Headlines News :

    Showing posts with label Pelangsing. Show all posts
    Showing posts with label Pelangsing. Show all posts

    Ethanol extract of jati belanda leaf (Guazuma ulmifolia Lamk.) decreased the rat blood cholesterol level

    Guazuma ulmifoliaImage by dinesh_valke via Flickr
     By. Setyo Sri Rahardjo
    ABSTRACT: Obesity is one of unwanted condition which may be caused by imbalance of energy intake and output, though energy intake more than output. Few herbal medicines containing of jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) leaf are belived to reduce body weight. The previous research showed that the mucilage of jati belanda leaf inhibited rat weight gain. Ethanol extract of jati belanda leaf (Guazuma ulmifolia Lamk.) decreased the rat blood cholesterol level. 

    Other research swohed that the infusion of jati belanda leaf in vitro increased the activity of lipase enzyme. This research was  purposed to know the influence of ethanol extract of jati belanda leaf on the activity of serum lipase enzyme. It was also intended to explore the effect of the extract on rat weight and the increasing of Rattus norvegicus weight gain. In this study 30 male albino rats (Rattus norvegicus) were used. The 150-200
    g rats were divided into 5 groups randomization. 

    Group I rats received ethanol extract of jati belanda leaf in the dose of 10% for 0,5 ml/200 g body weight/day, group II rats received ethanol extract of jati belanda leaf in the dose of 20% for 0,5 ml/200 g body weight/day and group III rats received ethanol extract of jati  belanda leaf in the dose 30% for 0,5 ml/200 g body weight/day. The extract was given for 30 days. Group IV rats received 2 ml aquadest peroral/day for 30 days and group V rats received orlistat, pancreatic lipase inhibitor 2,16 mg/200 g body weight/day for 30 days. Drinking water was given ad libitum. The rat body weight was measured everyday. In the day of 0th (before treatment) and 30th after  the treatment rat blood sample was taken and the activity of pancreatic lipase was
    measured. The data was analysed using of anava test, student’s t test and regression test.

    The result showed that the ethanol extract of jati belanda leaf decreased the activity of serum lipase level up to 8,33 ± 9,27 U/l (group I), 9,33 ± 6,34 U/l (group II), 15,33 ± 7,61 U/l (group III) and 13,33 ± 7,33 U/l (group V/positive controle) but on group IV (negative controle), increased the activity of serum lipase level up to 15,17 ± 14,79 U/l. It is concluded that the ethanol extract of jati belanda leaf inhibits significantly (p<0,05) the activity of serum lipase 

    from : Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) terhadap Aktivitas Enzim Lipase Serum Rattus norvegicus. Oleh  Setyo Sri Rahardjo, Program pasca Sarjana Univ Gajah Mada.

    Bookmark and Share



    Enhanced by Zemanta

    Khasiat Obat Belimbing Manis (Averhoa carambola)

    Belimbing Manis (Averhoa carambola)
    Belimbing Manis (Averhoa carambola) , berkhasiat obat mengobati penyakit Diabetes melitus, Penurun Kolesterol, Hipertensi. Nama Lokal: Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis).

    Komposisi, Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, suifur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, suifur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.

    Bagian yang dapat digunakan sebagai obat: Daun, bunga, buah.
    KEGUNAAN:
    Bunga:
    - Batuk.
    - Sariawan (stomatitis)

    Daun:
    - Perut sakit. Gondongan (Parotitis).
    - Rematik.

    Buah:
    - Batuk rejan.
    - Gusi berdarah, sariawan.
    - Sakit gigi berlubang.
    - Jerawat. Panu.
    - Tekanan darah tinggi.
    - Kelumpuhan.
    - Memperbaiki fungsi pencernaan.
    - Radang rektum.

    PEMAKAIAN:
    Untuk minum: Lihat resep.
    Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu.

    CARA PEMAKAIAN:
    1. Pagel linu:
    1 genggam daun belimbing wuiuh yang masih muda, 10 biji cengkeh,
    15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya.
    Lumurkan ketempat yang sakit.

    2. Gondongan:
    10 ranting muda belimbing wuiuh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu di tumbuk halus. Balurkan ketempat yang sakit.

    3. Batuk pada anak.
    Segenggam bunga belimbing wuiuh, beberapa butir adas, gula secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum,
    pagi dan malam sewaktu perut kosong.

    4. Batuk:
    25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari, kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4 genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4
    gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya.
    Sehari 3 kali 3/4 gelas.

    5. Batuk rejan:
    a. 10 buah belimbing. wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus, diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum, lakukan 2 kali sehari.
    b. Buah belimbing wuiuh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.

    6. Rematik :
    a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi
    ketempat yang sakit.

    b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champacaL.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

    7. Sariawan:
    a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring,dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.

    b. 2/3 genggam bunga belimbing wuiuh, dicuci lalu direbus dengan3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas.

    c. 3 buah belimbing wuitjh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.

    8. Jerawat:
    a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari,

    b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang, digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis.  Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yangberjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

    9. Panu:
    10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

    Sumber : iptek.net.id
    Enhanced by Zemanta

    Asam Jawa Tanaman Obat Pelangsing dan Penurun Kolesterol

    Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L)
    Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L) dapat digunakan sebagai obat penurun kadar kolesterol tinggi dengan kandungan kimia saponin, flavonoid dan tanin. Senyawa aktif flavonoid dan tanin pada tanaman Asam Jawa dapat meningkatkan degradasi/ peluruhan lemak, melalui seuatu peningkatan metabolisme dalam tubuh sehingga terjadi proses pembakaran timbunan lemak.

    Selain itu peluruhan lemak oleh senyawa aktif flavonoid dan tanin melaui pendekatan pemecahan lemak dikatalisis oleh enzim lipase. Ekstrak yang bersifat aktivator enzim bersifat dapat mendegradasi lemak sehingga mempunyai potensi sebagai obat pelangsing alami.

    Nama lain untuk tumbuhan ini adalah Tamarind (Inggris), Tamarinier (Perancis),; Asam Jawa (Indonesia), Celangi, Tangkal asem (Sunda); di Sumatra: Bak Me (Aceh), Acamlagi (Gayo), Asam Jawa, Kayu Asam, Cumalagi (Minangkabau); di Jawa disebut sebagai Tangakal asem (Sunda), Acem (Madura); di Kalimantan disebut sebagai Asam Jawa; di Sulawesi disebut dengan Asang Jawi (Gorontalo), Camba (Makasar), Cempa (Bugis).

    Khasiat lain dari tumbuhan obat ini adalah untuk mengobati penyakit : Asma, Batuk, Demam, Sakit panas, Reumatik, Sakit perut, morbili; Alergi/biduren, Sariawan, Luka baru, Luka borok, Eksim, Bisul; Bengkak disengat lipan/lebah, Gigitan ular bisa, Rambut rontok;

    1. Asma
    Bahan: 2 potong kulit pohon asam jawa, adas pulawaras secukupnya 
    Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.
    Cara mrnggunakan: diminum 2 kali sehari

    2. Batuk Kering
    Bahan: 3 polong buah asam jawa, ½ genggam daun saga
    Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 4 gelas air
    sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

    3. Demam
    Bahan: 1 genggam daun asam jawa, adas pulawaras secukupnya;
    Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan ½ liter air sampai mendidih, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

    4. Sakit Panas
    Bahan: 2 polong buah asam jawa yang telah masak, garam secukupnya
    Cara membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum biasa
    Catatan: bagi ibu hamil tidak boleh minum resep ini

    5. Reumatik
    Bahan: 1 genggam daun asam jawa, 2-3 biji asam jawa (klungsu =jawa)
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus
    Cara menggunakan: dipakai untuk kompres bagian yang sakit

    6. Sakit perut
    a. Bahan: 3 polong buah asam jawa yang sudah masak, kapur sirih dan minyak kayu putih secukupnya
    Cara membuat: semua bahan tersebut dicampur sampai merata
    Cara menggunakan: digunakan sebagai obat gosok, terutamapada bagian perut

    b. Bahan: 3 polong buah asam jawa, 1 potong gula aren
    Cara membuat: kedua bahan tersebut disedu dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum biasa

    c. Bahan: 2 polong buah asam jawa, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa
    Cara membuat: Kunyit diparut, kemudian dicampur dengan bahan bahan lainnya dan diseduh dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum biasa

    7. Morbili
    Bahan: 1 - 2 potong buah asam jawa yang telah masak, 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari
    Cara membuat: kunyit diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur sampai merata
    Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak/obat gosok bagi penderita morbili

    8. Alergi/Biduren (Jawa)
    Bahan: 2-3 golong buah asam jawa yang telah tua, garam secukupnya, ¼ sendok kapur sirih.
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring
    Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

    9. Sariawan
    Bahan: 2 polong buah asam jawa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa 
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring
    Cara menggunakan: diminum biasa

    10. Luka baru
    Bahan: daun asam jawa secukupnya
    Cara membuat: daun asam jawa dikunyah sampai lumat
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka

    11. Luka borok
    Bahan: beberapa biji asam jawa (klungsu = jawa)
    Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus
    Cara menggunakan: ditempelkan pada luka, kemudian diperban

    12. Eksim dan Bisul
    Bahan: 1 genggam daun asam jawa yang masih muda (sinom = jawa), 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari
    Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk sampai halus
    Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit

    13. Bengkak karena disengat lipan atau lebah
    Bahan: 3 - 5 biji asam jawa dan minyak kayu putih secukupnya
    Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus
    Cara menggunakan: bagian yang bengkak dibersihkan terlebih dahulu dengan kain yang dibasahi dengan minyak kayu putih, kemudian ditaburi/ditempeli dengan bubukan biji asam jawa tersebut.

    14. Mencegah rambut rontok
    Bahan: beberapa biji asam jawa
    Cara menggunakan: sebelum keramas dengan shampo, kepala dimasase terlebih dahulu dengan biji asam jawa

    Referensi :
    - http://elokkamilah.wordpress.com, www.iptek.net.id, www.litbang.depkes.go.id

    Kemuning Melangsingkan badan

    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkhitis), ; Infeksi saluran kencing, kencing nanah, keputihan, sakit gigi,; Haid tidak teratur, lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, ; Nyeri pada tukak (ulkus), kuli kasar, memar akibat benturan,; Rematik, keseleo, digigit serangga dan ular berbisa, ekzema,; Bisul, koreng, epidemik encephalitis B, luka terbuka di kulit.;

    Bagian yang digunakan untuk Obat
    Daun, ranting dan akar. Kulit batang juga berkhasiat obat.

    Daun dan ranting berguna untuk mengatasi:
    - radang buah zakar (orchitis), radang saluran napas (bronkitis), infeksi
    saluran kencing, kencing nanah,
    - keputihan,
    - datang haid tidak teratur,
    - lemak tubuh berlebihan, pelangsing tubuh, nyeri pada tukak (ulkus),
    sakit gigi,
    - kulit kasar.

    Akar berguna untuk mengatasi:
    - memar akibat benturan atau terpukul, nyeri rematik, keseleo,
    - digigit serangga dan ular berbisa, bisul, ekzema, koreng.
    - epideniik encephalitis B.

    Kulit batang berguna untuk mengatasi:
    - sakit gigi, nyeri akibat luka terbuka di kulit atau selaput lendir (ulkus).

    CARA PEMAKAIAN :
    Akar dan daun kering sebanyak 9- 1 5 g atau daun segar sebanyak 30-60 g, direbus atau direndam arak, lalu rninum. Untuk pemakaian luar, daun segar dipipis lalu diletakkan pada tempat yang sakit, atau direbus, airnya untuk cuci.

    CONTOH PEMAKAIAN :
    1. Bisul
    Akar kemuning kering sebanyak 30 g dicuci dan dipotong-potongseperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannyatersisa l gelas. Setelah dingin disaring Lalu diminum. Sehari 2 kali, masing-masing 1/2 gelas.

    2. Rematik, keseleo, memar :
    Akar kemuning kering sebanyak 15 - 30 g dicuci Lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan arak dan air masing-masing 1 1/2 gelas, Lalu direbus sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring,Lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

    3. Memar :
    Kemuning dan kaca piring, masing-masing daun segar, sama banyak, dicuci lalu digiling halus.Tambahkan sedikit arak sambil diaduk di atas api. Hangat-hangat ditempelkan pada bagian tubuh yangmemar.

    4. Nyeri rematik sendi :
    Akar kemuning dan akar tembelekan (Lantana camara) dicuci,tambahkan 3 pasang kaki ayam. Semua bahan dipotong-potong seperlunya Lalu tambahkan air secukupnya sampai terendam.Semua bahan tersebut Lalu ditim. Hangat-hangat lalu airnya diminum sekaligus.

    5. Sakit gigi :
    Minyak yang keluar dari kulit batang kemuning yang dibakarditeteskan ke dalam gigi yang berlubang.

    6. Melangsingkan badan :
    Daun kemuning segar dan daun mengkudu (Morinda citrifolia)masing-masing segenggam penuh dan temu giring sebanyak 1/2 jarikelingking ditumbuk halus. Tambahkan 1 cangkir air masak sambil diaduk merata. Peras dengan sepotong kain. Air yang terkumpul diminum sekaligus pada pagi hari sebelum makan.

    7. Radang buah zakar:
    9 Daun kemuning segar sebanyak 60 g dan herba sambiloto sebanyak 35 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum 2 kalisehari, masing-masing ½ gelas. Lakukan setiap hari sampai sembuh.

    8. Infeksi saluran kencing:
    Daun kemuning segar sebanyak 35 g dicuci lalu tambahkan 3 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa separonya. Setelah dingin disaring dan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

    9. Datang haid tidak teratur :
    Daun kemuning dan daun pacar kuku (Lawsonia inermis) masing-masing bahan segar sebanyak 1/2 genggam, rimpang temulawak 1jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas airbersih Lalu direbus sampai airnya tersisa 1 gelas. Setelah dingindisaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

    10. Kulit kasar
    Daun kemuning segar sebanyak 30 g dicuci Lalu ditumbuk sampai lumat. Tambahkan air bersih 1 gelas sambil diaduk rata. Bahan tersebut lalu dilulurkan pada kulit sebelum tidur.

    CATATAN : 
    Kemuning (Murraya paniculata [L..] Jack.)
    Nama Lokal :
    Kamuning (Sunda), kemuning, kumuning (Jawa).; Kajeni, kemuning, kemoning (Bali), kamoneng (Madura),; Kamuning (Menado, Makasar), kamoni (Bare), palopo (Bugis).; Kamuni (Bima). eseki, tanasa, kamone, kamoni (Maluku).; Jiu li xiang, yueh chu (China), Orange jessamine (Inggris).;

    - Di luar negeri sudah dibuat obat paten dengan nama Tongzhongling.
    - Kapsul prolipid juga mengandung tumbuhan obat ini.

    Sumber : www.iptek.net.id

    Nanas (Ananas comosus)

    Khasiat
    Buah nanas digunakan untuk pengobatan : rasa penuh di lambung, sembelit, radang tenggorok, menurunkan berat badan, beri-beri, keseleo, bengkak terpukul, darah mudah menggumpal (blood coagulation), aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), menghambat pertumbuhan tumor, meningkatkan penyerapan (absorbsi) obat, terlambat haid, dan cacingan.

    Nanas
    (Ananas comosus (L.) Merr.)
    Sinonim :
    A. Sativus Schult., Ananassa sativa Lindl., Bromelia comosa L.
    Familia :
    Bromeliaceae.

    Nanas berasal dari Brasil. Di Indonesia, nanas ditanam di kebun-kebun, pekarangan, dan tempat-tempat lain yang cukup mendapat sinar matahari pada ketinggian 1-1300 m dpl. Nanas merupakan tanaman buah yang selalu tersedia sepanjang tahun. Herba tahunan atau dua tahunan, tinggi 50-150 cm, terdapat tunas merayap pada bagian pangkalnya. Daun berkumpul dalam roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang, tebal, liat, panjang 80-120 cm, lebar 2-6 cm, ujung lancip menyerupai duri, tepi berduri tempel yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya terminal dan bertangkai panjang. Buahnya buah buni majemuk, bulat panjang, berdaging, berwarna hijau, jika masak warnanya menjadi kuning. Buah nanas rasanya enak, asam sampai manis. Bijinya kecil, seringkali tidak jadi. Buahnya selain di makan secara langsung, bisa juga diawetkan dengan cara direbus dan diberi gula, dibuat selai, atau dibuat sirop. Buah nanas juga dapat digunakan untuk memberi citarasa asam manis, sekaligus sebagai pengempuk daging. Daunnya yang berserat dapat dibuat benang ataupun tall. Tanaman buah nanas dapat diperbanyak dengan mahkota, tunas batang, atau tunas ketiak daunnya.

    NAMA DAERAH: Sumatera: ekahauku (Enggano), anes (Aceh), nas (Gayo), henas, kenas, honas, hanas (Batak), gona (Nias), asit, nasit (Mentawai), enas, kanas, nanas (Melayu), aneh, naneh (Minangkabau), kanas, kanyas, nas, nyanyas (Lampung). Jawa: danas, ganas (Sunda), nanas (Jawa); lanas, nanas (Madura): Kalimantan: kanas, samblaka, malaka, uro usan, kayu usan, kayu ujan, belasan. Nusa Tenggara: manas (Bali), nanas (Sasak), aruma, fanda, pandal (Bima), panda (Sumba), nana (Sawu), peda, anana, pedang (Flores), parangena, nanasi (Taluud).Sulawesi: tuis mangandow, na'asi, nanasi, tuis, tuis ne walanda, busa, pinang (Ut.Alf.), nanati (Gorontalo), lalato (Buol), nanasi (Toraja), pandang (Makasar, Bugis), edan, ekam, hedan (Timor). esne (Kisar), ngewu (Tanimbar). Maluku: ai nasi, than baba-ba, kai nasi (Seram Timur), bangkalo, kampora, kanasoi (Seram Barat), anasu, banggala, bangkala, kai nasu, kambala, kampala (Seram selatan), arnasinu, kanasi, kurnasin, mangala, nanasi (Amb.Alf.), nanasu, anasul (Ulias). Irian Jaya: Manilmap, miniap. NAMA ASING: Pineapple (I), ananas (I;B;P;J), Pinya (Tag.). NAMA SIMPLISIA: Ananas Fructus (buah nanas).


    Penyakit Yang Dapat Diobati
    Sifat dan Khasiat Buah masak sifatnya dingin, berkhasiat mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan, membantu mencernakan makanan di lambung, antiradang, peluruh kencing (diuretik), membersihkan jaringan kulit yang mati (skin debridement), mengganggu pertumbuhan set kanker, menghambat penggumpalan trombosit (agregasi platelet), dan mempunyai aktifitas fibrinolitik. Buah muda rasanya asam, berkhasiat memacu enzim pencernaan, antelmintik, diuretik, peluruh haid (emenagog), abortivum, peluruh dahak (mukolitik), dan pencahar. Daun berkhasiat antipiretik, antelmintik, pencahar, antiradang, dan menormalkan siklus haid. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian Penelitian terhadap pengaruh penambahan sari buah nanas terhadap mutu susu sapi telah dilakukan. Ternyata, pada penambahan 3,4 ml sari buah nanas diperoleh populasi bakteri terendah, yaitu 37,60x 10' sel/ml dan kadar lemak tertinggi 7,594%. Pada penambahan 3,2 ml sari buah nanas diperoleh kadar protein tertinggi 19,138°Io (M. Nuh Nasution, Jurusan Biologi FMIPA UNAND, 1993). Ternyata, enzim yang terkandung dalam buah nanas berkhasiat debridement yang cepat (percobaan dilakukan pada tikus yang mengalami luka bakar). Pemberian ekstrak nanas muda sebanyak 0,2 ml pada mencit hamil dapat mematikan embrio mencit jika diberikan pada umur kehamilan 2 dan 4 hari. Jika diberikan pada umur kehamilan 6 hari, kehamilan tetap berlangsung dan dapat melahirkan normal (Mulyoto, FB UNSOED, 1986).

    Bagian yang Digunakan:
    Bagian yang digunakan adalah buah dan daun.

    Cara Pemakaian:
    Untuk obat yang diminum, jus 1/2-2 buah nanas ukuran sedang atau dapat juga diparut, lalu minum.
    Untuk pemakaian obat luar, kupas buah nanas, lalu parut. Turapkan hasil parutannya pada bagian tubuh yang sakit, seperti membersihkan jaringan mati (debridement) pada luka bakar, ketombe, bisul, koreng, dan radang kulit (dermatitis). Cara lain, tumbuk daun nanas sampai halus, lalu balurkan pada luka bakar, bisul, dan gatal-gatal.

    Contoh Pemakaian:
    - Cacingan
    Kupas 1 buah nanas muda, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, bilas dengan air masak, lalu parut. Peras clan saring hasil parutannya, lalu minumkan pada anak yang cacingan sedikit demi sedikit.

    - Keseleo, memar akibat terpukul
    Kupas 1 buah nanas yang sudah masak, potong-potong, lalu dijus. Minum air yang terkumpul sekaligus.

    - Radang tenggorokan
    Kupas 2 buah nanas yang telah masak, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih. Minum air perasan yang terkumpul, sehari 3 kali, setiap kali cukup 1/3 bagian.

    - Peradangan di kulit (dermatitis), ketombe
    Sediakan 1/2 buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas, baik di kulit kepala atau bagian lain dari tubuh. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari.

    - Ketombe
    Sediakan 1/4 buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.

    - Menurunkan berat badan
    Kupas 1 buah nanas yang tidak terlalu matang, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih dan air perasannya langsung diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

    - Sembelit
    Kupas 3 buah nanas yang belum masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya setelah makan, sehari 2 kali, masing-masing cukup 1/2 gelas.

    - Beri-beri
    Kupas 2 buah nanas yang sudah masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya, jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya sekaligus. Sebaiknya diminum pagi atau siang hari sesudah makan.

    - Luka bakar, gatal dan bisul
    Cuci daun nanas sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Balurkan pada bagian yang sakit.

    - Rasa penuh di lambung karena pencernaan terganggu
    Minum jus nanas 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas (150 cc). Lakukan 1/2 jam sebelum makan.

    Catatan:
    - Ibu hamil dilarang minum perasan buah nanas muda.
    - Buah nanas di dalam saluran cerna difermentasi menjadi alkohol yang dapat menimbulkan kambuhnya rematik Gout.
    - Penderita kencing manis (diabetes mellitus) dianjurkan untuk membatasi dalam mengonsumsi buah nanas karena kandungan gula buah yang masak cukup tinggi.

    Komposisi :
    Buah mengandung vitamin (A dan C), kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa (gula tebu), dan enzim bromelain. Bromelain berkhasiat antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, mengganggu pertumbuhan set kanker, menghambat agregasi platelet, dan mempunyai aktivitas fibrinolitik. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit (konstipasi). Daun mengandung calsium oksalat dan pectic substances.

    Sumber : Iptek.net.id


     
    Special Thanks To : Obat Indonesia | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2013. T11U (Tiloe Jungle) Medicinal Herbal! - All Rights Reserved
    Template modif by Jasa Website Pangkalpinang Published by T11U
    Proudly powered by Blogger
    Join us on Facebook Follow us on Twitter Add us on G+ Subscribe to RSS