Headlines News :

    Showing posts with label kista. Show all posts
    Showing posts with label kista. Show all posts

    Ramuan Obat Kanker

    Bagi Anda yang mencari PENGOBATAN KANKER, OBAT ALAMI KANKER, OBAT TRADISIONAL KANKER, RAMUAN OBAT KANKER.

    Di bawah ini adalah produk (obatkanker.net) yang di Ramu oleh Herbalis berpengalaman H. Purwo Suryanto, BSc. Pimpinan CV. Roemah Obat Alami Tangerang.

    Dengan Uji Khasiat selama 8 tahun membuktikan kemanjuran ramuan tersebut, efektif untuk menyembuhkan :
    1. Tumor / Kanker Payudara
    2. Tumor / Kanker Rahim
    3. Kista & Myoma
    4. Kelenjar Thyroid ( Gondok ), Prostat

    Ada 2 Macam Formula dalam bentuk teh celup dan Ekstrak Kapsul
    Dengan Komposisi sebagai berikut :

    Komposisi PM ( K ) / Cancer Kapsul :
    1. Andrographis Paniculata : 24,4 %
    2. Hedyotis corymbusa : 23,2 %
    3. Selaginela Doerdelinii : 13,6 %
    4. Phaleria Macrocarpa : 10,3 %
    5. Curcuma Zedoaria : 10,3 %
    6. Curcuma Alba : 9,2 %
    7. Catharanthus Roseus : 9,2 %


    kapsul kanker4 Obat KankerKomposisi Amsitu / Biotic Kapsul :
    1. Andrographis Paniculata : 40 %
    2. Curcuma Zedoaria : 25 %
    3. Hedyotis Corymbusa : 15 %
    4. Elephantopus Scaber : 10 %
    5. Merremia Mammosa : 10 %

    Komposisi Teh Centella / Neuro Kapsul :
    1. Centella Asiatica : 80 %
    2. Persea Americana : 20 %

    Komposisi Habbamix Oil :
    1. Habbamix Oil : 80 %
    2. Olive Oil : 20 %

    Penjelasan Produk :
    I. PM ( K ) / CANCER KAPSUL

    Diramu dari herbal yang berfungsi sebagai :
    1. Anti Kanker, Terdiri dari herbal yang berfungsi menekan pertumbuhan sel kanker & herbal pembunuh sel kanker.
    2. Mengurangi rasa sakit.
    3. Tonik sehingga meningkatkan stamina, dengan membaiknya stamina akan membantu mempercepat proses penyembuhan.
    4. Blokir Kanker, Ini sangat penting & harus ada, karena sel kanker akan berlokalisir / tidak menyebar, sehingga akan mudah untuk dimatikan.
    5. Rekonstruktif, Jaringan disekitar lokasi serangan banyak yang rusak dan harus diperbaiki.

    II. AMSITU / BIOTIC
    Diramu dari herbal yang berfungsi sebagai :
    1. Anti Inflamasi, anti biotic, anti bengkak, Amsitu / Biotic ini bisa kami sebut dengan ANTIBIOTIK HERBAL
    2. Menetralkan racun / Detok
    3. Menurunkan panas
    4. Memperlancar peredaran darah
    5. Mengurangi rasa sakit.

    III. Teh Centella / Neuro
    Berfungsi sebagai Revitalisasi syaraf.

    IV. Habbamix Oil
    “ Sesungguhnya dalam habbatusauda terdapat obat untuk segala macam penyakit kecuali maut ” ( HR. Bukhari )
    Dicampur dengan Olive Oil yang berfungsi untuk menekan pertumbuhan kanker dan penurun kolesterol.

    V. MUSCLEPAIN RELIEF
    Bersifat analgesic (menghilangkan rasa sakit) dan anti inflamasi(mengatasi radang) sehingga membantu gangguan peradangan.

    KOMPOSISI :
    Matricaria Recutita,Piper nigrum, Rosmarinus Officinalis, Thymus Vulgaris , Origanum Marjorana Sweet ,dll

    Sumber : http://obatkanker.net/

    Penelitian-penelitian mengenai Tanaman Obat Sambung nyawa

    1.Klasifikasi tanaman
    Divisi : Spermatophyta
    Subdivisi : Angiospermae
    Kelas : Dicotyledonae
    Bangsa : Asterales (Campanulatae)
    Suku : Asteraceae (Compositae)
    Marga : Gynura
    Jenis : Gynura procumbens (Lour.) Merr.
    (Backer and Van den Brink Jr, 1965)

    2. Morfologi tanaman
    Tanaman G. procumbens berbentuk perdu tegak bila masih muda dan dapat merambat setelah cukup tua. Bila daunnya diremas bau aromatis. Batangnya segi empat beruas-ruas, panjang ruas dari pangkal sampai ke ujung semakin pendek, ruas berwarna hijau dengan bercak ungu. Daun tunggal bentuk elips memanjang atau bulat telur terbalik tersebar, tepi daun bertoreh dan berambut halus. Tangkai daun panjang ½-3 ½ cm, helaian daun panjang 3 ½-12 ½ cm, lebar 1- 5 ½ cm. Helaian daun bagian atas berwarna hijau dan bagian bawah berwarna hijau muda dan mengkilat. Kedua permukaan daun berambut pendek. Tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan daun bagian bawah. Pada tiap pangkal ruas terdapat tunas kecil berwarna hijau kekuningan. Tumbuhan ini mempunyai bunga bongkol, di dalam bongkol terdapat bunga tabung berwarna kuning oranye coklat kemerahan panjang 1-1 ½ cm, berbau tidak enak. Tiap tangkai daun dan helai daunnya mempunyai banyak sel kelenjar minyak (Perry, 1980; Van Steenis, 1975; Backer and Van den Brink, 1965; Sodoadisewoyo, 1953).

    3. Nama daerah
    Di Indonesia, tanaman ini memiliki beberapa nama daerah seperti; daun dewa (Melayu) (Heyne, 1987; Wijayakusuma et al., 1992), sambung nyawa dan ngokilo (Jawa) (Thomas, 1989).

    4. Habitat dan penyebaran
    Berasal dari daerah Afrika yang beriklim tropis menyebar ke Srilangka, Sumatera dan Jawa. Tumbuh liar di pekarangan, ladang atau ditanam orang untuk obat-obatan. Tumbuh sampai ketinggian 500 m di atas permukaan laut (Pramono, 1996).

    5. Manfaat tanaman
    Daun G. procumbens oleh sebagian masyarakat Indonesia digunakan sebagai obat kanker kandungan, payudara dan kanker darah dengan memakan 3 lembar daun segar sehari selama 7 hari. Pengobatan tersebut dapat diperpanjang selama 1-3 bulan tergantung dari keadaan penyakit (Meiyanto, 1996). Tumbuhan ini dilaporkan dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit ginjal (Heyne, 1987). Selain itu, G. procumbens juga dimanfaatkan sebagai antikoagulan, mencairkan pembekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan pendarahan, menghilangkan panas, membersihkan racun, khusus bagian daunnya dapat digunakan untuk mengobati pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, luka terpukul, melancarkan sirkulasi (Wijayakusuma et al., 1992). Manfaat lain dari bagian daun tanaman ini dilaporkan oleh Dalimartha (1999) dapat untuk mengatasi batu ginjal, radang mata, sakit gigi, rematik sendi, perdarahan kandungan, kencing manis (diabetes mellitus), darah tinggi (hipertensi), ganglion, kista, tumor, memar.

    6. Kandungan kimia
    Daun tanaman G. procumbens mengandung senyawa flavonoid, sterol tak jenuh, triterpen, polifenol dan minyak atsiri (Pramono and Sudarto, 1985). Hasil penelitian lain melaporkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, steroid, triterpenoid, asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam para kumarat, asam p-hidroksi benzoat (Suganda et al., 1988), asparaginase (Mulyadi, 1989). Sedangkan hasil analisis kualitatif dengan metode kromatografi lapis tipis yang dilakukan Sudarsono et al. (2002) mendeteksi adanya sterol, triterpen, senyawa fenolik, polifenol, dan minyak atsiri. Sugiyanto et al. (2003) juga menyatakan berdasarkan penelitian yang dilakukan bahwa dalam fraksi polar etanol daun tanaman G. procumbens terdapat tiga flavonoid golongan flavon dan flavonol. Penelitian oleh Idrus (2003) menyebutkan bahwa G. procumbens mengandung sterols, glikosida sterol, quercetin, kaempferol-3-O-neohesperidosida, kaempferol-3-glukosida, quercetin-3-O-rhamnosyl(1-6)galaktosida, quercetin-3-O-rhamnosyl(1 -6)glukosida.

    7. Penelitian-penelitian mengenai kemoprevensi G. procumbens
    Pembuktian secara ilmiah mengenai khasiat tanaman ini melalui penelitian telah banyak dilakukan antara lain Sugiyanto et al. (1993), melaporkan adanya efek penghambatan karsinogenitas benzo(a)piren (BAP) oleh preparat tradisional tanaman G. procumbens, penelitian Meiyanto (1996) menyatakan bahwa ekstrak etanol daun G. procumbens (Lour.) Merr. mampu memberikan efek antimutagenik terhadap tumor paru mencit yang diakibatkan oleh BAP. Sifat antimutagenik ini juga dilaporkan oleh penelitian Sugiyanto et al. (2003), yaitu penghambatan mutasi pada Salmonella typhimurium. Secara in vitro, ekstrak etanol daun G. procumbens memiliki IC50 kurang dari 1000 ug/ml pada larva udang Artemia salina Leach (Meiyanto et al., 1997). Selain menghambat karsinogenitas pada kanker paru, G. procumbens juga diketahui mampu menghambat karsinogenitas kanker payudara. Pemberian post inisiasi ekstrak etanolik daun G. procumbens dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB dapat mengurangi insidensi kanker payudara tikus yang diinduksi dengan dimetil benz(a)antrazena (DMBA), menurunkan rata-rata jumlah nodul tiap tikus (Meiyanto et al., 2004) serta secara kualitatif menurunkan ekspresi COX-2 (enzim yang berperan dalam angiogenesis). Penelitian Meiyanto dan Septisetyani (2005) menyatakan bahwa fraksi XIX-XX ESN memiliki efek sitotoksik terhadap sel kanker serviks, HeLa, dengan IC50 119 μg/ml. Fraksi tersebut juga menghambat proliferasi sel HeLa dan dapat menginduksi terjadinya apopotosis. Penelitian lebih jauh oleh Maryati (2006) menunjukkan flavonoid yang diisolasi dari fraksi etil asetat ekstrak etanolik daun G. procumbens memiliki aktivitas sitotoksik dengan IC50 sebesar 98 μg/ml terhadap sel T47D dan secara kualitatif meningkatkan ekspresi p53 dan Bax (regulator apoptosis). Hasil tersebut menguatkan hasil penelitian sebelumnya baik terhadap ekstrak etanolik maupun fraksi-fraksinya yang mengarahkan pada efek kemopreventif G. procumbens, baik sebagai blocking maupun suppressing. Ekstrak etanolik daun G. procumbens juga dilaporkan memiliki efek antiangiogenik (Jenie and Meiyanto, 2006), sehingga tanaman ini berpotensi sebagai antimetastasis, anti-invasi.

    Daftar pustaka

    Backer, C.A., dan Van Den Brink, R.C.B., 1965, Flora of Java (Spermatophytes Only), Vol II, N.V.P, 363-364, 424-425, Noordhoff-Groningen,The Netherlands.

    Meiyanto, E., Sugiyanto, dan Sudarto, B., 1997, Uji Antikarsinogenik dan Antimutagenik Preparat Tradisional Daun Gynura procumbens (Lour.) Merr., Fakultas Farmasi UGM, Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XII, 32.

    Perry, L.M., 1980, The Medical Plants of East and Southeast Asia: Attributed Properties and Uses, 94-95, The MIT Press, London.

    Sudarsono, Gunawan, D., Wahyuono, S., Donatus, I.A., dan Purnomo, 2002, Tumbuhan Obat II, Hasil Penelitian, Sifat-sifat dan Penggunaan, 96-100, Pusat Studi Obat Tradisional, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

    Suganda, A., Sudiro, I., dan Ganthina, 1988. Skrining Fitokimia dan Asam Fenolat Daun Dewa (Gynura procumbens (Luor) Merr), Simposium Penelitian Tumbuhan Obat III, Universitas Indonesia, Jakarta.

    Sugiyanto, Sudarto, B., dan Meiyanto, E., 1993, Efek Penghambatan Karsinogenisitas Benzo(a)piren Oleh Preparat Tradisional Tanaman Gynura sp. Dan identifikasi Awal Senyawa yang Berkhasiat, Laporan Penelitian P4M DitJen DikTi, Fak. Farmasi UGM, Yogyakarta.

    Sugiyanto, Sudarto, B., Meiyanto, E., Nugroho, A.E., dan Jenie, U.A., 2003, Aktivitas Antikarsinogenik Senyawa yang Berasal dari Tumbuhan, Majalah Farmasi Indonesia, 14 (4), 216-225.

    Thomas, A.N.S., 1989, Tanaman Obat Tradisional, 120-121, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

    Kontributor: R.I. Jenie dan Endang Sulistyorini S.P
    sumber : CCRC
     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS