Cara menggunakan: digosokkan pada bagian perut.

    7. Menghentikan pendarahan gusi
    Bahan: 4 lembar daun sirih.
    Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
    Cara menggunakan : setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang
    secara teratur sampai sembuh.

    8. Menghentikan pendarahan hidung (mimisen = Jawa)
    Bahan: 1 lembar daun sirih.
    Cara membuat: daun sirih digulung sambil ditekan-tekan sedikit
    supaya keluar minyaknya.
    Cara menggunakan: dipakai untuk menyumbat hidung yang
    berdarah/mimisen.

    9. Sakit gigi berlubang
    a. Bahan: 1 lembar daun sirih.
    Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
    Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur,
    diulang secara teratur sampai sembuh.

    b. Bahan: 2 lembar daun sirih diremas, Garam 0,5 sendok
    Cara membuat: diseduh dengan air panas 1 gelas, aduk sampai
    garam larut, biarkan sampai dingin
    Cara pemakaian: dipakai untuk berkumur-kumur.

    10. Bronkhitis
    Bahan: 7 lembar daun sirih dan 1 potong gula batu.
    Cara membuat: daun sirih dirajang, kemudian direbus bersama gula
    batu dengan air 2 gelas sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas,
    dan disaring
    Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 3 sendok makan

    11. Batuk
    a. Bahan: 4 lembar daun sirih.
    Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
    Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang
    secara teratur sampai sembuh.
    b. Bahan: 4 lembar daun sirih.
    Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
    Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang
    secara teratur sampai sembuh.

    c. Bahan: 4 lembar daun sirih, 3 lembar daun widoro upas dan
    madu secukupnya.
    Cara membuat: daun sirih diiris-iris, kemudian direbus bersama
    daun widoro dengan 2 gelas air sampai mendidih
    Cara menggunakan: setelah dingin dipakai untuk kumur, diulang
    secara teratur sampai sembuh.

    d. Bahan: 4 lembar daun sirih.
    Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
    Cara menggunakan: se1telah dingin dipakai untuk kumur, diulang
    secara teratur sampai sembuh.

    12. Sakit Mata
    Bahan: 2 - 3 lembar
    Sumber : Ipteknet

    Tanaman Obat Tapak Dara



    Catharantus roseus (L.) G. Don.)
    Sinonim :
    Lochnera rosea, Reich. Vinca rosea, Linn. Ammoallis rosea, Small.

    Familia :
    Apocynaceae
    Uraian :
    Tapakdara (Catharanthus roseus) banyak dipelihara sebagai tanaman hias. Tapakdara sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu putih dan merah. Tumbuhan semak tegak yang dapat mencapai ketinggian batang sampai 100 cm ini, sebenarnya merupakan tumbuhan liar yang biasa tumbuh subur di padang atau dipedesaan beriklim tropis. Ciri-ciri tumbuhan Tapakdara : memiliki batang yang berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas dan bercabang serta berambut. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau dan diklasifikasikan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet dengan permukaan berbulu halus. Tapakdara juga memiliki rumah biji yang berbentuk silindris menggantung pada batang. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji.

    Nama Lokal :
    Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);
    Penyakit Yang Dapat Diobati :Diabetes, Hipertensi, Leukimia, Asma, Bronkhitis, Demam; Radang Perut, Disentri, Kurang darah, Gondong, Bisul, Borok; Luka Bakar, Luka baru, Bengkak;

    Komposisi :
    Dari akar, batang, daun hingga bunga Tapak dara mengandung unsur-unsur zat kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan. Antara lain vinkristin, vinrosidin, vinblastin dan vinleurosin merupakan kandungan komposisi zat alkaloid dari tapakdara.

    Resep :
    1. Diabetes mellitus (sakit gula/kencing manis)
    a. Bahan: 10 - 16 lembar daun tapakdara.

    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga
    tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai
    sembuh.
    b. Bahan: 35 - 45 gram daun tapakdara kering, adas pulawaras
    Cara membuat: bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai
    mendidih hingga tinggal 1 gelas
    Cara menggunakan: setelah dingin diminum, diulangi sampai
    sembuh.
    c. Bahan: 3 lembar daun tapakdara, 15 kuntum bunga tapakdara
    Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga
    tinggal 1,5 gelas
    Cara menggunakan: diminum pagi dan sore setelah makan.

    2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)
    a. Bahan: 15 - 20 gram daun tapakdara kering, 10 gram bunga krisan
    Cara membuat: direbus dengan 2,5 gelas air sampai mendidih dan
    disaring.
    Cara menggunakan: diminum tiap sore.
    b. Bahan: 7 lembar daun atau bunga tapakdara
    Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air dan dibiarkan beberapa
    saat dan disaring
    Cara menggunakan: diminum menjelang tidur.

    3. Leukimia
    Bahan: 20-25 gram daun tapakdara kering, adas pulawaras.
    Cara membuat: direbus dengan 1 liter air dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

    4. Asma dan bronkhitis
    Bahan: 1 potong bonggol akar tapakdara
    Cara membuat: direbus dengan 5 gelas air.
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

    5. Demam
    Bahan: 1 genggam (12 -20 gram) daun tapakdara, 3 potong batang
    dan akar tapakdara
    Cara membuat: direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga
    tinggal 1,5 gelas.
    Cara menggunakan: diminum pagi dan sore ditambah gula kelapa.

    6. Radang Perut dan disentri
    Bahan: 15 - 30 gram daun tapakdara kering
    Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih.
    Cara menggunakan: diminum pagi dan sore dan ditambah dengan
    gula kelapa.

    7. Kurang darah
    Bahan: 4 putik bunga tapakdara putih.
    Cara membuat: direndam dengan 1 gelas air, kemudian ditaruh di luar
    rumah semalam.
    Cara menggunakan: diminum pagi hari dan dilakukan secara teratur.

    8. Tangan gemetar
    Bahan: 4 - 7 lembar daun tapakdara
    Cara membuat: diseduh dengan 1 gelas air panas dan disaring.
    Cara menggunakan: diminum biasa.

    9. Gondong, bengkak, bisul dan borok
    Bahan: 1 genggam daun tapakdara
    Cara membuat: ditumbuk halus.
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka bakar.

    10. Luka bakar
    Bahan: beberapa daun tapak dara, 0,5 genggam beras.
    Cara membuat: direndam dengan air, kemudian ditumbuk
    bersama-sama sampai halus.
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka bakar.

    11. Luka baru , luka baru
    Bahan: 2 - 5 lembar daun tapakdara
    Cara membuat: dikunyah sampai lembut.
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka baru.

    Sumber : Sentra Informasi IPTEK

    Khasiat dari Tanaman Obat Mentha (Mint)

    Nama lain Mint; Mentha arvensis, daun poko, Menthol, bujanggut, bijanggut, cora mint, bo he (china. )

    Efek farmakologis :
    astringent,
    antipiretik,
    carminative,
    antispasmodika,
    dapat mengobati ayan, karminatif, bronkitis, batuk, masuk angin, gangguan haid, radang lambung, diare, pusing, sesak napas, insomnia dan diaforetik.

    Akar Manis


    (Glycyrrhiza glabra L,) Familia :Papilionaceae (Leguminosae).
    Nama Lokal :
    NAMA SIMPLISIA Glycyrrhiza Radix, Liquiritae Radix; Akar Manis.

    Penyakit Yang Dapat Diobati :SIFAT KHAS Menetralkan, rasa manis. KHASIAT Ekspektoran, anti inflamasi, dan spasmolitik.
    Pemanfaatan :
    KEGUNAAN
    Anti kolestrol.
    Bronkhitis.
    Batuk.
    Mulas
    Tukak lambung

    RAMUAN DAN TAKARAN
    Batuk
    Ramuan:
    Akar Manis 1,5 gram
    Rimpang 8 gram
    Daun Sirih 3 lembar
    Air 130 ml

    Cara pembuatan:
    Dibuat infus.

    Cara pemakaian:
    Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore sebelum makan, tiap kali minum 100 ml.

    Lama pengobatan:
    Diulang sampai sembuh.

    Tukak Lambung
    Ramuan:
    Akar Manis 3 gram
    Rimpang Kunyit 4 gram
    Air 130 ml

    Cara pembuatan:
    Dibuat infus atau diseduh.

    Cara pemakaian:
    Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Tiap kali minum 100 ml.

    Lama pengobatan
    Diulang selama 14 hari. Bagi penderita yang tidak tahan panasnya kunyit, ramuan dapat ditambah air hingga encer, diendapkan dahulu kemudian diminum.

    Peringatan
    Takaran yang terlalu besar dan pemakaian terlalu lama dapat mengakibatkan hipoklamia.

    Komposisi :
    Glisirhisin, saponin, glikosida likuiritin, asparagin, umbeliferona, glabrolida, glukosa, sukrosa, asam likuiritat, asam hidroksiglisirhitat, zat pahit, minyak atsiri, dan asparagin.
     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS